Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah: Mulia Dengan Manhaj Salaf?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

.بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين

Diriwayatkan dari Miqdad bin al-Aswad R.A., ia berkata, “Aku bertanya kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم , ‘Bagaimana pendapat Anda jika aku bertemu seorang laki-laki kafir lalu kami pun berkelahi (adu pedang) hingga ia berhasil menebas (hingga putus) sebelah tanganku dengan pedangnya. Namun kemudian ia terdesak di sebuah pohon dan mengatakan, ‘Aku masuk Islam.’ Apakah aku boleh membunuhnya setelah ia mengatakan perkataan itu ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Jangan kamu bunuh!’ Aku katakan, ‘Tapi ya Rasulullah, ia mengucapkan perkataan itu setelah ia menebas sebelah tanganku.’ Beliau kembali menjawab, ‘Jangan kamu bunuh! Jika kamu lakukan berarti posisinya berada di posisimu sebelum kamu membunuhnya dan posisimu berada pada posisinya sebelum ia ucapka pernyataan itu’,” (HR Bukhari [6865] dan Muslim [95]).

Diriwayatkan dari Usambah bin Zaid R.A, ia berkata, “Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah mengirim kami kepada salah satu suku bani Juhainah. Maka kami menyerang kaum tersebut di pagi hari. Aku dan seorang Anshar mengejar salah seorang dari mereka. Ketika ia tidak dapat berkutik lagi ia mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallaah’ (mendengar kalimat tersebut) laki-laki anshar itu menghentikan serangannya namun aku langsung menikamnya dengan tombakku hingga tewas. Ketika kami kembali ke Madinah, kisah tersebut disampaikan kepada Rasulullah صلى الله عليه وسلم, lalu beliau bersabda, ‘Ya Usamah apakah kamu bunuh dia setelah mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallaah’? Aku menjawab, ‘Ya, Rasulllah ia mengucapkannya karena takut dibunuh.’ Beliau kembali bersabda, ‘Apakah kamu bunuh dia setelah mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallaah’? Beliau terus mengulang-ulang kalimat tersebut hingga aku berkhayal kalau seandainya pada saat itu aku belum masuk Islam’.” (HR Bukhari [4269] dan Muslim [96]).

Lihat betapa tegas Rasulullah صلى الله عليه وسلم dalam hal ini, yang melarang seorang Islam membunuh seorang Islam yang lain, walaupun itu orang kafir yang kemudian hanya mengucapkan kalimah syahadat sewaktu hayunan pedang dihalakan ke arahnya. Bahkan Rasulullah صلى الله عليه وسلم  melarang membunuh seorang kafir yang menyatakan diri telah masuk Islam setelah kalah terdesak meskipun sebelumya orang kafir tersebut telah menyakiti orang Islam.

Sungguh sangat menyayatkan hati, akhir-akhir ini terdapat sekelompok kecil dari saudara-saudara kita yang begitu mudahnya saling sesat menyesatkan dan kafir mengkafirkan sesama orang Islam. Padahal orang-orang yang dikatakan sesat dan kafir oleh mereka adalah nyata-nyata telah bersyahadat, mendirikan shalat lima waktu, puasa di bulan Ramadhan, berzakat dan berhaji serta meyakini rukun iman yang enam.

Dengan dalih hidup mulia di atas manhaj yang mereka pilih, saudara-saudara kita begitu gampangnya mengatakan “orang ini sesat” atau “orang itu kafir” pada orang yang berpegang diluar manhajnya. Tidak kah mereka perhatikan ulama yang menjadi rujukan dan diagung-agungkan mereka, Bin Bazz telah menyatakan tentang bahayanya kafir mengkafirkan (takfir), diantaranya: merusak hak-hak kaum muslimin, memecah belah ukhuwah Islamiyyah padahal Allah SWT memerintahkan ukhuwah dan menjauhi perpecahan, membantu dan menolong orang/kelompok yang menyimpang (seperti kaum yahudi, nashrani, atheis, sekuler, hedonis, paganis dan lainnya) yang selalu memerangi kaum muslimin, menyebabkan rusaknya hati dengan menyebarkan dan mengedarkan dusta dan kebathilan sehingga terjadi ghibah, namimah, tajassus, hasad dan ghadab, dan terpedaya tipuan syetan, serta tidak menghormati ulama yang telah berijtihad dengan kadar keilmuan yang cukup.

Cukuplah Rasulullah صلى الله عليه وسلم memperingatkan kita, “Barangsiapa memanggil seorang lelaki dengan panggilan kafir atau mengatakannya musuh Allah, sedangkan orang itu tidak sedemikian, maka tuduhan itu akan kembali kepadanya” (Muttafaq ‘Alaih).

Berhati-hatilah saudaraku, janganlah mudah mengatakan sesat dan kafir sesama umat Islam. Resikonya sungguh sangat besar. Makanya perhatikan dalam kita menuntut ilmu. Silahkan cari ilmu dari guru-guru mana saja yang mengajarkan pada agama Islam yang rahmatan lil ‘alamin bukan mengajarkan kebencian dan permusuhan agar kita tidak terperosok lebih jauh ke dalam jalan kebatilan. Sesama muslim adalah saudara dan satu ikatan di bawah bendera Laa Ilaha Illa Allah. Kita juga mesti waspada dan hati-hati dalam memilih buku referensi. Cantik dan indah cover atau judulnya belum tentu cantik dan indah isinya kalau pada akhirnya hanya mengajarkan kebencian. Dan benarkah kita akan dikatakan mulia dengan manhaj ini dan madzhab itu tetapi di sisi lain meyakiti saudaranya? Mulia di mata manusia, belum tentu mulia di mata Sang Pencipta.

Mari kita simak kajian Islam ahlussunnah nan ilmiah “Mulia Dengan Manhaj Salaf” bersama Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Muhammad Shihab, Lc di bawah in:

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download mp3 kajian ini (8.1MB).

Semoga kita senantiasa dimudahkan Allah SWT untuk tetap berpegang teguh pada jalan Islam ahlussunnah wal jama’ah dan senantiasa diberikan hidayah dan taufiq-Nya serta terlindung dari fitnah kehidupan dan sesudah mati. Amin Allohumma Amin. Semoga bermanfaat.

”Manusia menghukumi orang hanya berdasarkan atas fakta lahir. Dan Allah-lah yang mengetahui hal-hal yang tak kasat mata”. (Ali bin Sulthan Muhammad al Qari,Mirqat al Mafatih, Syarh Misykat al Mashabih, Dar al Fikr, Beirut, 2002, h. 2261).

أللهم صل و سلم و بارك على سيدنا محمد وعلى ال سيدنا محمد و ذريته و اصحابه و امته الى يوم الدين

Jangan sampai ketinggalan untuk ikut berdakwah meneruskan risalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan memasang link banner situs Ngaji Yuk! pada blog atau situs anda. Insya Allah anda akan diganjar dengan pahala berlipat ganda.Klik di sini untuk mendapatkan kode link banner.

(berbagai sumber)

Tulisan berjudul Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah: Mulia Dengan Manhaj Salaf? terakhir diperbaharui pada Sunday 1 April 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


3 thoughts on “Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah: Mulia Dengan Manhaj Salaf?

Post Comment