Rahasia dan Keutamaan Surat al-Fatihah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Diriwayatkan dalam kitab ad-Durul Mantsur dari ‘Abdul Hamid yang meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Surat al-Fatihah itu sebanding dengan sepertiga dari al-Qur’an“.

Dalam hadits yang terdapat dalam kitab Mujibatur Rahmah fi al-Fatihah disebutkan:

Tidak ada dalam surat yang pernah diturunkan dalam kitab Taurat, Injil, Zabur maupun al-Qur’an seperti surat al-Fatihah yang merupakan as-Sab’ul Matsani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) dan juga belum pernah diturunkan kepada nabi-nabi sebelum nabi Muhammad  SAW, tidaklah engkau membacanya satu huruf dari surat al-Fatihah dan ayat terakhir dari surat al-Baqarah yaitu amanar rasulu bima unzila ilaihi min rabbihi… (sampai akhir ayat) kecuali engkau mendapatkan apa yang kau harapkan, kedua surat tersebut memberi ganjaran pahala yang tidak dapat diberikan oleh bagian lain dari al-Qur’an, seandainya surat al-Fatihah diletakan pada satu sisi dari timbangan dan al-Qur’an pada sisi lainnya maka surat al-Fatihah akan tujuh kali lebih berat.” (HR. Ibnu Zanjawaih).

Dan diriwayatkan bahwa barangsiapa membaca Bismillahir Rahmanir Rahim lalu disambung langsung dengan Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin (surat al-Fatihah) dalam satu nafas tanpa diputus maka al-Haq (Allah SWT) berfirman:

Saksikalah olehmu sekalian bahwa Aku telah mengampuninya, Aku terima segala amal kebajikannya, Aku jauhkan segala amal buruknya, tidak akan Ku bakar lisannya dalam api neraka dan aku selamatkan dirinya dari siksa kubur, siksa neraka, siksa di hari kiamat serta dari rasa takut yang amat dahsyat pada hari kiamat dan dia akan berjumpa denganKu sebelum para nabi dan para wali“.

Hadits ini diriwayatkan dalam kitab Futuhat karya Ibnu Arabiy, Mujibatur Rahmah karya ar-Raddad, Fatawa al-Madiniyah karya Syaikh Muhammad  bin Sulaiman al-Kurdiy dan kitab al-Jami’ ash-Shaghir karya Imam as-Suyuthiy.

Dalam kitab Tarikh Damsyik, Ibnu Asakir meriwayatkan sebuah hadits dari Syaddad bin Aus, Rasulullah SAW bersabda:

Apabila seseorang dari kalian hendak mulai tidur, maka bacalah ummil kitab (surat al-Fatihah) dan salah satu dari surat dalam al-Qur’an, maka Allah akan mewakilkan untuknya malaikat yang akan bangun bersamanya jika dia bangun.”

Para ulama berpendapat bahwa surat al-Fatihah terdiri dari tujuh ayat dan Bismillahir Rahmanir Rahim merupakan salah satu ayat dari surat al-Fatihah, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Daruquthniy dan Imam Bukhori dalam kitab Tarikhnya dari Abu Hurairah ra bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

Jika engkau membaca Alhamdulillah (surat al-Fatihah) bacalah Bismillahir Rahmanir Rahim karena (surat al-Fatihah) merupakan induk al-Qur’an (ummul Qur’an) dan merupakan Sab’ul Matsani dan Bismillahir Rahmanir Rahim adalah salah satu dari ayatnya.”

Untuk kata “Amin” yang diucapkan ketika selesai membaca surat al-Fatihah bukan merupakan bagian dari al-Qur’an tetapi disunnahkan bagi kita untuk membacanya ketika selesai membaca surat al-Fatihah, sebagaimana sabda Nabi SAW:

Jibril mengajarkan aku agar membaca Amin ketika aku selesai membaca surat al-Fatihah.”

Al-Baihaqi dan beberapa ulama lainnya mengatakan tentang bacaan Amin sewaktu shalat jahriyah (shalat yang bacaan al-Fatihahnya dikeraskan), sebagaimana riwayat dari Wail bin Hujr adalah Rasulullah SAW jika selesai membaca Waladhdhollin, Beliau mengucapkan Amin dengan mengeraskan suuaranya dan makmum mengucapkan juga bersamaan dengan imamnya.

Hikayat

Dalam kitab Zadul Muusafirin diceritakan bahwa kaisar Romawi menulis surat kepada khalifah ‘Umar bin Khattab yang isinya:

Aku baca di kitab Injil bahwa siapa yang membaca satu surat yang tidak terdapat di dalamnya tujuh huruf yaitu Tsa (ث), Kha (خ), Dzho (ظ), Fa (ف), Za (ز), Jim (ج), dan Syin (ش), siapa saja yang membaca surat ini maka Allah akan mengharamkan tubuhnya dari tersentuh api neraka, maka kami mencarinya dalam kitab Zabur dan kitab Taurat tetapi tidak kami temukan, apakah surat itu terdapat pada kitab kalian?

Setelah membaca surat ini khalifah ‘Umar mengumpulkan para sahabat dan menceritakan tentang isi surat dari kaisar tersebut, maka salah seorang sahabat Ubay bin Ka’ab mengatakan bahwa yang dimaksud oleh kaisar itu adalah surat al-Fatihah. Setelah mendengar itu khalifah ‘Umar langsung mengirimkan jawabannya, tidak lama setelah mengetahui itu kaisar tersebut masuk agama Islam.

(Disarikan dari kitab Syarah Ratib al-Haddad karya al-Allamah al-Habib Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Abdullah bin Alwi al-Haddad, Penerjemah: Ahmad A. Alaydrus, Img: ascertainthetruth.com)

Tulisan berjudul Rahasia dan Keutamaan Surat al-Fatihah terakhir diperbaharui pada Tuesday 29 October 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment