Ikutilah Pelatihan IT Ahlussunnah Audio Video Streaming di Jakarta

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Assalamu’alaikum,

INFO SEKALIGUS UNDANGAN “PELATIHAN IT ASWAJA”

Kami mengundang Majelis/ Ponpes/ Masjid/ Musholla Ahlussunnah wal Jama’ah (ASWAJA) di Indonesia.

Yuk ikuti
Pelatihan IT Ahlussunnah: Audio Video Streaming untuk Majelis dan Pondok Pesantren Ahlussunnah yang insya Alloh akan diadakan pada:

Hari/ Tanggal: Sabtu, 05 Oktober 2013
Pukul: 09.00 WIB – selesai
Tempat: Masjid Jami’ Al Mustaqim, Jl. Mampang Prapatan II Jakarta Selatan 12790

Dengan agenda: pelatihan audio streaming/ radio online dan video streaming/ tv online untuk dakwah Islam Ahlussunnah.

Pelatihan ini GRATIS dan terbuka untuk seluruh Majelis dan Ponpes ASWAJA, Putra maupun Putri. Pemberitahuan ini sekaligus UNDANGAN.

Syarat Peserta:
1. Setiap Majelis / Ponpes Ahlussunnah diwakili minimal 2 orang atau lebih
2. Bisa mengoperasikan Komputer dan Internet, minimal bisa bermain musik Winamp
3. Usia yang mewakili 15-30 tahun
4. Sangat disarankan perwakilan yang dikirimkan adalah TIK yang ada di Ponpes / Majelis
5. Setiap perwakilan dari Majelis/Ponpes minimal membawa Laptop (harus) dan Modem sendiri (tidak harus)
6. Membawa Alat Tulis sendiri

Info dan Pendaftaran ke:
Ahmad Sururi (085692086814)

Didukung penuh oleh Tim Aswaja IT Developer (www.AswajaCenter.com) dan Streaming Islami (www.StreamingIslami.com) serta TaklimNet (www.Taklim.net)

Ayo Pemuda/i Ahlussunnah saatnya ikut berjuang berdakwah tanpa batas.

Sebarkan informasi ini.

Tulisan berjudul Ikutilah Pelatihan IT Ahlussunnah Audio Video Streaming di Jakarta terakhir diperbaharui pada Wednesday 25 September 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


17 thoughts on “Ikutilah Pelatihan IT Ahlussunnah Audio Video Streaming di Jakarta

  1. ustadz selebritis yang sombong dan arogan..

    intinya dia tetep salah, dan dia mungkin kemudian sadar telah berbuat salah. Agar karirnya tidak jatuh, ia pun harus mengadakan jumpa pers dan berpura2 menjadi orang baik dengan menjelaskan peristiwanya dari sudut pandang lain yg belum tentu 100% benar.

    Reply
  2. mengingatkan orang yang salah mungkin caranya juga tidak harus dengan kekerasan yang mempunyai kadar lebih tinggi. kontak fisik secara sepihak. harusnya jika memang omongannya yang menyakitkan, kita menyelasaikan dengan omongan juga. jika telah saling memaafkan, apakah tidak mungkin timbul rasa dendam?
    bagaimanapun alasannya, pemukulan atau kontak fisik ini tidak bisa dibenarkan atas dasar klarifikasi apapun. Maaf

    Reply
  3. Admint ga usah belain yg beginian lah, jangan bawa” ahlussunnah, saya orang orang NU, Guru saya orang Hadramaut yaman tapi ga ada yg ngasih pelajaran buat hal remeh kya gini pake ngerendahin kepala orang!!! kita harus bilang salah jika salah dan kita harus bilang benar jika memang benar, jangan ngebelain ni orang hanya karena dia satu madzab dengan kita.

    Reply
    1. Setelah berada tepat di depan panggung, DH mendo’akan agar orang tersebut mendapat Hidayah dan Barokah serta Jembar Rezeqi, lalu diaminkan oleh seluruh jama’ah yang hadir. Setelah itu DH menasehatinya dengan kata-kata, “Jangan sok berani, orang lain berani tuh bela Agama Islam, kalo kamu sok berani untuk apa, cepat kamu minta maaf di depan jama’ah dan jangan mentang-mentang orang sini, kamu merasa jago dan perlu kamu tau saya juga orang sini”.
      Sebenarnya kalimat ” Jangan sok berani,…dst… ” sebaiknya tidak perlu keluar dari Ustad, cukup ustad nasihati saja, sebab kalimat itu nampak sekali ustad sudah dirasuki oleh syetan

      Reply
  4. Qulil haqqo walau kana murron..
    katakanlah yang benar walaupun itu pahit..

    admin ga usah membela si hariri.. ustad itu uswah.. tauladan.. apa yg mau ditauladani dr ustad spt itu..
    lagian dia biar sadar bhw jd ustad bukan untuk di puja-puja, bukan sok jd org hebat.. ustadz harus rendah hati, sabar, ahlaknya bagus..

    saya kok ga yakin dengan penjelasan admin.. krn di video, si kang entis udh nyembah2 gitu.. mananya yg nantangin.. ? jgn ikut2 nambahin kebohongannya.. ikut dosa..

    Reply
  5. kami tidak membenarkan perbuatan Ust. Hariri dan kamipun tidak menyalahkan para komenter-komenter,
    kami hanya ingin menjadi penengah,SESAMA UMAT MANUSIA TAK BOLEH SALING MENCELA,APALAGI SESAMA UMAT ISLAM,BAIK TIDAKNYA SESEORANG HANYA ALLOHLAH YANG TAHU,KARENA BAIK TIDAKNYA SESEORANG DILIHAT PADA AHIR HAYATNYA,Ust. Hariri hanyalah sebagai salah satu contoh,coba bayangkan kalau sebelum ahir hayatnya beliau menyesali perbuatannya,bertobat dan Alloh menerima tobatnya,siapa yang tahu….Sedangkan kita yang bergelimang dosa belum sempat bertobat,tp keburu ajal menjemput(na’udzubillah) itupun hanya Alloh yang tahu.Oleh karena itu,do’akan saja orang tersebut,semoga mendapatkan hidayah dari Alloh,dan segeralah bertobat pada Alloh, karene berburuk sangka adalah DOSA BESAR , meskipun benar adanya.sampaikan SALAMku untuk Ust. Hariri…(semoga Alloh selalu membimbingya ke jalan yang lurus,aamiiiin)

    Reply
  6. sebesar apapun kesalahan orang. islam rahmatan lil’alamiin. tidak seharusnya seorang ustad seperti itu. Ustad adalah panutan masyarakat, suri tauladan. Segala prilakunya dicontoh dan ditiru umat. Bagaimana kalau itu ditiru.

    tayangan sinetronpun banayak ditiru. apalagi seorang panutan. saya salah satu pengagum ustad hariri. saya hampir selalu menonton sinetron yang dibintangi oleh ustad. tapi sejak kejadian itu walaaaaahhhhhhh. miris hati saya.

    ada yang bilang gelar ustad kelakuan preman. miris dan malu saya sebagai muslim. apalagi yang bilang bukan muslim. tolonglah jangan seperti lilin.

    Katanya sabar dan shalat sebagai penolong. ko ngga sabar……

    Reply
  7. sebesar apapun kesalahan orang. islam rahmatan lil’alamiin. tidak seharusnya seorang ustad seperti itu. Ustad adalah panutan masyarakat, suri tauladan. Segala prilakunya dicontoh dan ditiru umat. Bagaimana kalau itu ditiru.

    tayangan sinetronpun banayak ditiru. apalagi seorang panutan. saya salah satu pengagum ustad hariri. saya hampir selalu menonton sinetron yang dibintangi oleh ustad. tapi sejak kejadian itu walaaaaahhhhhhh. miris hati saya.

    ada yang bilang gelar ustad kelakuan preman. miris dan malu saya sebagai muslim. apalagi yang bilang bukan muslim. tolonglah jangan seperti lilin.

    Katanya sabar dan shalat sebagai penolong. ko ngga sabar……

    Reply

Post Comment