MP3 Kajian Islam Ahlussunnah Bersama Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf Pasuruan Jawa Timur

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين

Habib Taufiq bin ‘Abdul Qadir Assegaf adalah seorang da’i kondang yang berasal dari kota santri, Pasuruan, Jawa Timur. Beliau dilahirkan dalam tahun 1969. Semasa kecil, Habib Taufiq diasuh oleh ayahandanya, Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf, dengan sebaik-baik asuhan dan didikan agama. Melengkapi bimbingan yang ia terima dari sang ayah, ia pun melanjutkan ta’limnya kepada ulama dan habaib yang ada di Pasuruan, salah satunya Habib Ahmad bin Hadi Al-Hamid.

Tak hanya Habib Ahmad, rumah habaib dan ulama ternama kota Pasuruan satu per satu ia datangi, untuk menimba ilmu mereka. “Karena itu minimlah ilmu saya. Karena saya tidak belajar seperti halnya para lulusan pesantren luar negeri,” kata Habib Taufiq merendah.

Setelah banyak belajar dari ulama dan habaib yang ada di kota Pasuruan, ia melanjutkan pelajarannya kepada seorang ulama Surabaya, yakni Habib Umar bin Hasyim Ba’agil, yang dikenal kefaqihannya. Selama belajar kepada Habib Umar, ia tinggal di Surabaya selama seminggu dan seminggu kemudian di Pasuruan. Aktivitas itu ia jalani sampai Habib Umar bin Hasyim Ba’agil wafat.

Setelah menggali ilmu ke berbagai tempat dari para ulama dan habaib, mulailah ia merintis dakwah, melanjutkan rintisan dakwah para pendahulunya. Pada awalnya ia hanya membuka madrasah di Jln. K.H. Wahid Hasyim (barat masjid kota) Pasuruan. Ia kemudian melanjutkan pengelolaan madrasah yang pernah diasuh oleh Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf (kakeknya) dan Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf (ayahnya).

Untuk mematangkan konsep dan langkah berdakwah, sejak tahun 2003 yang lalu ia mendirikan Pondok Pesantren Sunniyah Salafiyah di Jln. Sidogiri, KM1, Kraton, Pasuruan yang menggunakan sistem halaqah dan mengkaji kitab-kitab salaf ahlussunnah wal jama’ah. Meski pesantrennya tergolong masih muda usianya, tetapi kini di Jawa Timur pengaruh pesantrennya ini sangat besar.

Majalah Islam Cahaya NabawiyUntuk melebarkan sayap dakwahnya, dengan modal semangat bajanya dalam berdakwah ia memberanikan diri menerbitkan Majalah Cahaya Nabawi. Media dakwah ini adalah terobosan dakwahnya yang kreatif dan terbukti efektif untuk dapat masuk pada rumah-rumah kaum muslimin di berbagai penjuru wilayah tanah air. Di balik kebersahajaan majalah ini, terkandung isi yang sarat dengan ajaran agama. Amat wajar bila majalah ini pun cepat merebut pangsa pasar yang tersebar di tanah air.

Selain membagi waktu untuk mengelola majalah, ia juga rajin menyampaikan taushiyah. Di tengah kesibukannya mengelola ta’lim, majalah, radio, dan berceramah di sekitar Pasuruan, ia juga berdakwah ke berbagai wilayah di perbagai penjuru tanah air. Bahkan jangkauan dakwah Habib Taufiq merambah pada wilayah-wilayah yang terpencil.

Sampai sekarang ia secara rutin membina umat di daerah-daerah yang minoritas muslim, seperti daerah Tengger, Sampit, Bali. Habib Taufiq juga tak segan-segan mengirim santri-santrinya dan mendampingi masyarakat yang awam pengetahuan agama.

Di tengah kesibukannya berdakwah langsung ke masyarakat, ia juga juga mempunyai jadwal tetap, yakni mengajar ta’lim di rumahnya di Jln. K.H. Wahid Hasyim atau tepatnya di barat masjid kota Pasuruan tiap hari jam enam pagi dan diteruskan dengan pembacaan kalam salaf. Majelis ta’lim yang sudah berlangsung turun-temurun dari sang kakek, Habib Ja’far bin Syaikhan Assegaf, dan ayahnya, Habib Abdul Qadir bin Husein Assegaf, yakni membaca kitab Ihya Ulumiddin, yang diikuti masyarakat Pasuruan dan sekitarnya.

Melihat perkembangan zaman yang sangat menghawatirkan bagi kaum muslimah, Habib Taufiq kemudian berinisiatif mendirikan pondok pesantren putri, yang kemudian dinamainya ”Azzahra”, dengan tujuan mengembalikan kaum muslimah ke jalan yang sesuai dengan Al-Qur’an dan sunnah, serta mengikuti jejak para salafunash shalihin.

Agar dakwahnya lebih syi’ar, setiap ta’lim di rumahnya maupun di pesantrennya dipancarkan langsung melalui Radio Suara Nabawiy, yang juga berada di bawah pengelolaannya, melalui frekuensi 107 FM dan 747 AM Pasuruan.

Keberadaan radio Suara Nabawy ternyata merangsang berdirinya sejumlah radio dakwah lain di Jawa Timur, yang sebagian besar dikelola oleh para dai muda yang pernah belajar kepadanya, seperti oleh Habib Hasan Al-Muhdhar di Kraksan, Probolinggo, Habib Umar Al-Hamid di Jember, Habib Sholeh Bin Jindan di Banyuwangi, serta beberapa radio dakwah lainnya di kawasan Tapal Kuda.

Dan berikut kami hadirkan beberapa mp3 kajian Islam ahlussunnah bersama Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf Pasuruan yang berhasil dihimpun dari sahabat Sayid Ahmad Fauzi Bin Yahya:

DOWNLOAD KUMPULAN MP3 KAJIAN ISLAM AHLUSSUNNAH BERSAMA HABIB TAUFIQ BIN ABDUL QADIR ASSEGAF PASURUAN

Jangan sampai ketinggalan untuk ikut berdakwah meneruskan risalah Rasulullah صلى الله عليه وسلم dengan memasang link banner situs Ngaji Yuk! pada blog atau situs anda. Insya Allah anda akan diganjar dengan pahala berlipat ganda.Klik di sini untuk mendapatkan kode link banner.

Tulisan berjudul MP3 Kajian Islam Ahlussunnah Bersama Habib Taufiq bin Abdul Qadir Assegaf Pasuruan Jawa Timur terakhir diperbaharui pada Sunday 24 February 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment