Indah dan Mulianya Kesyahidan Asy-Syeikh Muhammad Said Ramadan Al Bouti Rahimahullah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Syeikh Said Ramadan Al Bouti selain wafat di majelis yang mulia yakni di majelis ilmu, majelis tafsir Qur’an, dan di dalam masjid, juga meninggal di malam yang mulia yakni di malam Jum’at, dan di waktu yang mulia yakni di antara Maghrib dan Isya, dan dalam keadaan punya wudhu’, serta dalam keadaan melakukan hal yang sangat mulia/ amalan sholih yakni mengajarkan ilmu tafsir Qur’an adalah ilmu yang paling pokok dalam syariat dan paling tinggi kedudukannya, lebih tepatnya sedang menjelaskan penafsiran salah satu surah az-Zahrawain, yakni surah al-Baqarah dan Ali ‘Imran, seperti Sabda Nabi SAW:

“Bacalah Al-Quran karena di hari kiamat kelak ia akan datang memberikan syafa’at kepada tuannya, bacalah dua cahaya (az-Zahrawain) yaitu AL-BAQARAH dan ALI-IMRAN, karena ia berdua akan datang di hari kiamat kelak seperti dua awan besar atau sekumpulan burung yang akan melindungi tuannya, bacalah AL-BAQARAH karena barangsiapa yang mengambilnya akan mendapat berkat, meninggalkannya adalah penyesalan, dan yang mengambilnya dapat menghalang sihir. “(Hadits ini dishahihkan oleh Imam Muslim).

Beliau Syaikh Muhammad Sa’d Ramadhan Al-Buthi juga wafat dalam kemuliaan-kemuliaan yang lain. Salah seorang yang selamat dari pembunuhan itu, Syaikh Usamah Al-Azhari menuturkan:

“SYEIKH SYAHID AL BOUTI TERBUNUH DALAM KEADAAN MEMELUK DAN MEMBACA AL QUR’AN, KETIKA ITU BELIAU SEDANG MEMBACA SURAT ALI ‘IMRAN AYAT KESEPULUH. BELIAU WAFAT DALAM POSISI DUDUK DI MIMBARNYA, NAMUN SAAT PARA PEMBUNUH HENDAK MEMBAWA JENAZAHNYA, TIBA-TIBA JENAZAH BELIAU TERSUNGKUR LALU BERSUJUD. JENAZAHNYA MENDADAK MENJADI BERAT SELAMA BEBERAPA WAKTU HINGGA PARA PEMBUNUH TAK DAPAT MENGANGKATNYA. MEREKA LALU PERGI TANPA MAMPU MEMBAWA JENAZAH BELIAU.”

Subhanallah, beliau syahid dan husnul khotimah insya Allah.

Dan sungguh aneh bin ajaib, jika ada orang yang katanya ulama dan disebut MUHADDITS ABAD INI oleh pengikutnya, mendo’akan Syeik Said Ramadan Al Bouti dengan do’a berikut: “Aku mohon kepada Allah agar Allah memanjangkan umurmu (wahai Al-Buuthy) dan Allah membongkar rahasia keburukanmu”. Dan lebih ironis lagi, ini ditulis sendiri oleh orang yang  katanya Al Ustadz yang memang sejak awal tidak suka dengan kesyahidan Syeikh Al Bouti yang tulisannya sukanya menjelek-jelekan muslimin lain bahkan para ulama hanya karena berbeda paham dan pendapat dengan kelompoknya dan hanya kelompoknya sendirilah yang dianggap paling benar. Menyedihkan lagi ini diikuti oleh segelintir media-media provokator yang merasa paling nyunnah.

Wahai saudaraku, layakkah yang katanya MUHADDITS ABAD INI disebut sebagai Ulama dengan do’a jelek seperti itu? Adakah ulama dan ustadz yang mendo’akan kejelakan muslim lain? Dan apakah Rasulullah SAW pernah berdo’a jelek terhadap orang lain bahkan kepada orang yang jelas-jelas membenci dan memusuhinya sekalipun?

Bandingkan dengan do’a Syaikh Al Bouti terhadap orang-orang yang membencinya. Pada beberapa hari sebelum kewafatannya, Syeikh Al Bouti rahimahullah berkata: “Setiap apa yang berlaku padaku atau yang menuduhku daripada ijtihadku, maka aku harap ia tidak terlepas dari ganjaran ijtihad.” (maksudnya: yang tuduhannya benar mendapat dua ganjaran dan yang tidak benar mendapat satu ganjaran. Seperti ucapan syaikh al Bouti inilah seharusnya ucapan seoarang Ulama yang layak disebut sebagai ulama Shalih).

Tulisan berjudul Indah dan Mulianya Kesyahidan Asy-Syeikh Muhammad Said Ramadan Al Bouti Rahimahullah terakhir diperbaharui pada Friday 29 March 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Indah dan Mulianya Kesyahidan Asy-Syeikh Muhammad Said Ramadan Al Bouti Rahimahullah

Post Comment