Ketahuilah, Da’wah Adalah Tugas Kita Semua

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Dunia da’wah adalah dunia cahaya dan lautan cahaya yang menerangi jiwa raga dan semesta dengan petunjuk risalah Rasulillah SAW.

Gebyar dan gemerlapnya sebuah kota jika tidak dibarengi dengan petunjuk Risalah Rasulullah SAW tidak akan membangun moral dan kemanusiaan. Maka risalah Rasulullah sebagai cahaya harus senantiasa dihadirkan seirama dengan status kemuliaan umat Rasulullah SAW sebagai “khoiro ummatin ukhrijat linnasi” umat terbaik yang dihadirkan oleh Allah ke muka bumi ini. Mulia karena mambawa cahaya, mengantar cahaya kepada yang membutuhkannya.

Da’wah dalam makna mengajak diri dan orang lain kepada kebaikan dan menjauhkan diri dan orang lain dari kemunkaran. Semua dari kita yang merasa umat Rasulullah SAW harus bisa mengambil bagian dari tugas da’wah ini. Siapapun kita, yang kaya yang miskin yang pandai dan yang bodoh selagi sebagai umat Rasulullah SAW ia harus ikut dalam program mengajak kepada kebaikan dan menghentikan kemunkaran.

Prinsip Da’wah

Pertama, membangun keikhlasan kepada Allah degan menitik beratkan kepada:

  • Memahami da’wah sebagai jihad yang menuntut perjuangan dengan harta dan jiwa (biamwalihim waanfusihim).
  • Berusaha untuk melibatkan diri sendiri dalam pengorbanan jiwa, raga dan harta sebelum orang lain.
  • Berbanggalah jika ada orang lain yang telah berhasil dalam perjuangan yang serupa dengan yang Anda emban.
  • Bantulah orang yang seperjuangan dengan Anda agar berhasil baik dengan doa, materi jika ada atau hanya sekedar ikut mempromosikan majlis, program dan perjuanganya.

Kedua, jangan menunggu kaya dan pintar. Suatu ketertinggalan jika mau ber-amar ma’ruf nahi mungkar menunggu kaya atau pintar. Akan tetapi keinsyafan akan tugas inilah yang akan menghantar seseorang untuk bersemangat tinggi dalam berda’wah dan ber-amar ma’ruf nahi mungkar.

Jika Anda orang berilmu lakukanlah tugas da’wah semampu Anda tanpa menunda waktu sesaatpun .Jika kemampuan Anda hanya da’wah kepada tetangga karena anda tidak mepunyai kendaraan, maka lakukanlah sesuai kemampuan Anda sejauh kaki mampu melangkah. Dan disaat Anda di karuniai sepeda pergilah ketempat yang lebih jauh dan begitu seterusnya.

Jika Anda orang kaya tetapi Anda tidak berilmu. Ambillah bagian da’wah Anda sesuai dengan kemampuan Anda. Anda memang tidak boleh berceramah atau memberi fatwa karena Anda tidak berilmu akan tetapi Anda bisa berda’wah dengan mengumpulkan orang sebanyak-banyaknya dengan harta Anda dan setelah itu anda mendatangkan orang yang berilmu untuk menyampaikan pesan-pesan keagamaan kepada orang yang Anda kumpulkan.

Jika anda tergolong orang yang tidak berilmu dan tidak berharta, itu bukan berarti Anda tidak bisa menjadi juru da’wah dan kelompok umat terbaik. Anda bisa dengan tenaga Anda datang kesana kemari mengajak orang lain agar memasuki Majlis ilmu para ulama di sekitar Anda atau anda menjadi tukang sapu atau penjaga sebuah lembaga da’wah dan majlis taklim. Sungguh jika Anda tulus dengan kinerja Anda itu anda bisa duduk bersama para ulama di akhirat nanti biarpun Anda adalah orang yang tidak berilmu.

Penyakit Dalam Media Da’wah

Pertama, tawaduk bukan pada tempatnya. Artinya Ada orang yang telah memiliki bekal ilmu akan tetapi ia tidak segera bangkit ambil bagian dalam da’wah dengan alasan belum waktunya, masih ada yang lainya, gak enak dengan yang sepuh dan sebagainya. Padahal urusan mencari kemuliaan seseorang harus berlomba dan merasa kalau dirinya adalah yang paling butuh kepada kebaikan tersebut. Di jelaskan oleh para Ulama “al iitsaru fittaqorrubi makruhun“ mendahulukan orang lain dalam urusan ibadah adalah makruh. Dalam kebaikan seseorang harus fastabiqulkhoirot “berlomba dalam kebaikan” dengan senantiasa memperhatikan tata krama.

Kedua, tidak senang dengan adanya orang yang hendak muncul di dalam dunia da’wah. Ini adalah kendengkian yang amat berbahaya.Tidak ada dengki yang lebih mengerikan dan membahayakan melebihi dari dengkinya orang yang terjun di dunia da’wah. Sehingga setiap kali ada orang yang hendak muncul di medan da’wah ini orang –orang dengki itu berusaha menghalangi baik dengan omongan atau tingkah laku .

Dua hal Inilah yang menjadikan para calon-calon pejuang baru merasa ragu atau bahkan takut untuk tampil. Sehingga semakin hari media da’wah semakin jauh dari mereka. Dari sinilah kenapa sering kita ketemukan orang menuntut ilmu agama bertahun-tahun ternyata setelah pulang kegiatannya sangat jauh dari media da’wah.

Wallahu a’lam bishshowab.

(Dakwah Tugas Semua, oleh Buya Yahya, Pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon)

Tulisan berjudul Ketahuilah, Da’wah Adalah Tugas Kita Semua terakhir diperbaharui pada Saturday 23 November 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment