Inilah Alasan Mengapa Masyarakat Jawa Jarang Mengadakan Hajatan di Bulan Suro/ Muharram

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Bulan Suro atau Muharram merupakan salah satu bulan yang mulia dalam Islam. Pada bulan ini sering kita melihat masyarakat tidak mau menyelenggarakan hajatan seperti acara nikahan, sunatan, dan lain-lain. Al-Habib Musathofa bin Muhammad Alaydrus (Tuban) pada hari Ahad 17 November 2013 memberikan penjelasan mengapa di bulan Muharram jarang ada orang Jawa yang mengadakan acara hajatan seperti pernikahan.

Beliau mengungkapkan bahwa pada bulan Muharram, tepatnya pada tanggal 10 Muharram terjadi peristiwa yang memilukan. Sayyidina Husain, yang merupakan cucu Rasulullah dibunuh. Bahkan tidak hanya dibunuh, tapi juga dibantai. Tidak hanya itu, tubuhnya pun dipotong-potong kemudian diinjak-injak. Oleh karena itulah tanggal 10 Muharram banyak ulama yang meneteskan air mata karena berduka.

Wali songo yang menyebarkan dakwah Islam ahlussunnah wal jama’ah di Indonesia khususnya di tanah Jawa merupakan cucunya Sayyidina Husain. Sehingga menjadi salah satu ajaran wali songo, tidak sepantasnya pada saat Rasulullah susah karena cucunya dibunuh dengan cara dibantai kita justru ramai-ramai mengungkapkan luapan kebahagiaan dan kegembiraan. Termasuk diantaranya, mengadakan hajat acara pernikahan.

Karena itulah, masyarakat Jawa tidak memilih bulan Muharram untuk hari pelaksanaan pernikahan.

Yang harus diingat, mengadakan pernikahan di bulan Muharram bukan larangan agama. Tidak ada dalil yang melarangnya.

Begitu juga dengan merasakan sedih mengingat wafatnya Sayyidina Husain secara tragis bukan berarti kita adalah Syi’ah. Sayyidina Husain milik orang Syi’ah itu hanya klaim sepihak dari mereka.

Rasulullah semasa hidup sudah mengetahui kelak cucunya akan dibunuh oleh umatnya sendiri dengan cara dibantai. Dan Rasullullah merasa sedih karenanya. Sehingga, sudah selayaknya kita sebagai umatnya, kita juga merasakan kesedihan.

Tulisan berjudul Inilah Alasan Mengapa Masyarakat Jawa Jarang Mengadakan Hajatan di Bulan Suro/ Muharram terakhir diperbaharui pada Tuesday 19 November 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment