Buku Baru: Menjawab Dakwah Kaum Salafi Karya Prof. DR. Ali Jumuah – April 2013

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Umat Islam di seantero dunia beberapa dekade belakang ini begitu gencar digelinding oleh gerakan dakwah yang cenderung bersifat ekstrem bahkan sangat meresahkan, tak terkecuali di Indonesia. ‘Aksi’ takfir (pengkafiran), tasyriik (pemusyrikan), maupun tabdii’ (pembid’ahan) boleh dikatakan paham yang lagi ngetren dewasa ini.

Fenomena ini tidak hanya mengeroposi bingkai-bingkai ukhuwah Islamiyah, namun telah sampai pada tataran merusak pondasi-pondasi agama yang telah menjadi konsensus bersama. Dan, kemajuan teknologi informasi makin mendorong meluasnya ‘fatwa-fatwa’ mereka laksana air terlepas dari salurannya. Kekacauan fatwa (faudha al-fataawa) pun tidak bisa terelakan. Umat Islam pun kebingungan.

Buku “Menjawab Dakwah Kaum Salafi” ini merupakan salah satu buku intelektual yang representatif menjawab berbagai permasalahan terkait dengan pemahaman kaum yang menamakan diri “Salafi” itu. Mulai dari soal sunnah dan bid’ah, taklid, maulid Nabi, ziarah ke makam Rasulullah, tawassul, tabaruk, hingga mengklaim kedua orang tua Rasulullah SAW sebagai ahli neraka.

Buku yang memuat berbagai bantahan ilmiah dan rasional ini, ditulis langsung oleh Mufti Agung Mesir, Prof. DR. Ali Jum’ah. Dengan demikian buku ini sangat pantas untuk dibaca dalam rangka menjawab kegelisahan yang meruyak di tengah umat Islam dewasa ini.

DAFTAR ISI

PENDAHULUAN

MASALAH-MASALAH YANG MENJADI FOKUS DAKWAH KAUM SALAFI WAHABI

BAB 1. Mensifati Allah dengan Tempat

BAB 2. Menghina Pengikut Mazhab Asy’ariyah

BAB 3. Mengingkari Taklid Kepada Mazhab Fikih yang Empat

BAB 4. Berani Berfatwa Tanpa Keahlian dan Aturan

BAB 5. Memperluas Pemahaman Bid’ah dan Mengklaim Mayoritas Kaum Muslimin Sebagai Ahlul Bid’ah

BAB 6. Mengharamkan Tawasul Kepada Nabi dan Menganggapnya Syirik Kepada Allah

BAB 7. Mengharamkan Shalat di Masjid yang Terdapat Makam dan Menyatakan Wajib Membongkarnya

BAB 8. Menganggap Tabaruk (Mencari Keberkahan) dengan Atsar Rasulullah dan Orang Saleh Sebagai Perbuatan Syirik

BAB 9. Mengharamkan Peringatan Maulid Nabi dan Menganggapnya Bid’ah yang Sesat

BAB 10. Mengharamkan Safat untuk Ziarah ke Makam Rasulullah, para Nabi, dan Orang Saleh

BAB 11. Menuduh Orang yang Ber-tarajji (Mengharapkan Sesuatu) dengan Berkata ‘Demi Nabi’ Termasuk Tindakan Syirik Kecil

BAB 12. Mengklaim Kedua Orang Tua Rasulullah SAW Sebagai Ahli Neraka di Hari Kiamat

BAB 13. Menganggap Orang yang Sudah Meninggal Tidak Lagi Memiliki Perasaan Apapun Terhadap Orang yang Menziarahi Makamnya

BAB 14. Mengingkari Banyak Bacaan Zikir, Wirid, dan Hizib

BAB 15. Menganggap Biji Tasbih Sebagai Bid’ah

BAB 16. Menjadikan Penampilan Lahir (Pakaian dan Cadar) Sebagai Bagian dari Ibadah

BAB 17. Berdakwah Tanpa Persiapan dan Mencampuradukan Antara Nasihat Agama dan Ilmu

BIOGRAFI PENULIS

Buku Menjawab Dakwah Kaum Salafi karya Syeikh Ali Jumu'ah

Judul Buku: Menjawab Dakwah Kaum Salafi – Jawaban Ilmiah Terhadap Pemahaman dan Cara Dakwah Kaum ‘Salafi Wahabi’

Penulis: Prof. DR. Ali Jumu’ah (Mufti Agung Mesir)

Tebal: 247 halaman

Penerbit: Khatulistiwa Press

ISBN: 978-602-17576-0-4

Cetakan: April 2013

(KH. Thobary Syadzily)

Tulisan berjudul Buku Baru: Menjawab Dakwah Kaum Salafi Karya Prof. DR. Ali Jumuah – April 2013 terakhir diperbaharui pada Saturday 20 April 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


13 thoughts on “Buku Baru: Menjawab Dakwah Kaum Salafi Karya Prof. DR. Ali Jumuah – April 2013

  1. jangan turuti hawa nafsumu pak idrus ramli ,sampeyan ini sudah tau kebenaran ko msh keras kepala , bertaubatlah sebelum terlambat jgn banyak membuat dusta & fitnah ,jangan cari pujian dengan agama ini ,saya lihat sampeyan ini ko kayakny pingin sekali dipuji orang , kalau sudah kalah debat ya sudah tidak usah cari jalan untuk membela diri menutupi kebodohan.
    Allahu yahdika

    Reply
    1. kayak anda tdk melambung saja klo kena pujuan. jika pendapat orang lain senada dg kecenderungan hati anda, mk anda akan duka dan anda senang dg nya. jk ada hal itu terjadi di pihak lain anda akan mengatakan “sy lihat anda senang sekalu dipuji” pdhal andapun jg sama. interopeksi kok cm nyuruh, mbok ayo interopeksi bareng2 gtu,…

      Reply
  2. mister afnan, kaum salafy teman2 anda demikian gencar mebid’ahkan dan menganggap syirik amalan kaum muslimin, lantas apakah jika ada di antara kami menjawab tuduhan dusta kalian, lalu kalian tuduh lagi dengan “ingin dipuji, menutupi kebodohan” dan lain-lain?
    so, marilah kita berdebat dan berdialog dengan cerdas!

    Reply
  3. untuk nomor satu hal tsb di bantah langsung oleh Kyai Thobari, beliau menulis dalam akun facebook beliau :

    DIALOG ILMIAH “ASWAJA VS SALAFI WAHABI DI BATAM”
    =====================================

    Dalam dialog ilmiah hari Sabtu pagi, 28 Desember 2013 M. / 1435 H. di Batam antara Aswaja dan Salafi Wahabi, sengaja saya tidak bicara karena waktunya sangat sempit sekali yaitu masing-masing pihak untuk dua orang nara sumber, baik dari pihak Aswaja maupun Salafi Wahabi, hanya diberikan waktu 20 menit oleh moderator, sehingga saya mewakilkan sepenuhnya kepada Ustadz Idrus Romli untuk angkat bicara, dan saya yakin ustadz Idrus Ramli dapat menyelesaikan permasalahan yang akan dibahasnya tentang tuduhan bid’ah dan musyrik yang dilontarkan Salafi Wahabi terhadap Aswaja dapat diselesaikan dengan baik, rapih, teratur, universal, dan tidak setengah-setengah. Dan, alhamdulillah dengan pembahasan dan pemaparan yang begitu gamblang, ternyata tuduhan Salafi Wahabi itu tidak terbukti. Itulah fakta sebenarnya di lapangan. Jadi, apabila Salafi Wahabi mengulangi kembali perbutannya dengan tuduhan bid’ah dan syirik terhadap amalan para ulama Ahlussunnah wal Jama’ah, maka itu harus diproses secara hukum.

    Adapun diamnya saya dalam dialog dan menyerahkan sepenuhnya kepada ustadz Idrus Ramli untuk angkat bicara, itu menunjukkan sikap lunak hati saya agar tidak memicu konflik atau kerusuhan di bawah gedung yang telah dipenuhi ribuan massa yang sedang emosi. Jika saya bicara dan bisa membuktikan bahwa setiap amalan ulama itu ada dalil-dalilnya, sudah barangtentu massa dengan paksa akan memasuki gedung dialog, meskipun dijaga ketat oleh puluhan atau ratusan aparat keamanan dan polisi. Olehkarena itu, saya tidak menginginkan hal demikian.

    https://www.facebook.com/thobary.syadzily/posts/674795662565064

    Reply
  4. inilah..dari dulu sampai sekarang …. kelemahan umat Islam,,,ummat terbesar di dunia… mudah dipecah belah diadu domba… rebut pinter tapi asline sudah pada keblinger.. pendapat dilawan argumen,,,fatwa dilawan dalil ga ada abis2 nya…makanya umat islam hanya menjadi penonton di era global sekarang…lihat betapa miskinnya umat islam…betapa bodohnya anak2 islam…karena para pemimpin islam sibuk berdebat saja tiap hari… bukan memikirkan perut umat…tetapi lebih memikirkan kepentingannya sendiri

    Reply
  5. Menurut ane mah ga usah dibuat buku segala. Kalo ingin mengkoreksi datengin aja langsung ust felix siaw. Ustad felix juga manusia biasa nggak luput dari kesalahan. Kasih tau yg benar & yg salahnya dimana fair kan. Masalahnya ustad felix udah terkenal & lebih mudah diterima oleh masyarakat indonesia. Ketimbang ustad yg ngarang buku dear felixsiaw yg kurang dikenal oleh masyarakat indonesia. Anda pasti mengerti maksud ane

    Reply
  6. Yakin anda ini muslim???yakin ada itu K.Haji??
    Jika anda muslim shrusnya anda mencontoh Rosululloh saat menegur shabatnya…….rosul menegur di kala sendiri bukan di depan khalayak ramai
    Kalo niatnya baik tgur langsung dtangi beliau g perlu takut ust felix g akan marah ko
    G boleh jahat gitu ya pa….bahaya loh kl alloh yg jahatin bpk,,sgera deh tarik buku itu dari peredaran

    Reply
  7. SUDAHLAH jangan berdebat kusir,,, jalanin saja kepercayaan kalian sendiri-sendiri TAPI jangan mengikuti orang2 terdahulu tanpa pengetahuan ‘ilmu’. Tugas kita hanya saling memberi / bertukar pendapat yg sesuai dengan ilmunya. Setelah itu terserah masing2, toh pertanggung jawaban masing2 pada Allah. Jalani saja kehidupan ini jangan memecah / terpecah belah. Iqra…. kalau banyak iqra kalian termasuk dalam orang yang berusaha mencari jalan yg lurus… Setelah itu biarlah urusan Allah.

    Reply
  8. Kalau melihat 4 Fatwah U Felix Siauw bener tidak ada yng menyimpang justru mengingatkan ke Sang Khaliq, tdk boleh ta’kabur, Intinya Kekuasan Allah Multlak Bumi yang kita pijak Bumi Allah, ya Kita harus berAcuan ke pada Allah, tidak lain Hanya Allah…Lha kalau masih mepertentangkan yang Khaq dan tdk mau mengikuti aturan/hukum2 Allah, silah kan keluar dari Bumi Allah,… Ustd2 Muda sekarang banyak sekali yang di beri Hidayah oleh Allah…. sehingga lebih luas wawasannya, buku2 banyak yng dikaji, situs2 Islam Syariat dunia banyak untuk di gali dengan access internet artinya Ustz Muda menguasai teknologi Informasi jadi Ilmu nya jauh lebih banyak, di banding Ustz2 tahun 50 – 60 an lahirnya…… Coba kita berfikir Cerdas, sesuai Hadist Nabi Muhammad SAW Orang yang Cerdas/Pinter/Smart/Jenius adalah orang yang memikirkan Mati… Syukron.

    Reply

Post Comment