Majelis Ilmu dan Zikir Ar Raudhah Mempersembahkan yang Terbaik untuk Jemaah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Beberapa petugas Hansip dan tukang parkir ikut menjaga ketertiban kendaraan jemaah yang datang ke sekretariat Majelis Ilmu dan Zikir Ar Raudhah di Jl Dewutan 112 Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Jumat (30/3) malam. Tidak hanya sepeda motor. Mobil pribadi dan angkutan umum terparkir rapi di jalan sebelah utara.

Meski jemaah tak sebanyak jika Jumat legi, malam itu jumlah jemaah kurang lebih mencapai 400 orang. Mereka duduk meluber hingga menempati sebagian Jl Duwetan. Sejumlah orang di sekitar sekretariat ikut menyediakan tempat parkir baik di halaman rumah maupun di garasi.

“Kalau Jumat Legi, yang datang bisa mencapai seribu lebih,” ujar aktivis Majelis Ar Raudhah, Ika Yunanto saat ditemui Espos pada sela-sela pengajian.

Di dalam sekretariat Majelis Ar Raudhah, mulai dari halaman depan, ruang tamu, ruang tengah hingga ruang di dekat dapur penuh dengan jemaah. Tidak semua jemaah dapat melihat langsung Habib Noval Alaydrus. Jemaah bisa menyimak materi yang disampaikan pendiri Majelis Ar Raudhah itu melalui televisi atau layar LCD.

“Di Ar Raudhah, kami murni sampaikan ilmu kajian agar orang cinta ilmu. Kami tidak minta sumbangan. Tidak ada kas yang diperoleh dari kotak amal. Selain itu, yang datang harus dijamu seenak mungkin,” papar Habib Noval.

Majelis Ar Raudhah Solo - Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Tiap jadwal pengajian, jemaah Ar Raudhah dijamu dengan susu coklat dan roti. Habib Noval menyebutkan ada beberapa pesan yang disampaikan Almarhum Habib Anis jika mengelola majelis. Yaitu, yang dilihat enak, yang didengar enak, yang dicium enak dan yang dicicipi enak.

Habib Noval mengemukakan pengelola majelis supaya dilihat enak harus tampil rapi. Untuk mendukung suara agar enak didengar, perlu soundsystem yang memadai, pengelola majelis supaya bersih dan suguhan yang disajikan enak. “Enak itu tidak harus mahal,” imbuhnya.

Selain itu, terang dia, suatu majelis atau gerakan bisa sukses dengan lima kunci. Pertama, ada kaum tua yang bisa berfungsi untuk menasihati. Kedua, kaum muda sebagai penggerak dengan semangatnya. Ketiga, kaum pekerja keras yang mempersiapkan segala perlengkapan. Keempat, kaum ningrat untuk mendukung suksesnya majelis dan kelima, kaum wanita.

(Nadhiroh/Solopos/Annisa “Nissa” al Muchsinun)

Tulisan berjudul Majelis Ilmu dan Zikir Ar Raudhah Mempersembahkan yang Terbaik untuk Jemaah terakhir diperbaharui pada Thursday 19 April 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment