Video Kajian Islam Tentang Hukum Perayaan Valentine Day (Hari Valentine)

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

بسم الله الرحمنِ الرحيم. الحمد لله رب العالمين وصلى الله على سيدنا محمد النبي الأمي وآله الطاهرين وصحابته أجمعين

Sebelum menjelaskan hukum merayakan valentine day kita harus tahu hakikat valentine day itu sendiri. Sebab slogan yang di angkat dalam valentine day adalah cinta atau hari kasih sayang, yang hal itu juga sangat diajarkan oleh Islam. Hal ini sangat mengundang kerancauan atau kesalah pahaman hingga banyak dari kaum muslimin tergesa-gesa menerima bahkan mengokohkan, membela dan ikut memeriahkannya. Padahal kalau kita cermati dengan seksama dan kita renungi permasalahannya maka akan sangat gamblang dan jelas hukumnya.

Dikatakan oleh para ulama “al-hukmu ala syaiin far’un an tasowwurihi“, yang artinya: menghukumi sesuatu itu harus tahu terlebih dahulu gambaran dari permasalahan yang akan dihukumi. Maksudnya adalah “Jikalau orang ingin menghukumi sesuatu maka tentunya ia harus tahu benar akan sesuatu yang akan dihukumi supaya tidak salah”. Gambaran sederhananya adalah, seseorang yang menjelaskan hukum halal dan haram diharuskan tahu dua hal. Pertama, tahu hakikat halal dan haram. Halal adalah sesuatu yang direstui atau diizinkan oleh Allah SWT sedangkan haram adalah sesuatu yang dilarang oleh Allah SWT dan mengundang murkanya. Kedua, tahu hakekat sesatu yang di hukumi halal atau haram dalam hal ini adalah masalah valentine day.

Valentine day adalah perayaan kejadian yang asal-usulnya sangat bertentangan dengan aqidah Islam. Sebelum orang nasrani merayakanya, valentine adalah hari memperingati “kelahiran tuhan” di Rumania yang mereka yakini. Kemudian di dalam sebagian masyakat Nasrani, valentine adalah hari untuk mengenang seorang tokoh Nasrani Santo Valentino yang mati di hari itu yang akhirnya di abadikan dan dirayakan sebagai hari valentine. Asal usul valentine banyak perbedaan hingga sebagian kaum Nasrani Itali menolak peryaan hari valentine.

Lebih dari itu valentine day sudah menjadi tradisi dan budaya yang dibesarkan oleh sekelompok orang dengan acara yang diwarnai dengan hal yang bertentangan dengan syariat Islam mulai dari hura-hura, mabuk-mabukan dan bercampurnya laki-laki dan perempuan. Dan itu semua bukan budaya dan syiarnya orang yang beriman. Budaya semacam ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Maka dari itu merayakan valentine day berada di luar rambu-rambu ajaran Islam.

Jadi jika ada orang Islam yang mengikuti budaya itu berarti hukumnya adalah haram dengan dua keharaman:

  • Pertama, mengagungkan tokoh kafir Santo Valentino.
  • Kedua, membesarkan syiarnya orang fasiq dan orang yang tidak beriman.

Semoga Allah SWT memberi kepada kita kesadaran untuk menjauhi segala yang haram dan semoga mengampuni kita semua. Wallohu A’lam Bishshowab.

Untuk selengkapnya, silahkan simak video rekaman Penjelasan Fatwa Buya Yahya tentang Valentin Day:

Jangan lupa kunjungi & Like FP Buya Yahya serta invite Pin BB-nya: 2304A270, WhatsApp: 082118725116, YM: majelis_albahjah@yahoo.com. Website :  www.buyayahya.orgwww.buyayahya.tvwww.buyayahya.com. Semoga bermanfaat dan Matur NUwun.

Tulisan berjudul Video Kajian Islam Tentang Hukum Perayaan Valentine Day (Hari Valentine) terakhir diperbaharui pada Saturday 9 February 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment