Download MP3 dan Video Jaya Suprana Show Dengan Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab (FPI)

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Jaya Suprana Show bersama Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Muhammad Shihab (FPI) di TVRI – 09 Januari 2014

Audio clip: Adobe Flash Player (version 9 or above) is required to play this audio clip. Download the latest version here. You also need to have JavaScript enabled in your browser.

Download MP3

Sekitar sebulan yang lalu, Jaya Suprana bertemu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Al-Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Muhammad Shihab di markas FPI Petamburan. Dia mengakui Habib Muhammad Rizieq Shihab sebagai sosok yang angker dan menakutkan sebelum bertemu langsung. Ketakutan ini sirna tatkala Jaya Suprana bertemu tatap muka dengan Habib Muhammad Rizieq Shihab dan jama’ah FPI.

Di depan para jama’ah, Jaya Suprana mengatakan,

“Menurut Gus Dur, Habib Rizieq tidak mau diwawancarai karena beritanya selalu dipelintir, berita FPI hukumnya wajib harus jelek. Karena itulah saya mau ketemu makhluk ini (FPI) untuk memastikan apa benar itu semua”.

Mungkin ada kesan tertentu atau sebab lain yang membuatnya lantas mengundang Habib Muhammad Rizieq Shihab untuk menjadi narasumber dalam acaranya Jaya Suprana Show TVRI. Tak hanya itu, beliau dengan segala kerendahan hatinya mengatakan ingin berguru kepada Muhammad Rizieq Shihab, setelah Gus Dur dan Nurcholis Madjid wafat.

Dalam Talkshow yang diadakan pada hari Kamis, 09 Januari 2014, pukul 21.00 WIB di TV Republik Indonesia (TVRI), Habib Muhammad Rizieq Shihab menyampaikan beberapa hal. Dia melihat mayoritas media elektronik maupun media lain yang dirasakan kurang adil dalam pemberitaan tentang FPI. Tidak memberitakan FPI apa adanya, hanya sesuai dengan keinginan mereka. Dia mencontohkan ketika terjadi tsunami di Aceh tahun 2004, ada sekitar 1300 laskar FPI yang turun membantu mengevakuasi setidaknya 100.000 mayat dalam waktu 4 bulan. Contoh yang lainnya adalah program Bedah Kampung yang bekerjasama dengan Kementerian Sosial RI dan program pembinaan jama’ah Ahmadiyah yang bekerjasama dengan Kementerian Agama RI. Semua ini tidak ada satu pun media yang memberitakan. Media lebih sering memberitakan “tindakan kekerasan” yang dilakukan FPI tanpa melihat akar persoalannya. Padahal FPI dalam bertindak sebenarnya tidak membenarkan kekerasan.

Habib Muhammad Rizieq Shihab juga memaparkan hubungan dirinya dan FPI dengan umat agama lain itu sangat baik dan penuh toleransi. Hal ini bisa dilihat adanya hubungan yang baik antara FPI dengan para pendeta dan gereja-geraja Nasrani di daerah markas pusat FPI Petamburan karena menurutnya dari segi perizinan, interaksi sosial, itu tidak ada permasalahan. Bahkan dirinya mengungkapkan pernah bersekolah di sekolahan Nasrani yang berlainan agama, dan ini tidak perlu dipersoalkan selama sekolah itu tidak ada paksaan kepada murid untuk mempelajari agama yang tidak dianutnya.

Lebih lanjut Habib Muhammad Rizieq Shihab memaparkan pilar-pilar toleransi dalam agama Islam. Yang pertama, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an bahwa tidak ada paksaan dalam beragama, yang artinya setiap seorang muslim itu tidak boleh melakukan pemaksaan dalam bentuk apapun kepada orang lain untuk masuk ajaran Islam. Pilar yang kedua, tidak boleh ada caci maki terhadap agama lain, dan Allah subhanu wa ta’ala sendiri mengingatkan kalau kita menghina agama orang lain maka mereka akan menghina Allah. Dan yang ketiga Habib Muhammad Rizieq Shihab menyatakan dalam urusan beribadah bagimu agamamu dan bagiku agamaku seperti yang termaktub dalam Al-Qur’an. Pilar-pilar toleransi ini bertujuan agar kita bisa hidup dengan benar, baik, dan lurus dalam masyarakat yang plural (kebhinekaan).

Habib Muhammad Rizieq Shihab juga memaparkan tentang mekanisme dakwah yang ditempuhnya sebagai prosedur standar dakwah FPI, yaitu pertama harus ada laporan masuk terlebih dulu dari masyarakat tertentu. Laporan yang masuk ini kemudian diteruskan dengan melakukan investigasi dan diperiksa kebenarannya serta mengumpulkan data-data yang terkait. Setelah itu, data-data yang sudah terkumpul ini dilakukan pemetaan wilayah. Artinya setelah laporan itu masuk, maka mereka akan mengkonfirmasi dan menyelidiki di lapangan perihal sikap mayoritas masyarakat itu setuju atau tidak tentang pelaporan indikasi ‘maksiat’. Ada pertimbangan sosial ekonomi masyarakat. Jika mayoritas setuju dengan keberadaan tempat ‘maksiat’ tersebut, maka hanya ditempuh jalan dakwah dengan mengirimkan ulama atau ustadz-ustadz ke wilayah itu, tidak represif untuk menyadarkan masyarakat. Untuk itulah, ada tempat maksiat tertentu yang memang tidak disentuh oleh FPI dan ini sering disalah artikan kalau ada tempat tertentu yang “aman” karena adanya upeti. Padahal bukan begitu, dan ini untuk menghindari adanya konflik horizontal. Nah, jika mayoritas masyarakat tidak setuju dengan adanya tempat maksiat tersebut, dan masyarakat tidak tahu cara menutupnya, juga sudah dilaporkan ke RT, RW, Kelurahan setempat maka FPI yang akan menuntunnya untuk dibawa ke level yang lebih tinggi, tingkat Kecamatan, Gubernur, DPRD, demo damai dan mengirimkan surat protes sampai tempat maksiat itu ditutup.

Untuk mengetahui lebih detail bagaimana jalannya Talkshow antara Jaya Suprana dengan Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab, silahkan anda mendengarkan audio mp3 di atas atau lihat pada video berikut ini:

YouTube Preview Image

Download Video

Tulisan berjudul Download MP3 dan Video Jaya Suprana Show Dengan Al-Habib Muhammad Rizieq Shihab (FPI) terakhir diperbaharui pada Saturday 11 January 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment