Habib Novel Muhammad Alaydrus Launching Buku “Umat Bertanya Ulama Menjawab” di Masjid Agung Solo

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Mubaligh, penerjemah sekaligus penulis produktif, Habib Noval bin Muhammad Alaydrus bakal menggelar bedah buku berjudul Umat Bertanya Ulama Menjawab disertai Tablig Akbar dengan tema Sebuah Seruan untuk Kembali Mengikuti Ulama. Hal itu diadakan guna mendekatkan para ulama dengan masyarakat umum.

Acara yang digelar Minggu (11/11/2012) di Masjid Agung Solo tersebut ditargetkan akan dihadiri 15 ribu orang dari berbagai elemen ormas Islam se-Soloraya maupun masyarakat umum.

Pimpinan Majelis Ar-Raudhah Solo ini menjelaskan, acara tersebut merupakan lanjutan dari Tablig Akbar yang selama ini dilaksanakan di Sritex Arena, Solo. “Kebetulan Masjid Agung sangat terbuka sehingga kita optimis dapat mengundang masyarakat dalam jumlah sebesar itu. Masjid Agung ini kan aset Kota Solo, sudah semestinya masyarakat Solo memanfaatkan masjid ini dengan sebaik-baiknya,” ucapnya dalam jumpa pers, Rabu (7/11/2012).

Habib Novel bin Muhammad Alaydrus
Habib Novel bin Muhammad Alaydrus

Terkait tema yang diambil Noval dalam acara tersebut, saat ini banyak orang yang bingung dan jalan sendiri-sendiri dalam memahami isi Al Qur’an. “Dengan mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan ulama, maka akan memudahkan masyarakat dalam memahami penyelesaian masalah serta memahami apa isi yang terkandung dalam Al Qur’an. Namun, ulama yang dipilih harus ulama yang benar-benar kompeten dan dapat dipercaya,” imbuhnya.

(Timlo.Net)

Tulisan berjudul Habib Novel Muhammad Alaydrus Launching Buku “Umat Bertanya Ulama Menjawab” di Masjid Agung Solo terakhir diperbaharui pada Monday 12 November 2012 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


2 thoughts on “Habib Novel Muhammad Alaydrus Launching Buku “Umat Bertanya Ulama Menjawab” di Masjid Agung Solo

  1. saya membaca artikel di atas sungguh geleng2 kepala. senyum keheran-heranan. karna artikel di atas menunjukkan bodohnya penulis dalam masalah dien. smg Allah menunjukkan jalan kepada antum. Nahdhiyiin, kasihan meraka. na’udzubillah.

    Reply
  2. alhamdulillah
    washsholatu wassalamu ‘alaa Rosulillah wa’alaa alih

    bagaimanapun kebusukan ditutupi akan terbuka juga,
    sejarah wahaby yang menginginkan satu pemahaman dan mengingkari perbedaan adalah usaha yang sia2, meskipun dengan cara2 radikal, berbeda itu tetaplah sunnatulloh.

    terima kasih buat penulisnya semoga bisa memberi penyadaran bagi kita semua dan semoga bisa menghasilkan buku2 yg lebih baik lagi

    Reply

Post Comment