Hukum Memainkan Rebana

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Lagi, program acara Khazanah Trans 7 yang menyesatkan mengeluarkan fatwa “haram” memainkan rebana. Begitu ngawurnya, Khazanah Trans 7 mengatakan bahwa memainkan rebana bagi laki-laki meski dengan shalawatan adalah bid’ah, sesat, dan masuk neraka. Hati-hatilah dengan acara Khazanah Trans 7 yang mengajarkan kesesatan dalam Islam karena sudah dipengaruhi sekte sesat aqidah Wahabi. Sekte yang dibuat oleh Muhammad bin Abdul Wahab, fitnah Najed seperti yang digambarkan oleh Rasulullah yang akan menimpa umat.

Bagaimanakah hukum memainkan rebana menurut Islam ahlussunnah wal jama’ah? Mari kita simak bersama tulisan dari Al-Mukarrom KH. Thobary Syadzily.

Boleh hukumnya memainkan rebana (dan diiringi dengan pembacaan shalawat) meskipun di dalam masjid, misalnya untuk kepentingan acara pernikahan. Hal itu diterangkan di dalam kitab:

1. Al-Fatawi al-Kubra al-Fiqhiyyah, karya Imam Ibnu Hajar al-Haitami, jilid 4 halaman 356, cetakan “Darul Fikr” Beirut Libanon dengan keterangan sebagai berikut:

وفي الترمذي وسنن ابن ماجه عن عائشة – رضي الله تعالى عنها – أن النبي – صلى الله عليه وسلم – قال «أعلنوا هذا النكاح وافعلوه في المساجد واضربوا عليه بالدف» وفيه إيماء
إلى جواز ضرب الدف في المساجد لأجل ذلك فعلى تسليمه يقاس به غيره

Artinya:
“Dan di dalam kitab hadits “At-Tirmidzi” dan “Sunan Ibnu Majah” dari Aisyah, semoga Allah ta’ala meridhoinya !, bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siarkanlah pernikahan ini dan lakukanlah di masjid-masjid, dan mainkanlah dengan rebana ! Di dalam hadits tersebut merupakan isyarat akan dibolehkannya memainkan rebana di masjid-masjid karena acara resepsi pernikahan. Dengan demikian atas ketaslimannya (menerima hukum dibolehkannya memainkan rebana), maka dengan itu diqiyaskan atau dianalogikan kepada memainkan rebana selain untuk acara resepsi pernikahan.”

2. Sunan Ibnu Majah, jilid 1 halaman 611, cetakan “Darul Fikr” Beirut Libanon dengan keterangan sebagai berikut:

حدثنا نصر بن علي الجهضمي و الخليل بن عمرو . قال : حدثنا عيسى ابن يونس , عن خالد بن الياس , عن ربيعة بن أبي عبد الرحمن , عن القاسم , عن عائشة , عن النبي صلى الله عليه و سلم قال: أعلنوا هذا النكاح , و اضربوا عليه بالغربال

Artinya:
=====
“Telah menceritakan kepada kami Nashr bin al-Jahdhomi dan Kholil bin Amr, dia berkata: Telah menceritakan kepada kami Isya ibnu Yunus, dari Kholid bin Ilyas, dari Robi’ah bin Abi Abdurrahman, dari al-Qasim, dari Aisyah, dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: Dan siarkanlah pernikahan ini dan mainkanlah rebana !”
د

3. Sunan at-Tirmidzi, jilid 2 halaman 276, cetakan “Darul Fikr” Beirut Libanon dengan keterangan sebagai berikut:

حدثنا أحمد بن منيع . أخبرنا يزيد بن هارون . أخبرنا عيسى بن ميمون عن القاسم بن محمد , عن عائشة قالت : قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : أعلنوا هذا النكاح و اجعلوه فى المساجد , و اضربوا عليه بالدفوف . هذا حديث حسن غريب فى هذا الباب

Artinya:
=====
“Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani’. Telah menceritakan kepada kami Yazid bin Harun. Telah menceritakan kepada kami Isya bin Maimun dari al-Qasim bin Muhammad, dari Aisyah beliau berkata: Rasulullah saw bersabda: Siarkanlah pernikahan ini dan lakukanlah di masjid-masjid, dan mainkanlah dengan rebana ! Ini Hadits Hasan Gharib di dalam Bab ini.”

Tulisan berjudul Hukum Memainkan Rebana terakhir diperbaharui pada Saturday 22 June 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.