Kumpulan Kalimat Caci Maki Yang Dilontarkan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani As-Salafi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Terlalu banyak kalimat cacian, hinaan, dan sumpah serapah yang dilontarkan Syeikh Nashiruddin al-Albani kepada para ulama terdahulu dan zaman sekarang, sehingga tidak terhitung lagi jumlahnya karena begitu banyaknya kata-kata kotor yang keluar dari mulut yang oleh pengikut setianya digelari Muhadits Abad Ini. Sampai-sampai ulama asal Yordania, Syaikh Hasan bin Ali As-Segaf merangkum cercaan dan cacian mulut kotor al-Albani dalam sebuah kitab berjudul Qamus Syata’im al-Albani (Kamus Caci Maki al-Albani). Kitab setebal 206 halaman ini berisi tentang caci-maki al-Albani kepada para ulama terdahulu maupun ulama kontemporer.

Albani telah menghina dan mencaci maki para ulama dengan ungkapan-ungkapan yang tidak pantas dan tidak layak, beberapa diantaranya adalah:

  •  himar khassaf (keledai dungu)
  • waqah (tidak punya rasa malu)
  • syiddatu humqih (sangat tolol!)
  • dhahalatu aqlih (sesat otaknya)
  • istifhalu jahlil (ketololannya amat sangat!)
  • jahul (orang tolol!)
  • mubtadi’ (ahli bid’ah)
  • dhal (sesat)
  • kadzdzab (pendusta)
  • mumawwih (pemalsu)
  • mulabbis (penipu)
  • ghairu mu’tamin ‘ala din (tidak amanah dalam agama)
  • kanud (kufur nikmat)
  • jahil (orang bodoh)
  • halik (binasa)
  • muta’ashshib (fanatik)
  • azhim ul-ghaflah (sangat sembrono)
  • thabl la yadri ma yakhruj min ra’sih (gendang yang tidak tahu apa yang keluar dari kepalanya)
  • ka dhartati ‘air fi al-’ara (seperti ringkikan keledai liar di tanah lapang)
  • fanzhuru ila iffatihi bal ufunatih (lihatlah kebersihannya bahkan kebusukan-kebusukannya)
  • huwa akdzab min himari hadza (dia lebih dusta dari keledaiku ini)
  • rafidhi mitslu al-himar (dia seorang rafidhi seperti keledai)
  • dan lain sebagainya

Dan masih terlalu banyak lagi ungkapan-ungkapan kotornya yang lain, yang itu menunjukan kerendahan akhlaknya dan ketidaklayakannya untuk diikuti dan diambil ilmu darinya. Lihatlah wahai para pembaca! sebenarnya al-Albani sedang mempertontonkan aibnya sendiri!

Jika al-Albani adalah pakar ulama hadits (seperti klaim para pengikutnya), maka apakah layak dirinya dipercaya dalam menshahihkan dan mendha’ifkan hadits-hadits Nabi SAW? Seorang perawi hadits yang makan sambil berdiri atau duduk-duduk di pinggir jalan saja tidak boleh diterima hadits-haditsnya, apalagi ini, al-Albani yang gemar mencaci-maki (apalagi dia sudah terbukti kecerobohannya dan kebohongannya).

Pantaskah ulama hadits berakhlaq seperti itu? Tidakkah dia mengamalkan hadits-hadits Nabi SAW tentang akhlaq yang dia riwayatkan sendiri? Nabi SAW bersaabda :

ليس المسلم بالسّباب ولا بالفاحش ولا البذي

“Bukan seorang muslim yang suka mencaci-maki, berkata kotor, ataupun mencela”

Tidak hanya itu, begitu banyak kesalahan dan kekeliruan al-Albani dalam menilau suatu hadits. Di dalam kitabnya al-Albani sering menilai dhaif suatu hadits, tetapi di kitabnya yang lain dinilai shohih, dan begitu pun sebaliknya. Koreksi pun datang dari berbagai ulama atas kecerobohan al-Albani dalam menilai hadits bahkan banyak diantaranya kesalahan al-Albani dikoreksi oleh para pengikutnya sendiri. Selengkapnya silahkan simak tulisan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al Albani Adalah Muhadits Abad Ini?. Dan simpulkan sendiri apakah al-Albani layak disebut sebagai Muhadits Abad Ini.

HATI-HATILAH DENGAN BUKU-BUKU ISLAM YANG BEREDAR DI TOKO-TOKO BUKU/ PAMERAN ISLAMIC BOOK FAIR YANG BERTULISKAN “DITAKHRIJ/ TASHIH OLEH SYEIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL ALBANI” ATAU “HADITS INI DISHAHIHKAN OLEH SYEIKH MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI” ATAU SEJENISNYA. BAGI ORANG AWAM JAUHI DAN BUANG JAUH BUKU-BUKU SEMACAM INI. MINTALAH PETUNJUK KEPADA PARA ULAMA, KYAI, HABAIB AHLUSSUNNAH TENTANG BUKU-BUKU ISLAM YANG BAIK DAN BAGUS SEBAGAI REFERENSI BACAAN KITA.

Tulisan di atas ini tidak bermaksud menjatuhkan seseorang tapi semata-mata sebagai nasehat dan peringatan bagi kita agar lebih berhati-hati dalam menerima paham-paham baru ajaran-ajaran yang datang dari mereka yang suka menuduh bid’ah, sesat, syirik dan kafir terhadap muslim lain yang mengatasnamakan al-Qur’an dan Sunnah serta agar tidak salah dalam memilih ulama sebagai panutan kita. Semoga kita dan keluarga kita serta keturunan kita terlindungi dari fitnah akhir zaman, mudah-mudahan bermanfaat dan Matur NUwun.

Judul : Qamus Syata’im al-Albani
Pengarang : Sayyid Hasan bin Ali As-Segaf
Penerbit : دار الامام النووي
Bahasa : Arab
Tebal : 206 halaman
DOWNLOAD !

Tulisan berjudul Kumpulan Kalimat Caci Maki Yang Dilontarkan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani As-Salafi terakhir diperbaharui pada Sunday 31 March 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Kumpulan Kalimat Caci Maki Yang Dilontarkan Syeikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani As-Salafi

  1. Mungkin akan lebih bijak kalau kita mencoba memadukan perkataan ulama yang berbeda agar pembaca dan siapa saja bisa memiliki gambaran dalam masalah tsb,
    1. Penggunaan tasbih bisa masuk kedalam “bid’ah” manakala si pemakai meyakini bahwa memakai tasbih merupakan sunnah / hal yang mendatangkan pahala..
    2. Penggunaan tasbih tidak masuk ke dalam “bid’ah” manakala si pengguna tidak meyakini bahwa memakai tasbih adalah sunah, ia memakai hanya sekedar agar tidak lupa bilangan wiridnya. Tasbih hanya sebuah sarana yang memudahkan dalam beribadah, bukan merupakan bentuk ibadah. Yang semisal dg itu adalah pengeras suara, memakai motos saat ke masjid, dll

    Reply

Post Comment