Kisah Nyata: Tawuran Nahwu Shorof di Kebumen

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Ini adalah kisah nyata, terjadi puluhan tahun silam.

Di Kebumen Jawa Tengah ada beberapa pondok pesantren yang sangat terkenal dengan ilmu alat (nahwu shorof). Dua di antaranya adalah pondok Lirap dan Wajasari. Karena jarak yang berdekatan, maka persaingan di antara kedua pondok salaf tersebut sangat mencolok.

Kalau ketahuan ada santri Lirap melewati jalan yang dekat pondok Wajasari, maka santri Lirap langsung ditangkap oleh Santri Wajasari dan dimasukkam ke dalam kantor pondok. Selanjutnya, santri yang ditangkap tersebut akan ditanya tentang nahwu shorof. Kalau bisa menjawab dengan benar, maka santri yang ditangkap tersebut akan dilepaskan. Namun, bila tidak bisa menjawab dengan baik, maka akan menjadi tawanan.

Suatu ketika santri Lirap ditahan di pondok Wajasari karena tidak bisa menjawab dengan baik. Kemudian, Lurah pondok Lirap dipanggil dan diharap datang ke pondok Wajasari.

Setelah Lurah pondok Lirap datang, terjadilah dialog tentang nahwu shorof. Kemudian santri tawanan tersebut dibebaskan.

Hal yang sama pun berlaku. Bila santri Wajasari melintasi jalan yang dekat dengan pondok Lirap.

Begitulah kisah tawuran nahwu shorof diantara pondok pesantren di Kebumen.

(Oleh: Pondok Pesantren El-Bayan Majenang Cilacap)

Tulisan berjudul Kisah Nyata: Tawuran Nahwu Shorof di Kebumen terakhir diperbaharui pada Thursday 21 November 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment