Fatwa Nashiruddin al-Albani: Bangsa Palestina Harus Meninggalkan dan Menyerahkan Negerinya Kepada Yahudi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Syeikh Nasiruddin al-Albani, yang dianggap oleh mayoritas Wahabi-Salafi sebagai ulama terbesar mereka, telah mengeluarkan sebuah fatwa beberapa tahun yang lalu yakni bahwa semua kaum muslim di Palestina, Libanon Selatan, dan Dataran Tinggi Golan harus meninggalkan tanah/negeri mereka secara massal dan pergi ketempat lain. Alasan dia (dan dia tetap memegangnya) bahwa setiap Negeri Muslim yang diduduki/dijajah oleh orang Non-Muslim maka menjadi Negeri Non-Muslim. Oleh karenanya setiap Muslim dilarang tinggal/menetap disitu.

Ketika beberapa orang menanyakan kepadanya, dengan terheran-heran, bahwa tidak akan ada satu negarapun didunia yang mau menampung orang-orang/bangsa Palestina, bahkan Saudi Arabia pun, dia mengatakan: “Mereka mungkin bisa mencoba pergi ke Sudan, disana mereka mungkin akan ditampung.”

Sebagai catatan, al-Albani ini adalah orang yang mengklaim dirinya sendiri sebagai ulama. Banyak yang menantangnya untuk menunjukkan walau satu saja ijazah yang diberikan kepadanya oleh sebarang gurunya (kalaupun dia punya). Dia tidak pernah bisa menunjukkan/membuktikannya sampai sekarang. Yang kelihatan pada al-Albani justru fatwa-fatwanya samasekali tidak berdasar ilmu hadis, sementara para pengikutnya tetap menganggapnya sebagai “Muhaddis Masa Kini”. Dia banyak mengeluarkan fatwa dalam hampir semua ilmu-ilmu Islam. Al-Albani juga mengeluarkan komentar atas buku aqidah “Al-Aqidah at-Tahawiyya”.

Berikut ini adalah terjemahan dari salah satu tanggapan/sanggahan Syeikh Buti terhadap al-Albani. Syeikh Buti adalah salah seorang ulama terkemuka Syria: [Diambil dari buku “Strife in Islam” (Al-Jihad fil Islam: Kayfa Nafhamuhu wa Kayfa Numarisuhu), by Dr. Muhammad Sa’id Ramadan al-Buti, 2nd edition, Dar Al-Fikr, Damascus, Syria, 1997.]

Syeikh Nashiruddin Albani
Syeikh Nashiruddin Albani, pengarang buku Sifat Shalat Nabi ala Albani yang laris manis bak kacang goreng di kalangan Salafi-Wahabi.

“Syeikh” Nasiruddin al-Albani telah mengejutkan masyarakat, dalam beberapa bulan terakhir ini, dengan fatwa sesatnya yang sangat jauh dari ajaran-ajaran Syariat Islam dan sangat berlawanan/kontradiksi dengan pokok-pokok dan hukum-hukum agama (Islam – penj). Dia menyatakan secara terbuka dan dihadapan semua saksi, bahwa semua Muslim dan bangsa Palestina yang masih berada di tanah/negeri yang diduduki/dijajah wajib meninggalkan seluruh negeri itu dan menyerahkannya kepada kaum Yahudi, yang telah mengubahnya, setelah mereka menjajahnya, menjadi sebuah Negeri Kafir.

Kalaulah tidak dimuat dimedia massa dan tidak ada kaset rekaman suara al-Albani yang mengatakan sendiri hal ini, maka sulit buat saya untuk mempercayainya.

Ini karena seorang santri yang paling awampun mengetahui apa yang terdapat pada semua sumber Syariat Islam, bahwa sebuah Negeri Islam akan tetap, secara sah, menjadi Negeri Islam sampai Hari Kebangkitan, tak peduli apapun yang diperbuat oleh orang-orang kafir ataupun musuh terhadap Negeri Islam tersebut. Dan adalah kewajiban bagi setiap muslim untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan membersihkan/mengusir para agresor dari negeri tersebut. Dan menurut Abu Hanifah yang mengemukakan kemungkinan berubahnya Negeri Islam menjadi Negeri Kafir syaratnya adalah bahwa tanda-tanda Islam telah disingkirkan/dihilangkan darinya dan diganti dengan aturan-aturan kafir, bahwa tidak ada seorang muslim atau kafir dzimmi pun yang masih tinggal disitu merasa aman dengan hukum Islam yang murni/asli, dan bahwa negeri itu diberi batas sebagai Negeri Kafir ataupun Negeri Perang. Dan kita tahu bahwa tidak satupun syarat tersebut ada pada negeri yang sedang dijajah (Palestina – penj), sebab tanda-tanda Islam secara terbuka masih tetap eksis disana, kaum muslimin masih tetap bisa menikmati hukum-hukum Islam, dan tidak ada batas tersendiri sebagai Negeri Kafir ataupun Negeri Perang dalam Wilayah/Negeri Jajahan tersebut, saat ini.

Tetapi syeikh (al-Albani), yang menganggap dirinya sebagai “Muhaddis Masa Kini”, telah melanggar ijma’ sah ini, yang mana dia tidak punya pengetahuan tentangnya. Lalu dia mengumumkan/memfatwakan tanpa kesepakatan ummat bahwa Palestina telah berubah, yang tentu saja menguntungkan Israel, menjadi Negeri Kafir dan Negeri Perang. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban semua muslim yang adalah pemilik dan penduduknya untuk mengecam/menentangnya.

Misteri apa yang ada dibalik diamnya si syeikh ini selama bertahun-tahun sebelumnya sampai cahaya keimanan Intifadha muncul dijantung Tanah Jajahan, dan gerakan perlawanan Hamas didirikan yang menimbulkan fenomena teror dihati dan jiwa para penjajah, lalu tiba-tiba si syeikh ingat akan hal ini dan kemudian menyadarinya bahwa inilah saat/waktunya baginya untuk memfatwakannya secara eksplisit disemua media massa. Dan baginya telah tibanya waktunya, yang karenanya dia mulai beraksi itu, adalah dengan munculnya gerakan Intifadha yang bersama para pemilik sah (rakyat – penj) Tanah Jajahan telah meraih segala kesuksesan yang tidak diharapkannya, karena dengan demikian dia dapat membantu Israel keluar dari segala kesulitan yang membelenggu mereka dan telah banyak menguras sumberdaya mereka (Israel – pen).

Inikah sesungguhnya waktunya bagi syeikh gadungan/pengkhianat ini untuk memberitahukan kepada kita rahasia dibalik disimpannya fatwa tersebut didadanya selama ini sampai kemudian dia munculkan sekarang?!.

Dan, tentang diamnya dia selama ini atas dosa kaum muslimin karena masih tetap tinggal di Negeri Kafir hingga hari ini?!

Dan sungguh kita bersyukur kepada Allah bahwa fatwa dia (al-Albani – pen) yang batil tersebut telah gagal yang mana hal ini ditunjukkan dimana rakyat Suriah, Aljazair, Mesir dan Libia hari-hari ini justru meningkatkan jihad dinegeri mereka masing-masing untuk membebaskan mereka dari belenggu kolonialisasi dan agresi para tiran.

Ataukah, kaum muslimin dinegeri-negeri tersebut di atas wajib meninggalkan negeri mereka, sebuah keuntungan bagi musuh mereka, karena negeri mereka sekarang dikategorikan sebagai Negeri Kafir?! (bila hal ini terjadi) Maka hari ini kita akan melihat bahwa para tiran dan penjajah itu memang punya hak yang legal (untuk terus menjajah – penj). Dan siapa yang tahu bahwa memang inilah yang lebih disukai/diinginkan oleh syeikh gadungan/pengkhianat ini?!

[Yang tersebut di atas adalah apa yang ditulis oleh Dr. Buti pada Edisi Pertama dan diulangi pada Edisi Kedua dalam buku beliau. Berikut ini apa yang beliau tambahkan pada Edisi Kedua]

Dan sekarang saya katakan, tambahan beberapa kalimat pada Edisi Kedua ini setelah kami menunggu si syeikh bakal menarik fatwa sesatnya tersebut, karena kembali kepada kebenaran itu adalah suatu kemuliaan/keutamaan. Tetapi dia tidak pernah melakukannya walaupun seluruh dunia muslim menentangnya gara-gara fatwanya itu.

Juga, ada segelintir pembaca yang menilai bahwa penyebutan Gadungan/Pengkhianat (suspected) terhadap syeikh sebagai kurang tepat. Tetapi sebutan itu diberikan kepada seseorang yang mengeluarkan suatu fatwa dengan berkolaborasi dengan pihak asing. Jadi, penyebutan itu tidak ekstrim tetapi sudah sesuai dengan realitas/kenyataan. Sehingga menjadi jelas bagi kaum Muslim diseluruh penjuru dunia bahwa Nasiruddin al-Albani jelas-jelas adalah seorang agen CIA dan bagian dari Tatanan Dunia Baru Zionis.

Lihat Versi English: A Note on the Absurd Fatwa of al-Albani Regarding Palestine

Fatwa Nashiruddin Albani: Bangsa Palestina Harus Meninggalkan dan Menyerahkan Negerinya Kepada Yahudi

Lihatlah fatwa Albani di bawah ini yang dihimpun oleh Ukasyah Abd al- Manan, hal. 18 (lihat gambar yang diberi garis bawah), kira-kira terjemahannya sebagai berikut:

Soal: Penduduk Tepi Barat (Wilayah di Palestina -red-) Apakah boleh keluar dan hijrah ke negeri kedua (negara lain -red-)?

Jawab (si Albani): Wajib keluar…. wajib keluar wahai saudaraku dari negeri dimana mereka tidak mungkin (tidak mampu) mendepak kaum kafir dari negerinya,… mereka harus hijrah ke bumi dimana memungkinkan mereka menjalankan syariat Islam.

Wahhabi Albani Fatwa Against Palestinians

DAN BERIKUT TAMBAHAN LAIN TENTANG KEBODOHAN ALBANI 

Wahhabi Albani Fatwa Against Palestinians(alsunna.org)

Question:
As salamou ^alaykoum Dear brothers,

Please, do you have the original copy of the ‘fatwa’ of al albaniyy concerning the Palestinian in which he says that it’s blasphemy for the Palestinian to stay in Palestin.

I m waiting for your answer.

Answer:
Wa ^Alaykum As-Salam,
Al-Albaniyy (Big leader of the Wahhabis) says: it’s Kufur for the Palestinians to stay in Palestine”!! Look at Al-Liwa’ Newspaper date 7/7/93 and book: “Fatawi Al Albaniy” p/18… Why did he say that? Ask them.

Also Al wahhabiah say that the believers other than them(!) are Kuffar and they are worthy of being slayed and their property and women and children are halal to be taken even though they praise the people of Shirk and the jews and the Mushriks of Quraysh who faught the Prophet Sallallahu ^alayhi wassallam and opposed him such as Abi Lahb and Abi Jahl, for, they are believers to wahhabies and they claim that they are most pious and sincere to Allah more than the ones who make tawassul and tabarruk to the Awliya’.

Not only they had that belief, but they also wrote it and put in a book called “How do we understand Tawheed” Authored by Ahmad Bashmeel and it was distributed in Ridad year 1987.

And they declared blasphemy to the leaders of the four Madahib (As-Shafi^iy, Abu Hanifah, Malik and Ahmad bin Hanmbal) and to the followers of the four Madhahib. Yes they had the guts to say such ugly things. Look in their book “Ad-Deen Al Khalis” p/140 printed in Beirut/Lebanon.!!!

Perbedaan Pandangan Syeikh Nashiruddin al-Albani as-Salafi al-Wahhabi dengan Sang Proklamator Syeikh Ir. Soekarno asy-Syafi’i al-Indunisi

ALBANI BERKATA:

ومما لا أصل له قول المدعو ناصر الدين الألباني إنه يجب على أهل فلسطين الهجرة والخروج منها وعدم بقائهم مع اليهود، وذلك قياسًا بهجرة رسول الله صلى الله عليه وسلم من مكة إلى المدينة وقال: إن هذه هي السنّة.

والصواب: إن هذا الكلام مجرد هراء، لا بل هي فتوى صهيونية. وهو قياس فاسد وقول كاسد. وقد نشرت في جريدة اللواء الأردنية بتاريخ 7/7/1993 صحيفة 16. وورد ذلك أيضًا في كتاب “فتاوى الألباني” جمع عكاشة عبد المنان ـ طبع مكتبة التراث صحيفة18

Wajib bagi penduduk Palestina hijrah dan keluar dari negerinya, diserahkan kepada Yahudi” (Fatwa-Fatwa Albani dihimpun oleh Ukasyah Abd al-Manan, hal. 18).

— vs. —

SANG PROKLAMATOR PRESIDEN PERTAMA RI BERKATA:

Selama kemerdekaan bangsa Palestina beloem diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itoelah bangsa Indonesia berdiri menantang pendjadjahan israel !!” (Soekarno, 1962).

Kita sebagai warga negara Indonesia patut berbangga memiliki sosok pahlawan nasional Sang Proklamator Ir. Soekarno. Ketahuilah kita lahir dan besar di Indonesia sebagai orang Indonesia bung, bukan orang Saudi seperti sekarang ini.

Tidak cukup dengan fatwa Albani tentang Palestina, ulama-ulama Salafi Saudi lain seakan tidak mau ketinggalan membuat fatwa yang menikam bangsa Palestina dan mengagungkan zionis Yahudi dan sekutunya. Silahkan disimak beberapa diantara fatwa tersebut.

FATWA SHALIH BIN FAUZAN BIN ABDULLAH AL FAUZAN

Kejadian tahun lalu . Demo anti-Israel terjadi dimana-mana. Baik di negara Islam maupun di negara Barat yang non Muslim. Bahkan juga di beberapa kota di Amerika, karibnya negara Yahudi itu. Banyak demo yang berlangsung damai meskipun di dalamnya disampaikan orasi- orasi galak karena gemas dengan arogansi negara Zionis Yahudi itu, seperti yang dilakukan oleh mahasiswa, partai Islam, dan ormas-ormas di Indonesia. Ketika jumhur ulama dunia menyatakan dukungan kepada Palestina dengan berbagai tindakan, justru Syekh Saalih Al Fauzan, ulama Saudi ini mengeluarkan fatwa lain.

Berikut fatwa Shalih Al Fauzan: para demonstran yang mendukung perlawanan bangsa Palestina melawan Israel sebagai yang membuat kerusakan di bumi (fassad fill Arad) dengan mengatakan bahwa mereka hanyalah menimbulkan kemarahan dan agresi yang menghasut.

Shalih Al Fauzan pendukung zionis
Shalih Al Fauzan yang anti demo Palestina

Fakta membuktikan Yahudi Israel yang 60 tahun bercokol menjajah tanah Palestina dan telah memborbardir Gaza dengan ribuan ton bom dan membunuh dan melukai ribuan orang, mereka disebut apa? Lalu Amerika yang memporakporandakan kehidupan di Iraq, setelah memfitnah Iraq memiliki senjata pemusnah massal dan menggantung Saddam Hussein disebut apa? Lalu Amerika yang menyerang Afganistan habis-habisan dengan dalih mencari Usama bin Laden disebut apa? Lalu Hosni (yang tidak) Mubarak yang memblokade Gaza dari belakang, dan sampai kini tidak mendukung Palestina, dia disebut apa? Lalu Saudi Arabia yang menyediakan banyak tanahnya bagi pangkalan militer Amerika Seritkat yang kemudian membuat kerusakan perikehidupan di Saudi sendiri dan juga kerusakan serta ketidakadilan di Timur Tengah, dia disebut apa? Kalau berdemo saja disebut fassad fil ardh, lalu Amerika, Zionis Israel, dan negara-negara Arab yang pro AS itu sedang berbuat apa?

Adakah si Shaalih Al Fauzan mengeluarkan fatwa untuk kerusakan yang sangat dahsyat diseluruh dunia yang dilakukan oleh Amerika Serikat, Israel dan sekutu-sekutunya termasuk pemerintahannya sendiri (Arab Saudi), Mesir, Jordan dan Raja-Raja Arab lainnya? Saudi Arabia kesekian kalinya membuat kita -atau saya- prihatin.

Sejalan dengan Shalih Al Fauzan yang mengecam keras para demonstran saat itu, Syeikh Saleh Al Luhaidan as-Salafi al-Wahhabi pun tidak mau kalah dengan shohibnya tersebut.

Saleh Al Luhaidan berfatwa bahwa: demonstrasi yang terjadi di jalanan negara Arab menentang kebiadaban Zionis Israel dan membela warga Gaza termasuk membuat “Fasad Fi Al-ArdHi” atau kerusakan di muka bumi, tidak ada kebaikannya dan perbuatan yang melalaikan manusia dari mengingat Allah. Ia menambahkan bahwa pelaku demonstrasi adalah orang-orang yang tak berakal.

Sebelumnya bertolak belakang dengan fatwa Al Fauzan dan Al Luhaidan, seorang ulama Saudi Arabia lainnya, Sheikh Awad Al- Qarni, justru menyerukan agar dilakukan penyerangan terhadap fasilitas dan orang Israel dimanapun berada, sebagai pembalaaan atas serangan brutal Israel terhadap Palestina di Gaza. Maka ganjarannya adalah ulama Saudi yang berani yang berani menentang zionis Yahudi israel tersebut ditangkap oleh petugas keamanan Saudi Arabia.

Mungkin diantara pembaca sering melihat dalam buku-buku Islam, selebaran, dan brosur-brosur, dan majalah tertulis nama Syeikh Shalih Bin Fauzan Bin Abdullah Al FauzanSekelumit tentang Syekh Saalih al-Fauzan perlu diketahui. Dia adalah seorang Ulama dan Pejabat kehakiman Saudi Arabia. Dia juga ketua hakim mahkamah Agung dan ulama hukum top bidang Islam (Syari’ah) di sana. Statemen Ulama tersebut muncul setelah Saudi Arabia diguncang demonstrasi anti serangan Israel ke wilayah Gaza. Dalam demo tersebut, seorang demonstran terluka dan 11 orang lainnya ditangkap polisi. Syeikh Fauzan juga merupakan anggota Dewan ulama, yang bertugas memberikan nasehat kepada Mufti Besar Saudi Arabia. Lihat selengkapnya: http://lintasankatahati .blogspot.com/2009/01/fatwa-nyeleneh-s yekh-saalih-al-fauzan.html.

FATWA MUQBIL BIN HAADI

Lihat juga ulama kenamaan Salafi Wahabi, Syeikh Muqbil bin Haadi

ﺳﺌﻞ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻣﻘﺒﻞ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﻛﻤﺎ ﻓﻲ ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺠﻴﺐ ﺹ 145:” ﻣﺎ ﺭﺃﻳﻜﻢ ﻓﻲ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﺍﻹﺳﻼﻣﻲ ﻭﺣﺮﻛﺔ ﺍﻟﻤﻘﺎﻭﻣﺔ ﺍﻹﺳﻼﻣﻴﺔ ﺣﻤﺎﺱ ﻓﻲ ﺍﻷﺭﺍﺿﻲ ﺍﻟﻌﺮﺑﻴﺔ ﺍﻟﻤﺤﺘﻠﺔ ﻓﻲ ﻓﻠﺴﻄﻴﻦ

Pertanyaan : Bagaimana pendapat Anda tentang kelompok Jihad Islam dan pergerakan Hamas di tanah Arab Palestina yang kini dijajah?

ﻓﺄﺟﺎﺏ ﺭﺣﻤﻪ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ :ﺃﻣﺎ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺣﻤﺎﺱ ﻓﻬﻲ ﺟﻤﺎﻋﺔ ﺣﺰﺑﻴﺔ ﻻ ﺗﺄﻣﺮ ﺑﻤﻌﺮﻭﻑ ﻭﻻ ﺗﻨﻬﻰ ﻋﻦ ﻣﻨﻜﺮ

Jawaban : (Maka Syaikh Muqbil menjawab dalam Tuhfatul Mujiib 145), “Semoga Allah merahmatinya, perihal Hamas, maka (Hamas) ini merupakan suatu Hizbi/ Kelompok. Mereka tidak memerintahkan kebajikan dan mereka tidak mencegah dari kemungkaran. Justru mereka menyalahkan dan menghalangi Ahlus Sunnah”.

ﻭﺗﻨﻜﺮ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺴﻨﺔ ﻭﻟﻮ ﺣﺼﻞ ﻟﻬﻢ ﻧﺼﺮ ﻟﻔﻌﻠﻮﺍ ﻛﻤﺎ ﻓُﻌﻞ ﻓﻲ ﺃﻓﻐﺎﻧﺴﺘﺎﻥ ﻳﻮﺟﻪ ﺑﻌﻀﻬﻢ ﺇﻟﻰ ﺑﻌﺾ ﺍﻟﻤﺪﻓﻊ ﻭﺍﻟﺮﺷﺎﺵ ﻷﻧﻬﻢ ﻟﻴﺴﻮﺍ ﻋﻠﻰ ﻗﻠﺐ ﻭﺍﺣﺪ

Dan jika mereka menerima bantuan atau pertolongan, maka sungguh akan melakukan seperti yang dilakukan dalam Afghanistan (atas Ahlussunnah), dengan masing-masingnya memutar senjata mesin dan meriam mereka (Hamas) menyerang pada yang lain (Ahlusunnah). Lihat selengkapnya http://www.sahab.net/sahab/ showthread.php?s=67a40fb3925472 5e880dec4bf1b75df6&threadid=295768. ﺗﺤﻔﺔ ﺍﻟﻤﺠﻴﺐ ﺹ 145:).

FATWA ALU AL SYEKH

Sekarang kita lihat juga Abdul Aziz Alu al Syekh Mufti Besar Rais “Haiah Kibar Ulama” atau Pimpinan Dewan Pembesar Ulama Wahhabi-Salafy Arab Saudi, bikin “fatwa hebat” yang akan membuat bahagia kaum Zionis. Kejadian ini Ketika para ulama dan aktivis dunia pembela hak-hak azasi manusia memberikan dukungan kepada perjuangan rakyat Mesir menentang rezim korup dan zalim yang menjadi antek dan kaki-tangan zionis Israel dan Amerika di Timur-Tengah, Sang Mufti dalam khutbah Jum’atnya di Riyad, 4 Pebruari 2011, malah terang- terangan dan dengan suara lantang mendukung Rezim Tiran dan Diktator Husni Mubarak. Tidak hanya mendukung rezim tiran dan anti islam tapi sang mufti Syekh Abdul Aziz Alu Al Syekh menuduh demo damai menentang kezaliman rezim Husni Mubarak dan Diktator Tunisia Ben Ali yang anti Islam itu adalah perbuatan makar musuh-musuh Islam.

Dan sangat ironis sekali Arab Saudi yang konon mengaku sebagai negeri Islam dengan mempraktekkan ajaran para salaf malah menjadi tempat pengasingan Diktator Ben Ali si penentang syariat Islam, salah satunya adalah pelarangan jilbab. Di bawah ini pernyataan dan dukungan Syekh Abdul Aziz Alu al Syekh yang dilaporkan media Arab Saudi milik keluarga Amir al Saud “Al Sharq Al :”Awsat

ﻣﻔﺘﻲ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ ﻳﺤﺬﺭ ﻣﻦ ﻣﺨﻄﻂ ﻟﺘﻘﺴﻴﻢ ﺍﻟﻤﻨﻄﻘﺔ ﺇﻟﻰ « ﺩﻭﻝ ﻣﺘﺨﻠﻔﺔ» ﺍﻧﺘﻘﺪ ﺍﻟﻤﻈﺎﻫﺮ ﺍﻻﺣﺘﺠﺎﺟﻴﺔ ﻓﻲ ﺗﻮﻧﺲ ﻭﻣﺼﺮ ﺍﻟﺮﻳﺎﺽ: ﺗﺮﻛﻲ ﺍﻟﺼﻬﻴﻞ ﺣﺬﺭ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ، ﻣﻔﺘﻲ ﻋﺎﻡ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ، ﻣﻤﺎ ﻭﺻﻔﻪ ﺑـ «ﻣﺨﻄﻂ» ﻳﺴﻌﻰ ﻣﻦ ﺧﻼﻟﻪ ﺇﻟﻰ ﺗﻘﺴﻴﻢ ﺍﻟﻤﻨﻄﻘﺔ ﺇﻟﻰ « ﺩﻭﻝ ﻣﺘﺨﻠﻔﺔ »، ﻋﻠﻰ ﺣﺪ ﺗﻌﺒﻴﺮﻩ، ﻭﺫﻟﻚ ﻋﻠﻰ ﺧﻠﻔﻴﺔ ﺍﻷﺣﺪﺍﺙ ﺍﻟﺘﻲ ﺷﻬﺪﺗﻬﺎ ﻛﻞ ﻣﻦ ﺗﻮﻧﺲ ﻭﻣﺼﺮ. ﻭﻓﻲ ﺧﻄﺒﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﻟﻘﺎﻫﺎ ﺃﻣﺲ ﻓﻲ ﺟﺎﻣﻊ ﺍﻹﻣﺎﻡ ﺗﺮﻛﻲ ﺑﻦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ (ﻭﺳﻂ ﺍﻟﻌﺎﺻﻤﺔ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ )، ﺍﻧﺘﻘﺪ ﺍﻟﻤﻔﺘﻲ ﺍﻟﻌﺎﻡ ﻟﻠﺒﻼﺩ، ﺍﻟﻤﻈﺎﻫﺮ ﺍﻻﺣﺘﺠﺎﺟﻴﺔ ﺍﻟﺘﻲ ﺷﻬﺪﺗﻬﺎ ﺍﻟﻤﺪﻥ ﺍﻟﺘﻮﻧﺴﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﺼﺮﻳﺔ. ﻭﻫﺎﺟﻢ ﻛﺬﻟﻚ ﻣﺎ ﻭﺻﻔﻪ ﺑـ « ﺍﻹﻋﻼﻡ ﺍﻟﺠﺎﺋﺮ»، ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺼﻮﺭ ﺍﻷﺣﺪﺍﺙ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ. ﻭﺑﺮﺭ ﺍﻟﻤﻔﺘﻲ ﺍﻧﺘﻘﺎﺩﻩ ﻟﻠﻤﺴﻴﺮﺍﺕ ﺍﻻﺣﺘﺠﺎﺟﻴﺔ ﻭﺍﻟﻤﻈﺎﻫﺮﺍﺕ، ﻟﻜﻮﻧﻬﺎ ﺗﻔﻀﻲ ﺇﻟﻰ ﺳﻔﻚ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻭﻧﺸﻮﺀ ﺣﺎﻻﺕ ﺳﻠﺐ ﻭﻧﻬﺐ، ﻛﻤﺎ ﺣﺪﺙ ﻓﻲ ﻣﺼﺮ. ﻭﻗﺎﻝ : « ﺇﻥ ﻣﻦ ﺃﺳﺒﺎﺏ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﻭﺍﻟﻐﻮﺍﻳﺔ ﻭﺍﻟﻀﻼﻟﺔ ﺇﺛﺎﺭﺓ ﺍﻟﻔﺘﻦ ﺑﻴﻦ ﺍﻟﺸﻌﻮﺏ ﻭﺍﻟﺤﻜﺎﻡ ﻓﻲ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻤﻈﺎﻫﺮﺍﺕ ﻭﺍﻟﻤﺴﻴﺮﺍﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﻫﻲ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ ﺍﻟﺘﻲ ﺟﻲﺀ ﺑﻬﺎ ﻟﻀﺮﺏ ﺍﻷﻣﺔ ﻓﻲ ﺻﻤﻴﻤﻬﺎ ﻭﺗﺸﺘﻴﺖ ﺷﻤﻠﻬﺎ ﻭﺗﻘﺴﻴﻤﻬﺎ . ﺇﻥ ﻟﻬﺎ ﻧﺘﺎﺋﺞ ﺳﻴﺌﺔ ﻭﻋﻮﺍﻗﺐ ﻭﺧﻴﻤﺔ، ﻣﻨﻬﺎ ﺳﻔﻚ ﺍﻟﺪﻣﺎﺀ ﻭﺍﻧﺘﻬﺎﻙ ﺍﻷﻋﺮﺍﺽ ﻭﺳﻠﺐ ﺍﻷﻣﻮﺍﻝ ». ﻭﻧﺒﻪ ﻣﻔﺘﻲ ﻋﺎﻡ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ ﻭﺭﺋﻴﺲ ﻫﻴﺌﺔ ﻛﺒﺎﺭ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﻓﻴﻬﺎ، ﺇﻟﻰ ﻣﺎ ﻭﺻﻔﻬﺎ ﺑـ « ﺍﻟﻔﻮﺿﻮﻳﺎﺕ» ﺍﻟﺘﻲ ﻳﺘﻢ ﺇﺣﺪﺍﺛﻬﺎ ﺩﺍﺧﻞ ﺍﻟﺪﻭﻝ ﻣﻦ ﺃﺟﻞ ﺍﻹﺿﺮﺍﺭ ﺑﺄﻣﻨﻬﺎ ﻭﺿﺮﺏ ﺍﻗﺘﺼﺎﺩﻳﺎﺗﻬﺎ. ﻭﻗﺎﻝ: « ﺇﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻟﻔﻮﺿﻮﻳﺎﺕ ﺇﻧﻤﺎ ﺟﺎﺀﺕ ﻣﻦ ﺃﻋﺪﺍﺀ ﺍﻹﺳﻼﻡ ﻭﺍﻟﺬﻳﻦ ﻳﺨﻀﻌﻮﻥ ﻟﻬﻢ ». ﻭﺩﻋﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﺬﺭ ﻣﻦ « ﻣﻜﺎﺋﺪ ﺍﻷﻋﺪﺍﺀ» ، ﻣﻨﺒﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺃﻥ ﺍﻟﻐﺎﻳﺔ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻈﺎﻫﺮﺍﺕ ﺇﺿﻌﺎﻑ ﺍﻟﺸﻌﻮﺏ ﻭﺍﻟﺴﻴﻄﺮﺓ ﻋﻠﻴﻬﺎ ﻭﺇﺷﻐﺎﻟﻬﺎ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﺮﻫﺎﺕ ». ﻭﺃﻛﺪ ﺍﻟﻤﻔﺘﻲ ﺍﻟﺸﻴﺦ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺁﻝ ﺍﻟﺸﻴﺦ، ﻋﻠﻰ ﺿﺮﻭﺭﺓ ﺍﺳﺘﺸﺮﺍﻑ ﺍﻷﻫﺪﺍﻑ ﺑﻌﻴﺪﺓ ﺍﻟﻤﺪﻯ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﺨﻄﻄﺎﺕ ﺍﻟﺘﻲ ﺗﺘﻢ ﻓﻲ ﺑﻠﺪﺍﻥ ﺍﻟﻤﻨﻄﻘﺔ . ﻭﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﻫﻨﺎﻙ « ﻏﺎﻳﺔ ﺑﻌﻴﺪﺓ ﺍﻟﻤﺪﻯ ﻟﻀﺮﺏ ﺍﻷﻣﺔ ﻓﻲ ﺻﻤﻴﻤﻬﺎ ﻭﺿﺮﺏ ﺍﻗﺘﺼﺎﺩﻫﺎ ﻭﺗﺨﻄﻴﻂ ﺑﻌﻴﺪ ﺍﻟﻤﺪﻯ ﻟﺘﺤﻮﻳﻠﻬﺎ ﺇﻟﻰ ( ﺩﻭﻝ ﻣﺘﺨﻠﻔﺔ )»، ﻣﺆﻛﺪﺍ ﻋﻠﻰ ﺃﻫﻤﻴﺔ ﺍﻟﻮﻗﻮﻑ ﻣﻦ ﺍﻷﻣﻮﺭ «ﻣﻮﻗﻒ ﺍﻻﻋﺘﺪﺍﻝ ». ﻭﻧﺒﻪ ﻣﻔﺘﻲ ﻋﺎﻡ ﺍﻟﺴﻌﻮﺩﻳﺔ، ﻣﻦ ﺍﺣﺘﻤﺎﻟﻴﺔ ﺃﻥ ﺗﻤﺘﺪ ﺭﻗﻌﺔ ﺍﻷﺣﺪﺍﺙ ﻟﺘﺸﻬﺪﻫﺎ ﺩﻭﻝ ﺃﺧﺮﻯ . ﻭﻗﺎﻝ « ﺇﻥ ﻣﺼﺎﺏ ﺍﻷﻣﺔ ﺟﻠﻞ ﻋﻨﺪﻣﺎ ﻧﺴﻤﻊ ﺃﻥ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﺣﺪﺍﺙ ﺗﺘﻨﻘﻞ ﻣﻦ ﻣﻜﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﻣﻜﺎﻥ، ﻧﺎﺭ ﺃﻭﻗﺪﺕ، ﺍﻟﻴﻮﻡ ﻫﻨﺎ ﻭﻏﺪﺍ ﻫﻨﺎﻙ ». ﻭﺣﺬﺭ ﻓﻲ ﺳﻴﺎﻕ ﺧﻄﺒﺔ ﺍﻟﺠﻤﻌﺔ، ﻣﻦ ﻣﻐﺒﺔ ﺍﻻﻧﺴﻴﺎﻕ ﻭﺭﺍﺀ ﻣﺎ ﻭﺻﻔﻪ ﺑـ« ﺍﻹﻋﻼﻡ ﺍﻟﺠﺎﺋﺮ»، ﻭﺍﻟﺬﻱ ﻗﺎﻝ ﺇﻥ ﻣﻦ ﺻﻔﺎﺗﻪ ﺃﻥ ﻳﻜﻮﻥ ﺁﻟﺔ ﻟﻠﺘﺨﺮﻳﺐ، ﻭﻭﺳﻴﻠﺔ ﻟﺘﺴﻮﻳﻖ ﺍﻟﺸﻌﺎﺭﺍﺕ ﺍﻟﺒﺮﺍﻗﺔ، ﻭﻧﻘﻞ ﺍﻷﺣﺪﺍﺙ ﻋﻠﻰ ﻏﻴﺮ ﺣﻘﻴﻘﺘﻬﺎ .

Mufti Arab Saudi Memperingtkan Agenda Pemecah Belahan Timur Tengah Menjadi Negera-Negara Yang Terbelakang! Ia mengkritik keras aksi demo di Tunis dan Mesir! Riyadh: Turki Shahîl Syeikh Abdul Aziz Âlu Syaikh –Mufti Agung Kerajaan Arab Saudi- memperingatkan apa yang ia sebut sebagai agenda yang bertujuan memecah belah Timur Tengah menjadi negera-negera yang terbelakang. Ia tegaskan itu terkait dengan peristiwa- peristiwa yang terjadi di Tunis dan Mesir. Dalam khutbah Jum’at yang disampaikan di masjid jami’ Imam Turki ibn Abdul Aziz (di tengah ibu kota Arab Saudi), Mufti Agung Kerajaan, fenomena demo damai yang disaksikan kota-kora besar di Tunis dan Mesir. Ia menyerang keras apa yang ia namai dengan media zalim yang menggambarkan peristiwa-peristiwa tidak sesuai hakikatnya! Mufti membenarkan kecamannya atas aksi demo damai bahwa ia mengarahkan kepada pertumpahan darah dan terjadinya kondisi kacau dan penjarahan di Mesir. Ia berkata: “Sesungguhnya di antara sebab fitnah, kekacauan dan kesesatan adalah diungkit- ungkitnya fitnah antara rakyat dan para penguasa dalam demo dan aksi damai yang mana ia termasuk perkara-perkara yang didatangkan untuk memukul umat pada intinya dan memecah belah kesatuannya serta mempetak-petaknya. Sesungguhnya ia membawa akibat-akibat yang buruk dan jelek. Di antaranya, tercucurnya darah-darah dan diinjak- injaknya kehormatan dan dijarahnya harta. Mufti yang selakigus Pimpinan Dewan Pembesar Ulama mengingatkan apa yang ia namai sebagai Kekacauan yang terjadi di negeri-negeri itu untuk menimbulkan keguncangan keamanan dan menghantam perekonommiannya. Ia berkata: Sesungguhnya kerusauhan itu datangnya dari mush-musuh Islam dan mereka yang tunduk kepada mereka! Ia mengajak agar berhati-hati dari makar musuh seraya mengingatkan bahwa tujuan dari aksi-aksi damai itu adalah untuk melemahkan bangsa-bangsa dan menguasainya serta menyibukkannya dengan hal-hal sepele! Mufti; Syeikh Abdul Aziz menegaskan juga akan keharusan mewaspadai agenda- agenda jangka panjang dari taktik yang telah diterapkan di negeri-negeri Timur Tengah. Ia berkata, “Di sana ada tujuan jangka panjang untuk menghantam umat dalam intinya dan menghantam perekonomiannya dan ada agenda jangka panjang untuk memetak-metak Timur Tengah menjasdi negeri-negeri yang terbelakang. Ia menekankan keharusan mengambil sikap moderat dalam masalah ini. Mufit Arab Saudi mengingatkan akan kemungkinan merembetnya teka pristiwa- pristiwa yang disakisikan oleh daerah ini (Timur Tengah) ke negeri-negeri lain. Ia berkata, “Sesungguhnya musibah umat ini sangat berat ketika kita mendengar peristiwa-peristiwa itu berpindah dari satu tempat ke tempat lain, api yang dikobarkan. Hari ini di sini dan esok di sana! Ia juga mengingatkan dalam khutbah jum’atnya dari akibat buruk terhanyut di belakang apa yang ia namai sebagai media massa zalim dan yang bertindak sebagai alat perusak serta sarana untuk menjajakan slogan-slogan menipu dan menayangkan pristiwa tidak pada hakikatnya.

Anda perlu ketahui bahwa gelar “Alu Syeikh” atau “Alu Al Syeikh” atau “Alu Asy-Syeikh” adalah gelar yang diberikan bagi ulama-ulama yang merupakan keturunan dari Syeikh Muhammad bin Abdu Wahhab. Dan Muhammad bin Abdul Wahab sendiri adalah pendiri sekte Salafi Wahabi yang dikendalikan Yahudi yang sudah diramalkan oleh Rasulullah SAW tentang kemunculannya, tentang fitnah dua tanduk syetan dari Najed.  Para ulama menyatakan fitnah pertama adalah Musailamah Al Kaddzab dan yang kedua fitnah Muhammad bin Abdul Wahab. Jadi, jika anda melihat dalam buku-buku dan referesnsi tertulis seperti “Syeikh Blablablabla Alu Syeikh”, maka bisa ditebak yang dimaksud sebagai keturunan dari Muhammad bin Abdulwahab. Maka berhati-hatilah, meninggalkannya adalah lebih selamat.

Begitulah sekelumit fatwa-fatwa ulama Saudi mengenai Palestina yang perlu anda ketahui agar tidak mudah dikelabui oleh Yahudi. Silahkan anda simpulkan sendiri baik buruknya fatwa-fatwa dari Albani, Al Fauzan, Muqbil, Alu Syeikh, dan Sheikh Awad Al- Qarni. Pendapat pribadi sebagai Warga Negara Indonesia lebih memilih pernyataan Sang Proklamator, Pahlawan Nasional, Presiden 1 RI, Bapak Ir. Soekarna yang berkata:

Selama kemerdekaan bangsa Palestina beloem diserahkan kepada orang-orang Palestina, maka selama itoelah bangsa Indonesia berdiri menantang pendjadjahan israel !!” (Soekarno, 1962)

Banggalah sebagai bangsa yang mempunyai presiden seperti Ir. Soekarno. Berkat presiden Soekarno juga songkok nasional peci hitam senantiasa meneminya bisa terangkat ke dunia dan menjadi kebanggaan bersama bangsa Indonesia.

Dimana bumi dipijak disitulah langit dijunjung. Semoga bermanfaat dan Matur NUwun.

(berbagai sumber)

Tulisan berjudul Fatwa Nashiruddin al-Albani: Bangsa Palestina Harus Meninggalkan dan Menyerahkan Negerinya Kepada Yahudi terakhir diperbaharui pada Tuesday 27 November 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


8 thoughts on “Fatwa Nashiruddin al-Albani: Bangsa Palestina Harus Meninggalkan dan Menyerahkan Negerinya Kepada Yahudi

  1. Sebenarnya asal fatwa tersebut adalah dari soal-jawab pelajaran atau kajian rutin kitab Umdatul Fiqh karya Ibnu Qudamah pekan kemarin (Senin, 10 Maret 2014). Saya sendiri menghadiri kajian tersebut dengan beberapa teman Indonesia lainnya. Saat itu masuk pada kitab jual beli, bab tentang jual-beli yang terlarang. Beliau menjelaskan panjang lebar tentang macam-macam jual beli yang dilarang.

    Seperti biasa, diakhir pelajaran ada sesi Tanya jawab. Salah satu pertanyaan berbunyi

    “ Ada di sebagian rumah makan ada system yang disebut al bukh** al maftuh, (gambaranya yaitu) bayar 100 Riyal lalu makan semaunya. Apakah hal ini boleh?”

    Lalu beliau menjawab (yang intinya), “Kalau menurut saya hal ini tidak boleh, karena majhul/tidak jelas, tidak tahu apa yang dimakan. Mungkin dia makan banyak, mungkin dia makan seseuatu yang mahal atau (sebaliknya) sesuatu yang murah. Tidak diketahui, majhul. Yang dimakan dia yang tidak jelas. Adapun jika mengatakan segala sesuatu dengan harganya, jika kamu makan ini maka harganya sekian, jika makan yang ini sekian maka ini diketahui maka hal ini tidak mengapa ”

    Silahkan jika ada yang ini dengar kajian secara utuh disini: http://www.alfawzan.af.org.sa/sites/default/files/umdah-09-05-1435-01.mp3 (soal itu ada di menit 01:00:00)

    Sama sekali beliau tidak mengharamkan sistem prasmanan. Lebih tidak benar lagi jika dikatakan alasannya “beralasan bahwa sistem prasmanan membuka peluang seseorang untuk makan berlebihan dan tidak terkontrol”. Bahkan diakhir jawaban beliau diatas jelas sekali beliau mengisyaratkan bolehnya prasmanan.

    Beliau mengharamkan system “bayar sekian, silahkan makan sepuasnya” karena unsur jahalahnya/ketidakjelasan. Dan sebagai seorang alim beliau bisa salah bisa benar. Jika benar silahkan diikuti, jika salah maka ikuti pendapat yang lebih benar. Bahkan diawal jawaban beliau dengan jelas mengisyaratkan bahwa itu pendapat beliau pribadi (beliau mengatakan “amma indy”, kalau menurut saya). Syaikh Fauzan (demikian juga Mufti syaikh Abdulaziz) adalah seorang ulama’ yang disegani di Saudi Arabia (tidak seperti yang digambarkan dalam berita). Beliau cukup tegas dan hati-hati dalam berfatwa.

    Allahu A’lam. sutrisno W, Riyadh

    Reply
  2. Bukankah ada hadits pula yang menyatakan bahwa shaf-shaf yang tidak rapat akan diisi oleh syaithon? Saya lupa detail haditsnya.

    Lalu apakah kita akan biarkan roka’at kedua dst dicampuri oleh syaithon?

    Wallahu a’lam

    Reply
  3. Bismillah, dapat dikatakan dan dilihat disini jelaslah apa yg dikatakan oleh penulis syi’ah diatas, mereka berani berkata tanpa ilmu, tanpa bukti yg haq, dan percaya dengan logika bukan dengan dalil yg haq. Mereka berani mengkafirkan para sahabat Nabi muhammad sholallahu ‘alaihi wassalam yg jelas2 sdh dijamin masuk surga. Sedangkan antum, apakah antum sdh yakin dan dijamin masuk surga dn lebih baik dr sahabat Nabi sholallahu ‘alaihi wassalam baik dr segi taqwa, ketaatan, ibadah, dan perilaku sebagai islam. Wa na ‘udzubillan min dzalik. Wallahu ‘alam.

    Reply
  4. apasih enaknya caci maki dgn dalih amar ma’ruf nahi mungkar? apasih susahnya melembutkan bahasa? bukankah mulut adalah jendela hati?

    “lebih dungu dari keledai”….?
    bukankah cukup denganengisyaratkan
    “tidak seperti itu maksudnya”

    “Pendusta”..? lebh santun kitanya jika mengatakan “hal ini tidak benar”..

    yang diajarkan Rasulullah terhadap adab sesama Muslim kan begitu bahkan terhadap non muslim yg tidak mengganggu..

    mana akhlaq Nabi…?

    mencaci maki itu persis makan daging…! selalu ingin nambah, selalu ingin resep baru..! cuman masalahnya dagingnya adalah dagin manusia bahkan daging para ulama…

    daging ulama itu Pahit…

    Reply

Post Comment