NU Punya 21 Ribu Pesantren, Tak Satupun Terkait Teror

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Maraknya aksi teror yang dilakukan oleh orang yang mempunyai latar belakang santri membuat membuat stigma negatif terhadap pondok pesantren. Ketua PBNU Said Agil Siradj berani menjamin tidak ada satu orang pun yang santri lulusan pesantren NU.

“NU punya 21 ribu lebih pesantren, dan 850 ribu masjid tidak ada satupun teroris yang pernah belajar di NU,” ujar Said Agil, di sela-sela acara ramah tamah menjelang pembukaan Munas Alim Ulama dan Konferensi Bersama NU, di Pondok Pesantren Kempek, Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Jumat (14/9/2012) malam.

Said menambahkan, orang-orang yang terkait dengan kegiatan terorisme selama ini berasal dari pesantren ataupun organisasi lain. Bahkan dia dengan gamblang menyebut nama pesantren yang menjadi tempat para teroris itu menuntut ilmu sehingga menjadi teroris.

“As-sunah, Al Fitrah, An-Nida, Ulil Albab itu yang mereka kebanyakan berasal dari sana. Yang terlibat Ritz Carlton tukang bunga Syarifuddin, itu dari Kuningan bukan NU,” terangnya.

Said menyatakan tidak adanya Ponpes NU yang menjadikan alumninya sebagai pesantren karena dasar pendidikan di Ponpes NU tidak mengutamakan kekerasan. Menurutnya NU selalu mengajarkan persatuan dan kesatuan.

“Kalau orang ngaji di masjid NU pulang bawa bungkusan berkat, kalau yang ngaji di masjid teroris ya pulang bawa bom,” ucapnya sambil tertawa.

(Detik.com)

Tulisan berjudul NU Punya 21 Ribu Pesantren, Tak Satupun Terkait Teror terakhir diperbaharui pada Sunday 16 September 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment