Ulama Salafi: Roh Alam Kubur Akan Saling Berziarah Dan Mengenali Orang yang Berziarah ke Kuburannya

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

(Masalah):

Sebagaimana sudah dijelaskan bahwa di alam kubur roh akan dikembalikan ke jasad, apakah diantara al-marhum bisa saling berjumpa di alam Barzakh? {Jamaah Masjid Istikmal, Simo Sidomulyo Surabaya (15 Des 2013)}

(Jawaban):

Benar, mereka bisa saling berkunjung. Ibnu al-Qayyim, murid Ibnu Taimiyah, (ket.: Ibnu al-Qayyim dan Ibnu Taimiyah adalah ulama wahabi salafi) menjelaskan masalah tersebut:

المسألة الثانية وهى أن ارواح الموتى هل تتلاقي وتتزاور وتتذاكر أم لا ؟ وهي أيضا مسألة شريفة كبيرة القدر وجوابها أن الأرواح قسمان أرواح معذبة وأرواح منعمة فالمعذبة في شغل بما هى فيه من العذاب عن التزاور والتلاقي والأرواح المنعمة المرسلة غير المحبوسة تتلاقي وتتزاور وتتذاكر ما كان منها في الدنيا وما يكون من أهل الدنيا فتكون كل روح مع رفيقها الذي هو على مثل عملها وروح نبينا محمد في الرفيق الأعلى قال الله تعالى ومن يطع الله والرسول فأولئك مع الذين أنعم الله عليهم من النبيين والصديقين والشهداء والصالحين وحسن أولئك رفيقا وهذه المعية ثابتة في الدنيا وفي الدار البرزخ وفي دار الجزاء والمرء مع من أحب في هذه الدور الثلاثة (الروح – ج 1 / ص 17)

” Masalah kedua yaitu apakah arwah dapat berjumpa, berziarah dan saling ingat ataukah tidak? Ini adalah masalah yang besar. Jawabannya: Roh ada dua; ada yang disiksa dan ada yang diberi nikmat. Adapun roh yang disiksa maka ia disibukkan dengan siksa kubur sehingga tidak bisa berkunjung dan berjumpa. Sedangkan roh yang diberi nikmat tidaklah dipenjara, ia bisa berjumpa, berkunjung dan mengingat hal-hal selama di dunia dan orang-orangnya. Maka setiap roh akan bersama sahabatnya yang setara dengan amalnya. Roh Nabi kita Muhammad, berada di tempat yang mulia. Allah berfirman yang artinya: ”Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (an-Nisa’: 69). Kebersamaan ini tetap berlangsung di alam dunia, di alam Barzakh dan di akhirat. Seseorang akan bersama orang yang dicintainya di tiga tempat tersebut” (ar-Ruh 1/17).

Di kitab yang lain Ibnu al-Qayyim menjelaskan:

وذكر ابن أبي الدنيا في كتاب المنامات وغيره عن بعض أهل عاصم الجحدري قال : رأيت عاصما الجحدري في منامي بعد موته لسنتين فقلت : أليس قد مت ؟ قال : بلى قلت : فأين أنت ؟ قال : أنا والله في روضة من رياض الجنة أنا ونفر من أصحابي نجتمع كل ليلة جمعة وصبيحتها إلى بكر بن عبد الله المزني فنتلقى أخباركم قلت : أجسامكم أم أرواحكم ؟ قال : هيهات بليت الأجسام وإنما تتلاقى الأرواح قال : قلت : فهل تعلمون بزيارتنا لكم ؟ قال : نعلم بها عشية الجمعة ويوم الجمعة كله وليلة السبت إلى طلوع الشمس قال : قلت : فكيف ذلك دون الأيام كلها ؟ قال : لفضل يوم الجمعة وعظمته (زاد المعاد – ج 1 / ص 401)

”Ibnu Abi ad-Dunya (ahli hadis) menyebutkan di dalam kitabnya al-Manamat dari sebagian keluarga Ashim al-Jahdari, ia berkata: Saya bermimpi melihat Ashim al-Jahdari setelah ia meninggal 2 tahun. Saya berkata: ”Bukankah kamu sudah meninggal?” Ia menjawab: ”Ya”. Saya bertanya: ”Sekarang kamu dimana?” Ia menjawab: ”Demi Allah, saya di suatu taman diantara taman-taman surga. Saya beberapa sahabat saya berkumpul setiap malam Jumat dan pagi harinya ke tempat Abu Bakar al-Muzani, lalu kami menanyakan kabar-kabar kalian”. Saya bertanya: ”Jasad kalian atau roh kalian yang berjumpa?”. Ia menjawab: ”Jasad sudah hancur. Yang berjumpa adalah roh” Saya bertanya: ”Apakah kalian mengetahui ziarah kami ke kuburan kalian?” Ia menjawab: ”Kami tahu ziarah kalian di sore Jumat, hari Jumat dan malam Sabtu sampai terbit matahari” Saya tanya: ”Mengapa tidak hari-hari yang lain?” Ia menjawab: ”Karena keutamaan dan keagungan hari Jumat” (Zad al-Ma’ad 1/401).

Syaikh al-Munawi (Faidl al-Qadir 2/451) memperkuat pendapat diatas dengan hadis berikut:

إن روحي المؤمنين تلتقي على مسيرة يوم وليلة وما رأى واحد منهما وجه صاحبه (أخرجه البخارى فى الأدب المفرد رقم 261 والحكيم 2/115 والطبرانى رقم161 وأحمد رقم 6636، قال الهيثمى (10/274) : رجاله وثقوا على ضعف فى بعضهم)

”Sesungguhnya dua roh orang beriman akan berjumpa dalam perjalanan sehari-semalam, padahal mereka tidak pernah mengenal sahabatnya yang lain ketika di dunia” (HR al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad No 261, Hakim at-Tirmidzi 2/115, ath-Thabrani No 161 dan Ahmad No 6636. al-Haitsami [10/274] berkata: Perawinya dinilai terpercaya, sebagiannya dlaif).

Oleh: Ustadz Ma’ruf Khozin/ LBM NU Surabaya.

Tulisan berjudul Ulama Salafi: Roh Alam Kubur Akan Saling Berziarah Dan Mengenali Orang yang Berziarah ke Kuburannya terakhir diperbaharui pada Thursday 19 December 2013 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment