Khutbah Istisqa’ Bersama Buya Yahya di Alun-Alun Kejaksaan Cirebon (September 2012)

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Khutbah Istisqa’ bersama Buya Yahya pada hari Selasa 2 Dzul Qo’dah 1433 H /18 September 2012 di Alun-Alun Kejaksan – Cirebon 

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ ۷x
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَهَادِيَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ الْبَشِيْرِ وَالنَّذِيْرِالََّذِيْ تَنْفَتِحُ بِهِ أَبْوَابُ الْخَيْرِ وَتَنْغَلِقُ بِهِ أَبْوَابُ الشَّرِّ وَعَلَى آلِهِ الأَطْهَارِ وَأَصْحَابِهِ الأَخْيَارِ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ …. اِتَّقُوا اللهَ… اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.
إِسْتَغْفِرُوْ رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا… إِسْتَغْفِرُوْ رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا…..
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ…

Kaum muslimin hamba-hamba Allah yang telah dipilih Allah untuk menjadi hamba yang sadar bahwa segala sesuatu yang ditimpakan oleh Allah kepada hambanya adalah harus menjadi bahan untuk kita belajar dekat kepada Allah .

Pada hari ini kita dikumpulkan oleh Allah, di sini untuk memohon kepada Allah, Allah yang menggerakan hati kita untuk berkeinginan untuk mengadakan acara ini, menghadiri acara yang mulia, acara permohonan kepada Allah, yang memberi kesempatan Allah, yang meringankan langkah kita adalah Allah, artinya kita telah dipilih oleh Allah untuk menjadi hamba yang sadar bahwa apapun yang terjadi pada kitra harus menjadi bahan renungan.

Kita memohon kepda Allah agar Allah memberikan kepada kita hujan, yang perlu kita hadirkan saat ini bahwa tidak terputus hujan, tidak terputus rezeki kecuali karena kita, maka dari itu mari kita semua merenungi kesalahan-kesalahan kita kepada Allah, dosa-dosa kita kepada Allah, kalau kita saat ini merasakan panas di padang yang sekecil ini, ketahuilah suatu ketika kita akan merasakan panas yang begitu dahsyat di padang mahsyar yang begitu amat luas, kita tidak ingin saat berada di Padang yang amat luas yaitu Padang Mahsyar, kita tidak ingin nanti kita saat berada di Padang Mahsyar punya dosa-dosa kepada Allah, kemudian kita akan dihukum di padang Mahsyar.

Maka dari itu saat ini di padang yang kecil ini di dunia ini mari kita memohon pengampunan kepada Allah , agar Allah menghapus dosa-dosa kita dan kemudian Allah menurunkan rahmat kepada kita, hujan diputus untuk kita semoga itu bukan berarti akan diputus rahmat Allah ntuk kita, maka dari itu mari kita memmohon kepada Allah dengan sungguh-sungguh agar Allah menurunkan kepada hujan kita, hujan yang penuh dengan rahmat, yang tidak akan mengurangi kekhusuan kita kepada Allah, hujan yang menjadikan kita tidak bermaksiat kepada Allah, dan tidak menjadikan kita semakin jauh dari Allah.

Banyak sekali nikmat diberikan oleh Allah akan tetapi justru malah mejadikan hamba itu semakin jauh dari Allah, ada hamba mendapatkan hujan justru dengan hujan itu mereka bermaksiat, ada hamba mendapatkan hujan justru dengan hujan itu mereka semakin jauh dari Allah, yang biasanya hadir ke Majelis Ta’lim menjadi tidak hadir karena hujan, ada yang biasa beribadah menjadi tidak beribadah gara-gara hujan.

Kita ingin bahwa hujan yang diturunkan oleh benar-benar hujan rahmat, maka dari itu mari kita memohon pada saat ini, pada saat inilah kita memohon kepada Allah, akan tetapi terlebih dahulu jangan banyak mohon kecuali kita banyak koreksi diri agar Allah mengkabulkan permohonan kita. Koreksi yang pertama adalah ayo kita sesali dosa-dosa kita, kita semua bakal mati kita semua bakal memnemui ajal kita cepat atau lambat kita bakal mati, sadarilah makana ini.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ.

Kita harus menyadari bahwa kesalahan kita akan mengundang murka Allah, siapapun dari kita mari kita tingkatkan penyesalan kita, renungilah dosa-dosa kita dosa kepada Allah dan dosa kepada sesama manusia, bagaimana dengan sholat kita di rumah kita, saudara kita bagaimana dengan sholat mereka, apa yang sering kita lihat di rumah kita, tontonan apa yang kita saksikan di rumah kita, bagaimana dengan puasa kita dan anak-anak kita, dosa apa yang pernah kita lakukan di rumah kita , jangan sampai dosa ini mengundang murka Allah di akhirat kelak, maka sebelum ajal tiba mari kita meminta ampun kepada Allah.

Alangkah banyaknya dosa yang kita lakukan kepada Allah, jika dosa kita tidak diampuni oleh Allah di dunia maka dosa kita akan dituntut di akhirat, akan dituntut di padang mahsyar dan akan dituntut di neraka, sungguh alangkah mengerikannya.

Mumpung masih ada nyawa di kandung badan, ayo segera kembali kepada Allah, pintu maaf Allah dibuka lebar-lebar bagi siapapun yang ingin memasukinya, jangan dilewatkan selagi masih ada kesempatan, kalau nyawa sudah dicabut tidak akan ada lagi kesempatan untuk minta maaf maka dari itu sesali dosa-dosa kita, apa yang kita lakukan sendiri di tempat itu? di kamar itu? bersama itu? dengan pekerjaan itu?

Renungi! Renungi jangan sampai dosa itu tidak kita adukan kepada Allah, saat ini ayo kita mengadu kepada Allah, ya Allah ampuni dosa kami, mohon ampunlah kepada Allah lintaskan dalam hati anda apapun yang pernah anda lakukan dari dosa-dosa ketahuilah bahwa Allah maha pengampun, kecuali jika anda tidak mau mengadukan kepada Allah. Adukan kesalahanmu, ketahuilah dosa segede apapun Allah pasti mengampuni :

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لاَذَنْبَ لَهُ

“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak pernah berbuat dosa.”

Yang pernah mabuk minta ampunlah kepada Allah dan minta perlindungan Allah agar tidak mabuk lagi, ketahuilah mabuk adalah dosa besar, sungguh hukumannya ngeri di hadapan Allah, hal ini jika anda meminta maaf maka Allah akan mengampuni, zina adalah dosa besar dan akan mengundang kutukan Allah di dunia dan di akhirat.

Siapapun yang pernah terpleset dalam dosa pada hina dan busuknya zina, minta ampunlah kepada Allah, lintaskan di batin kita untuk memohon ampun kepada Allah, sungguh jika Allah tidak mengampuni dosa kita di dunia ini maka di akrat nanti kita akan disiksa oleh Allah sebab dosa kita itu, kita akan disika di alam barzah, akan disiksa di Padang Mahsyar sungguh sangat mengerikan, bertobatlah saat ini jangan ditunda esok hari, kita saat ini berada disutu tempat, di tempat ini kita berdoa kepada Allah.

Mari kita adukan dosa-dosa kita hanya kepada Allah, sebelum kita meminta hujan semoga Allah mengampuni kita, semoga Allah mengangkat derajat kita, mari kita memohon ampun kepada Allah dan dosa dengan sesama harus kita pikirkan tidak cukup kita mengakui dosa kita kepada Allah dan sungguh dosa kepada Allah akan begitu mudah diampuni oleh Allah kalau kita mau, akan tetapi dosa kita kepada sesama manusia itulah yang sulit, maka dari itu ayolah kita meminta maaf meminta ampun kepada sesame manusia, mungkin kita punya dosa dengan orang tua kita, yang masih mempunyai orang tua jangan sampai menyakiti orang tua, apabila orang tua sengsara dapat menyebabkanmu sengsara di dunia dan diakhirat, hey yang punya saudara, kenapa masih saling berebut gara-gara harta warisan, jika kau merebut dan memutuskan persaudaraan dengan saudaramu maka sungguh sujud dan rukukmu tidak diterima oleh Allah dan itu semua hanya akan mengantarkanmu ke neraka .

Perhatikan saudara dan adik-adikmu, jangan sampai engkau memutus tali persaudaraan hanya gara-gara harata warisan. tetanggamu jangan sampai kau sakiti dengan prilakumu, tetanggamu jangan kau sakiti dengan kesombonganmu, tetamggamu jangan sampai kau sakiti dengan perilaku dan kata-katamu yang tidak pernah kau control.

Takutlah kepada Allah!

Semua kesalahan, semua kedzolimam yang kita lakuakan terhadap sesama manusia, takutlah jika orang tersebut tidak memaafkan kita maka Allah akan menuntut kita atas apa yang telah kita perbuat. Hal itu juga dapat menyebabkan terhalangnya kita masuk surganya Allah.

Pembantu di rumah kita, orang yang bersama kita, jangan bohong saat jual-beli, dan sungguh banyak dosa-dosa yang telah kita lakukan ayo saat ini, kita minta ampun kepada Allah sebelum kita dibungkus dengan kain kafan, sebelum kita diantarkan ke kuburan itu, sebelum kita ditanya malaikat Mungkar dan Nakir, apakah kita tidak sadar semua bakal mati? Yang kuat bakal mati, yang lemah bakal mati, yang miskin bakal mati, yang kaya bakal mati.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Sungguh seandainya kita disiksa di dunia ini dengan semacam ini dengan tidak adannya air sehingga di khirat sudah cukup, akan tetapi kita pengen bahwasanya kita di dunia kita tidak disiksa oleh Allah, di dunia kita penuh rahmat Allah, maka dari itu jalani hidup di dunia dengan permohonan ampun kepada Allah, sehingga apapun yang alah berikan menjadi rahmat, saat ini kita memohon ampun kepada Allah, jika ada hamba berdosa, jika ada hamba bermaksiat akan tetapi terus diberikan karunia oleh Allah, itu bukan nikmat yang sesungguhnya itulah umpan yang Allah coba untuk memasukkan dia ke dalam jurang api neraka.

Maka dari itu jangan sampai dengan kemaksiatan kita, kita menjadi lengah dan lalai, kita diberi nikmat sementara kita bermaksiat, kita harus sadar jika Allah memberikan kita nikmat sementara kita bermaksiat bisa saja itu menjadikan kita terjerumus ke dalam api nerka, akan tetapi kita berusaha di dunia untuk mendapatkan ampunan dari Allah, dan agar kita mendapatkan nikmat yang sesungguhnya, termasuk hujan yang kita mohon, semoga akan turun hujan rahmat yang sesungguhnya, rizki kita penuh berkah, kehidupan kita semakin nyaman.

Ya Allah ampunilah kami semua yang hadir di tempat ini ya Allah, dan turunkan kepada kami hujan ya Allah, hujan rahmat ya Allah, dan jangan kirim hujan yang menjadikan sebab kita hancur ya Allah.

Mari wahai kaum muslimin walmuslimat dalam khutbah yang singkat ini dalam pertemuan kita yang singkat ini benar-benar kita jadikan saat untuk merenungi dosa-dosa kita, kita semua bakal mati, hidup kita hanya sementara, 60-70 tahun kita lewati dunia ini setelah itu kita masuk alam barzah, tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, dekatlah kapada ulama-ulama rosulillah, dekatlah kepada majlis-majlis yang mulia, jangan nsampai kita jauh dari kemuliaan, sungguh sangat mengerikan jika nanti dicabut nyawa kita ternyata kita jauh dari Allah, maka dari itu ayo kita memohon ampun, kita sesali dosa-dosa kita, dan di antara kita yang saat ini hadir merasa ka nada dosa tapi sulit untuk memohon ampun atau susah meninggalkanhya maka mintalah kepada Allah agar Allah membantu kita untuk meninggalkan dosa tersebut, intinya jangan sampai dosa tersebut disembunyikan di hadapan Allah, kesalahan jangan disembunyikan di hadapan Allah, mengakulah kepada Allah, segede apapun dosa tersebut, seberat apapun anda meninggalkan dosa itu adukanlah kepada Allah, maka Allah akan memgampuni dosa-dosa kita.

Beginilah yang dianjurkan dalam Shalat Istisqa’. Dihimbau yang pertama untuk banyak bertaubat kepada Allah, dan bertaubat terhadap sesama manusia, yang kedua berjuang untuk mempertemukan 2 orang yang berselisih, menjadi ahli penyambung silaturahmi itulah yang menjadikan sebab keberkahan dalam kehidupan kita, kemudian memohon kepada Allah dalam Istisqa’.

Shalat Istisqa' Buya Yahya

Kita berkumpul ditempat mulia seperti ini kita memohon kepada Allah dan mudah-mudah dengan sebab ini kita sambung dengan kekasih Allah Nabi Muhammad Saw, inilah ilmu, inilah yang biasa kita amalkan jangan sampai kita mendengar ilmu tidak kita amalkan, barangkali pada saat ini mungkin ada di yang baru pertama kali melakukan Shalat Istisqa’, mungkin ada yang 2 kali melakukan Shalat Istisqa’, inilah sunnah Muhammad SAW dan mudah-mudahan dengan ini semua kita akan turun hujan kepada kita, hujan yang penuh dengan rahmat, tidak menjadikan kita kurang dari berzikir kpeada Allah, tidak akan menjadikan kita maksiat kepada Allah.

Dosa segede apapun Allah akan diampuni asal hamba itu memohon ampun, seseorang tidak akan bisa memohon ampun melainkan ada penyesalan pada dirinya dan orang tidak akan bisa menyesali dosa-dosanya tersebut kecuali dia sadar. Yang tidak menyesali dosanya tidak akan diampuni dosanya. Dan untuk bisa sampai kepada tingkat sadar, maka kita harus sering tafakur dan merenung.

Maka setelah hari ini, sisihkan waktu Anda di rumah anda, di kamar Anda yang sempit itu untuk menghadap kepada Allah. Bukan Anda melakukuan sholat, bukan membaca Al-Qur’an, dan bukan Anda berdzikir, akan tetapi agar merenungi, mengingat dosa-dosa yang pernah kita lakukan. Dan tanyakan kepada diri Anda, sudahkah Anda menyesal secara sesungguhnya? Dibarengi dengan tetesan air mata. Sisihkan waktu untuk ini di tempat yang sempit. Di tempat yang istri Anda tidak melihat Anda. Di tempat yang suami Anda tidak bisa menyaksikan Anda, yang tahu hanya Allah…

Adukan semua keluh kesah Anda dan adukan semua dosa Anda di hadapan Allah. Ciptakan suasana yang semacam itu ibadah yang sesungguhnya, memohon ampun. Memohon ampun. Bukan dengan sholat, bukan dengan dzikir, akan tetapi dengan merenungi dosa. Sebab istighfar sebanyak apapun jika tidak dibarengi dengan hati yang menyesal, bukan minta ampun yang sesungguhnya. Dan orang tidak akan bisa menyesal kecuali mengingat dan menyadari dosa-dosanya. Dan orang tidak akan bisa menyadari dosanya kecuali dia menyempatkan diri untuk merenungi dosa-dosanya segede apapun dan seberat apapun Anda untuk meninggalkannya, ketahuilah Allah Maha Kuasa, Allah Maha Pengampun.

أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Kaum Muslimin dan Muslimat rahimakumullah, semoga kita digolongkan termasuk orang yang menjalankan sunnah Nabi Muhammad SAW, semoga kita kelak dikumpulkan di Mahsyar bersama Kekasih Allah Nabi Muhammad berkat perkumpulan kita di Mahsyar kecil ini, kita mohon kepada Allah, dan semoga Allah menjadikan kita ahli istiqomah, mendekatkan kepada Ulama-Ulama kita, tidak dengki kepada sesama, tidak ada kebencian kepada sesama, dan kemudian kita tingkatkan kedekatan kita kepada sesama, dengan banyak mendo’akan orang-orang yang bersama kita, baik orang yang baik dengan kita, ataupun orang yang tidak baik dengan kita, biasakan mendo’akan mereka dengan do’a-do’a yang mulia. Pikirkan kebersihan hati kita.

مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسّلِّمُوْا تَسْلِيْمًا . اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ اَللَّهُمَّ وَارْضَ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ الَّذِيْنَ قَضَوْا بِالْحَقِّ وَكَانُوْا بِهِ يَعْدِلُوْنَ سَادَاتِنَا أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيِّ وَسَائِرِ أَصْحَابِ نَبِيِّكَ أَجْمَعِيْنَ وَعَنِ التَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.

اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَهْلِكِ الْيَهُوْدَ وَالنَّصَرَى وَالْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللَّهُمَّ آمِنَّا فِيْ دُوْرِنَا وَأَصْلِحْ وُلاَةَ أُمُوْرِنَا. وَاجْعَلِ اللَّهُمَّ وِلاَيَتَنَا فِيْمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا البَلاَءَ وَالْغلَاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالرِّبَا وَالزِّنَا وَالزَّلاَزِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَارَبَّ الْعَلَمِيْنَ. اََللَّهُمَّ أَصْلِحْنَا وَأَصْلِحْ مَنْ فِى صَلاَحِهِ صَلاَحُ اْلإِسْلاَمِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ . اَللَّهُمَّ لاَ تُهْلِكْنَا وَأَهْلِكْ مَنْ فِى هَلاَكِهِ صَلاَحُ اْلإِسْلاَمِ وِاْلمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الْمُسْلِمِيْنَ فِيِ كَشْمِيْرِ وَمِيَنْمَرْ وَفَلِسْطِيْنِ وَسَائِرِ بِلاَدِ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللَّهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ, وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَجَاهِدِيْنَ فِيْ سَبِيْلِكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ, وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللَّهُمَّ اجْعَلْهَا سُقْياَ رَحْمَةٍ، وَلاَ تَجْعَلْهَا سُقْياَ عَذَابٍ، وَلاَ مَحْقٍ وَلاَ بَلاَءٍ، وَلاَ هَدْمٍ وَلاَ غَرْقٍ. اَللَّهُمَّ عَلَى الظُّرَّابِ وَاْلآكَامِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ وَبُطُوْنِ اْلأَوْدِيَةِ، اَللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلاَ عَلَيْنَا. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا غَيْثاً مُغِيْثاً، هَنِيْئاً مَرِيْئاً مُرِيْعاً، سَحاً عَاماً غَدْقاً طَبَقاً مُجَلَّلاً، دَائِماً إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اسْقِنَا الْغَيْثَ وَلاَ تَجْعَلْنَا مِنَ الْقَانِطِيْنَ، اَللَّهُمَّ إِنَّ بِالْعِبَادِ وَالْبِلاَدِ مِنْ الْجُهْدِ وَالْجُوْعِ وَالضَّنْكِ، مَا لاَ نَشْكُوْ إِلاَّ إِلَيْكَ.اَللَّهُمَّ أَنْبِتْ لَنَا الزَّرْعَ وَأَدِرَّ لَنَا الضَّرْعَ، وَأَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاءِ، وَأَنْبِتْ لَنَا مِنْ بَرَكَاتِ اْلأَرْضِ، وَاكْشِفْ عَنَّا مِنَ الْبَلاَءِ مَا لاَ يَكْشِفُهُ غَيْرُكَ، اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْتَغْفِرُكَ إِنَّكَ كُنْتَ غَفَّاراً، فَأَرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْنَا مِدْرَاراً.

Allahumma ya Allah Yang Maha Menyaksikan kami saat ini, turunkan kepada kami RahmatMu, turunkan hujan RahmatMu untuk kami, dan jangan Kau turunkan hujan bencana untuk kami.

Ya Allah Engkau Menyaksikan, Engkau lebih Tahu Ya Allah… Ada kebun kering Ya Allah.. Ada tanah kering Ya Allah, Ada sumur kering Ya Allah, Ada mata air kering Ya Allah, Engkau Tahu itu semua Ya Allah..

Air itulah sebab kehidupan kami Ya Allah, maka kami mohon Ya Allah.. Keluarkan air dari mata air, air mata Rahmat. Turunkan hujan Ya Allah dari langit, hujan Rahmat Wahai Dzat Yang Maha Kuasa Ya Allah. Engkau menyaksikan kami Ya Allah, ampuni dosa kami Ya Allah, jangan Kau siksa kami karena dosa kami, akan tetapi kami mohon ampuni kami, dengan dosa kami itu Ya Allah, ampuni kami Ya Allah, ampuni kami jangan sisakan dosa kami sedikitpun dari kami Ya Allah. Ampuni kami semua yang ada di tempat ini, yang ada di kanan kiri tempat ini, siapapun mereka, ampuni mereka Ya Allah.

Jika ada di antara mereka ada hamba-hambaMu yang pernah meninggalkan Shalat Ya Allah, jangan Kau hukum mereka gara-gara shalat yang mereka tinggalkan, akan tetapi kami mohon ampuni mereka, dan jadikan mereka ahli Shalat, wa bil khusus orang yang dekat dengan masjid kami, tapi belum rindu kepada masjid, yang dekat dengan masjid tapi belum rindu kepada masjid.

Ya Allah… Jadikan mereka ahli Masjid Ya Allah.. Ampuni mereka Ya Allah.. Jauhkan mereka dari meninggalkan shalat, sesibuk apapun Ya Allah, jadikan mereka mudah melaksanakan shalat, jangan sampai dunia menjadikan mereka meninggalkan shalat, ampuni mereka Ya Allah…

Ya Allah yang pernah meninggalkan puasa di bulan Ramadhan ampuni mereka, berikan kesadaran sehingga di bulan Ramadhan yang akan datang mereka menjadi ahli puasa…

Jauhkan kami, masyarakat kami dari zina, Ya Allah… Jauhkan masyarakat kami semua dari zina yang busuk, hina dan Kau hinakan Ya Allah… Engkau sungguh Maha Tahu Ya Allah, siapa mereka Ya Allah… Jika ada di antara mereka yang pernah terpeleset dalam busuknya zina Ya Allah… Di tempat ini kami mohon Ya Allah… berikan kepada mereka kesadaran, jangan hinakan mereka di dunia dengan zina Ya Allah. Jangan hinakan mereka di akhirat dengan zina, kami mohon ampuni mereka, tutup aib mereka Ya Allah… Dan rindukan kepada yang halal, dan bencikan kepada yang harom.

Yang pernah berjudi jauhkan dari judi, Ya Allah… Berikan kasih sayangMu kepada mereka… Berikan mereka cara untuk mendapatkan rizqi yang halal… Jangan sampai mereka terus terjerumus dalam busuknya judi..

Yang pernah minum-minuman keras ampuni mereka, berikan kesadaran dan rindukan kepada yang halal, semua dosa Ya Allah… Semua dosa yang dilakukan oleh kami, orang yang bersama kami, jadikan kami orang Sholeh, orang-orang baik, Sholeh dan Sholehah… Orang-orang baik yang Kau cintai Ya Allah… Yang selamat di dunia dan di akhirat Ya Allah… Ya Allah..

Ya Allah.. Jika ada di kanan dan kiri kami masih ada yang mempunyai pekerjaan yang harom… pekerjaan harom… pekerjaan harom.. Kami mohon Ya Allah berikan kepada mereka kesadaran kalau itu harom, dan bantulah setelah itu Ya Allah untuk meninggalkan yang harom, ganti dengan yang halal, penuh berkah, halal penuh berkah, berkah yang lebih banyak Ya Allah..

Sungguh Engkau Maha Kuasa Ya Allah.. Engkau Maha Kuasa.. Engkau Maha Kuasa.. Dunia bagiMu kecil Ya Allah.. Ya Allah.. Sungguh kasih sayangMu Amat Luas Ya Allah.. Ya Allah ampuni kami semua Ya Allah.. Ya Allah jika kami melihat dosa kami semua sungguh kami malu melihatMu Ya Allah, akan tetapi kami sadar Engkau Maha Pengampun maka kami mohon ampun. Ampuni kami semua Ya Allah.. dan ampuni semua kaum Muslimin Ya Allah..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللَّهُمَّ يَارَبَّنَا اَللَّهُمَّ يَارَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِْ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللَّهُمَّ ارْحَمْنَا وَلاَ تُعَذِّبْنَا, وَانْصُرْنَا وَلاَ تَخْذُلْنَا, وَعَافِنَا وَلاَ تُمْرِضْنَا, وَأَكْرِمْنَا وَلاَ تُهِنَّا, وَآثِرْنَا وَلاَ تُؤْثِرْ عَلَيْنَا, إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.اَللَّهُمَّ إِنَّا ضُعَفَاءُ فَقَوِّنَا, وَإِنَّا أَذِلاَّءُ فَأَعِزَّنَا, وَإِنَّا فُقَرَاءُ فَأَغْنِنَا. اَللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ, وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ. اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا, وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا, وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلاَمِ, وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ, وَجَنِّبْـنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ وَالْمُثْنِيْنَ عَلَيْهَا وَالْقَابِلِيْنَ فَأَتْمِمْهَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ.

Allahumma Ya Allah.. Jagalah kami semua Ya Allah.. Jagalah pemimpin-pemimpin kami semua Ya Allah.. Dan kirimkan kepada kami pemimpin yang Sholeh, dan jadikan pemimpin kami adalah pemimpin yang Kau ridhoi Ya Allah.. Jika punya dosa ampuni Ya Allah, Jika punya pekerjaan tidak baik, jadikan pekerjaan yang baik, jadikan pemimpin kami ahli SurgaMu, dan jadikan orang kaya kami ahli SurgaMu, jadikan pejabat kami ahli SurgaMu.

Kami tidak ingin satu orang pun dari kami masuk nerakaMu Ya Allah.. Ya Allah.. Dan kirimkan kepada kami orang-orang yan Engkau cintai, orang-orang yang baik yang Engkau cintai, teman-teman yang baik yang Engkau cintai Ya Allah, dan seperti Engkau pertemukan jasad kami saat ini, maka pertemukan kami nanti dalam cinta karenaMu Ya Allah.. Tidak ada permusuhan di antara kami Ya Allah, dan seperti Engkau telah pertemukan kami saat ini, pertemukan kami di Surga bersama KekasihMu Nabi Muhammad..

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاأَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ…. إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْاهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْاهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

—000—

Khutbah Buya Yahya tentang Istisqa’ ini ditulis oleh Tim Pustaka Al-Bahjah Cirebon, Sekretariat : Jl. Pangeran Cakrabuana Blok Gudang Air no. 179, Kel. Sendang – Kec. SUmber – Kab. Cirebon 45611, CP : Abdullah 081 312 131 936. Website: www.buyayahya.org , www.buyayahya.tv , www.radioquonline.com , (Radio Qu 98,5 FM). FB: Tim Dakwah Al Bahjah Cirebon, Radioqu Cirebon, FB Page: Buya Yahya, RadioQu 98.5 FM Cirebon. YM: majelis_albahjah@yahoo.co.id , radio_qu@yahoo.com.

Tulisan berjudul Khutbah Istisqa’ Bersama Buya Yahya di Alun-Alun Kejaksaan Cirebon (September 2012) terakhir diperbaharui pada Sunday 30 September 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Khutbah Istisqa’ Bersama Buya Yahya di Alun-Alun Kejaksaan Cirebon (September 2012)

Post Comment