Inilah Dusta Blog-Blog Wahabi Terkait Maulid Nabi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Website dan blog wahhabi banyak menyebutkan bahwa,

“Sesungguhnya al-Hafiz Ibnu Katsir menyebutkan dalam al-Bidayah wa an-Nihayah (Jilid 11 / 172), bahwa Daulah Fatimiyah al-Ubaidiyyah (yang dinisbahkan kepada Ubaidullah bin Maimun al-Qadaah berbangsa Yahudi), yang memerintah Mesir dari tahun 357 H hingga 567 H, telah mengadakan pelbagai sambutan pada hari-hari yang tertentu, dan antaranya ialah sambutan Maulid Nabi صلى الله عليه وسلم.” – misal bisa di lihat di blog ini: darussalaf.or.id/manhaj/peringatan-maulid-nabi-dalam-timbangan-islam/ dan blog-blog wahabi lainnya.

Beginilah yang mereka nuqilkan dari al-Hafiz Ibnu Katsir. Dan apabila kita rujuk kepada apa yang mereka sebutkan, yang kami dapati dari al-Hafiz Ibnu Katsir tidak seperti yang mereka tulis, dan itu merupakan satu dusta, tipudaya, pemalsuan dan pengkhianatan dalam mengambil kata-kata ulama.

Berikut adalah pendapat yang sebenarnya dari al-Hafiz Ibn Katsir dalam masalah amalan maulid dan perkembangannnya, dan yang telah disembunyikan oleh mereka (wahabi). Al-Hafiz Ibn Katsir berkata dalam al-Bidayah wa an-Nihayah Juz 13, Halaman 136, Terbitan Maktabah al-Ma’arif menyebutkan seperti berikut:

كان الملك المظفر يعمل المولد الشريف في ربيع الأول ويحتفل به احتفالاً هائلاً، وكان شهمًا شجاعًا بطلاً عاقلاً عالمًا عادلاً كان أول من احتفل بالمولد النبوي بشكل منظم في عهد السلطان صلاح الدين، الملك مظفر الدين كوكبوري، إذ كان يحتفل به احتفالاً كبيرًا في كل سنّة، وكان يصرف فيها الأموال الكثيرة، والخيرات الكبيرة، حتى بلغت ثلاثمئة ألف دينار، وذلك كل سنة

: “… al-Malik al-Mudzaffar Abu Sa’id al-Kukabri, salah seorang dari pemimpin besar yang cemerlang serta raja yang mulia, baginya pribadi yang baik , beliau telah mengadakan maulid yang mulia pada bulan Rabiulawwal, dan mengadakan sambutan yang besar. Selain itu, beliau seorang yang amat berani, berakal, alim lagi adil. Semoga Allah merahmati beliau ” dan beliau berkata seterusnya : “dan beliau (Sultan Muzaffar) mengeluarkan belanja untuk menyambut maulid mencapai 300,000 dinar”.

Maka lihatlah pujian kepadanya oleh Ibn Katsir, yang menyifati beliau sebagai seorang yang alim, adil lagi berani, dan tidak pernah mengatakan, zindiq, pembuat dosa, fasiq.

Oleh : Ustadz Badruzzaman

(Muslimedianews)

Tulisan berjudul Inilah Dusta Blog-Blog Wahabi Terkait Maulid Nabi terakhir diperbaharui pada Sunday 12 January 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Inilah Dusta Blog-Blog Wahabi Terkait Maulid Nabi

  1. kalo boleh bertnya, ada beberapa pertanyaan yg ingin saya pertnyakan,tolong berikan penjelasan agar klam mengklaim tidak mnjdi sebuah isu dalam bergama.
    1.apakah pada masa nabi,sahabat, tabiin atau tabitut tabiin yg mnjdi kkhoerun kurun pernha melaksanakan perayaan maulid sebagai bntuk kcintaan kpda nabi?
    2.apakah kcintaan itu harus berupa sebuah perayaan atau sebuah aplikasi dalam khidupn dngn mntaati dan mnconth baginda?
    3. benarkah kelahiran nabi masih diperdebatkan oleh para ulama (terutama ulama sejarah)
    4. manakah yg lebih maslahat,merayakan tanpa menghidupkan sunnah (kauliyah,fi’liyah dan taqririyah) atau mengamalkan sunnah tanpa merayakan maulidan?
    syukron.

    Reply
    1. Mohammad Anwar Soleh · Edit

      Saya mencoba menjawab, dan anda tidak harus puas dengan jawaban saya:
      1. Apakah ada larangan Maulid nabi? Sedangkan anjuran untuk memperingati (saya tidak bilang merayakan) banyak sekali disebutkan secara tersirat (meskipun tidak secara tersurat)
      2. Apakah kami pernah menganggap bahwa peringatan Maulid itu WAJIB sehingga anda bertanya KEHARUSAN
      3. Yang jelas bahwa para ulama sejarah sepakat bahwa nabi Muhammad SAW pernah lahir di dunia ini dan saya kira anda wajib percaya hal itu.
      4. Pertanyaan anda seakan mirip dengan “mana yg lebih baik antara -berjilbab tapi ahlaknya buruk- atau -tidak berjilbab tapi ahlaknya baik-“. Adalah memperingati maulid nabi sebuah kebaikan tersendiri, dan mengamalkan sunnah sebuah kebaikan tersendiri

      Dan yg terakhir, anda tidak mau memperingati maulid juga bukan merupakan kerugian bagi kami. Peringatan maulid nabi digalakkan secara besar oleh Sholahuddin Al Ayyubi, dan kita ketahui bersama siapa itu Sholahuddin Al Ayyubi.

      Wallahu a’lam.

      Reply

Post Comment