Habib Novel bin Muhammad Alaydrus Rangkul Pemuda Mencintai Ilmu

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Berbicara soal ilmu, orang yang satu ini bersemangat. Hari-harinya dipenuhi dengan belajar dan menebar ilmu kepada siapa pun. Tidak memandang suku, ras dan agama. Dialah pria yang memiliki nama lengkap Habib Novel Alaydrus.

Semangat menebar ilmu bagi pria kelahiran 27 Juli 1975 ini tak lepas dari pendidikan ilmu agama yang diperoleh di Pondok Pesantren Pasuruan, Jawa Timur. Setelah mengenyam hidup di ponpes selama tujuh bulan, Habib Novel kemudian menuntut ilmu agama di bawah asuhan Habib Anis bin Alwi Alhabsy selama 12 tahun. Hingga pada akhirnya, Habib Novel menikahi putri Habib Anis yang bernama Fatimah Qonita.

Dalam perkembangannya, Habib Novel kemudian dikenal oleh masyarakat sekitar sebagai mubaligh cadangan. “Artinya ketika penceramah tidak datang, saya disuruh menggantikan karena dipaksa oleh keadaan. Untuk suatu kebaikan saya tidak pernah bilang ti­dak bisa, se­mua harus di­coba. Dan Alhamdulillah sampai sekarang saya bisa berbagi ilmu,” cerita Habib Novel saat ditemui Espos, di rumahnya Jl Dewutan No 112, RT 001/RW 016, Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Kamis (8/11/2012).

Perjuangan Novel dalam menebarkan ilmu agama kepada semua orang dimulai dengan mengadakan pengajian di rumah beberapa temannya. Sekitar tiga tahun lalu, pengajian yang dikenal dengan sebutan majelis ilmu hanya dihadiri oleh 100 orang. Majelis ilmu itu terus berkembang hingga sekarang. “Sekarang ini, jamaah yang hadir mencapai 3.000-4.000 orang. Sasaran dakwah saya memang kepada kalangan pemuda. Karena mereka mempunyai semangat tinggi untuk mengetahui sesuatu. Kalau pemuda diarahkan dengan baik hasilnya akan menjadi baik. Dan ternyata mereka [kaum muda] juga haus ilmu agama,” terang bapak dari tiga anak ini.

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus (Foto: mediaummat.co.id)

Dalam menebarkan ilmu kepada kaum muda, Habib Novel tidak membedakan asal usul dan latar belakang dari pemuda tersebut. “Mau preman, pemabuk atau pemuda dari berbagai latar belakang tetap saya rangkul. Syaratnya hanya satu, saat mengikuti majelis ilmu tidak boleh mabuk dan dalam kondisi normal,” papar Habib Novel dengan senyum.

Kini, tiap satu pekan sekali yakni Jumat malam, rumah yang dijadikan tempat majelis ilmu dan dzikir Ar-Raudhah didatangi ribuan orang dari berbagai kalangan baik dari Soloraya maupun luar Solo. Satu hal yang unik, setiap orang yang datang pada pengajian akan disambut dengan ramah.

(Solopos)

Tulisan berjudul Habib Novel bin Muhammad Alaydrus Rangkul Pemuda Mencintai Ilmu terakhir diperbaharui pada Tuesday 13 November 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment