Inilah Surat Kesepakatan Bersama Antara Radio Hang FM Batam Dengan Ormas Islam Kota Batam

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Awal tahun 2014 ini adalah puncak gejolak kemarahan umat Islam terhadap keberadaan radio Hang FM Batam. Aksi penolakan ini terus meningkat akhir-akhir ini hingga terjadilah pertemuan puncak antara kedua belah pihak, Hang FM dengan Ormas Islam se-Kota Batam.

Penolakan masyarakat Islam kepada radio Hang FM Batam telah terjadi bertahun-tahun. Pertemuan demi pertemuan dan kesepakatan bersama telah dijalin, akan tetapi tampaknya radio Hang FM Batam tetap kembali ke wujud aslinya yang suka menuduh bid’ah dan sesat amaliah ahlussunnah wal jama’ah yang telah dianut umat Islam Melayu khususnya Kepulauan Riau.

Kesal dengan sikap Hang FM yang terus melanggar janji yang isi siarannya hanya menyalahkan dan menyudutkan umat Islam, menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan paham ahlussunnah wal jama’ah, dan suka memecah belah ummat maka diputuskan tindakan yang lebih keras. Sampai akhirnya terjadi pertemuan pada hari ini, Rabu, 22 Januari 2013 di ruangan lantai 4 kantor Walikota Batam.

Dan Alhamdulillah, berkat pertolongan Allah SWT, Muslimin Ahlussunnah Batam berhasil membuat keputusan bersama yang telah disetujui semua pihak yang terkait. Semoga pihak Hang FM Batam mau melaksanakan kesepakatan dan tidak melanggar janjinya. Meski begitu, umat Islam tetap harus waspada dan mengawal keputusan ini agar berjalan semestinya. Jika ada pelanggaran perjanjian maka jangan ragu untuk melaporkan ke KPID Kepri. Silahkan lihat hasil kesepakatan antara Hang FM dengan Ormas Islam Batam selengkapnya:

KESEPAKATAN BERSAMA ANTARA PT. RADIO MEDIA HANG BATAM (106.00 FM) DENGAN ORGANISASI MASYARAKAT ISLAM KOTA BATAM

Memperhatikan:

Surat pernyataan sikap dari Front Pembela Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah (ASWAJA) Kota Batam tertanggal 23 Desember 2013 kepada Kepala Kemenag Kota Batam, perihal program siaran Radio Hang Batam ( 106.00 FM ).

Maka pada hari ini Rabu tanggal Dua puluh dua Bulan Januari tahun Dua Ribu Empat Belas dilakukan kesepakatan bersama antara:
PT. Radio Media Hang Batam ( 106.00 FM ) yang berkedudukan di alamat Carnavall Mall, Lantai Dasar, Jl. Engku Putri, Kota Batam, Kepri, merupakan Radio siaran Nasional yang memiliki Izin Penyelenggaraan Penyiaran (IPP) nomor 452/KEP/M.KOMINFO/ 08/2012 dari Kementerian Komunikasi dan informatika Republik Indonesia dalam hal ini sebagai pihak pertama ( 1 ), Organisasi Masyarakat Islam Kota Batam Sebagai Pihak Ke DUA ( 2 )

Telah Melakukan kesepakatan bersama terkait program siaran yang disiarkan oleh PT. Radio Media Hang Batam (106.00 FM) dengan isi kesepakatan sebagai berikut:

PT. Radio Media Hang Batam ( 106.00 FM ) tidak lagi menyiarkan siaran Dakwah yang membuat keresahan Masyarakat sebagaimana di atur dalam Undang-Undang N0. 32 tahun 2002 Tentang Penyiaran, pasal 26 ayat 4, 5, dan 6; Pedoman Perilaku Penyiaran ( P3 ) pasal 6 dan 7 serta Standar Program Siaran ( SPS ) pasal 6 dan 7 dengan perincian sebagai berikut :

  • Isi siaran wajib dijaga netralitasnya dan tidak boleh mengutamakan kepentingan golongan tertentu ( UU. No 32 th 2002 pasal 26 ayat 4).
  • Isi siaran dilarang mempertentangkan suku, agama, ras, antargolongan (UU. 32 TH 2002 pasal 26 ayat 5 poin c).
  • Lembaga Penyiaran wajib menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antargolongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan sosial ekonomi (P3 pasal 6).
  • Lembaga Penyiaran tidak boleh menyajikan program yang merendahkan, mempertentangkan dan/atau melecehkan suku, agama, ras, dan antargolongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan social ekonomi. (P3. Pasal 7);
  • Program siaran wajib menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan yang mencakup keberagaman budaya, usia, gender, dan/atau kehidupan social ekonomi. (SPS pasal 6 ayat 1).
  • Program siaran dilarang merendahkan dan/atau melecehkan; suku, agama, ras, dan/atau antargolongan; dan/atau, individu atau kelompok karena perbedaan suku, agama, ras, antargolongan, usia, budaya, dan/atau kehidupan sosial ekonomi (SPS pasal 6 ayat 2).
  • Materi agama pada program siaran wajib memenuhi ketentuan sebagai berikut; tidak berisi serangan, penghinaan dan/atau pelecehan terhadap pandangan dan keyakinan antar atau dalam agama tertentu serta menghargai etika hubungan antar umat beragama; menyajikan muatan yang berisi perbedaan pandangan/paham dalam agama tertentu secara berhati-hati, berimbang, tidak berpihak, dengan nara sumber yang berkompeten, dan dapat dipertanggungjawabkan (SPS pasal 7 ayat 1 dan 2).

Atas dasar peraturan penyiaran di atas, maka:

  • PT Radio Media Hang Batam (106.00 FM) tidak dibenarkan untuk menyiarkan program siaran dakwah yang berisi antara lain, yaitu; Propaganda Masalah Bid’ah, Mengkafirkan Sesama Muslim, Tahlilan, Yasinan, shalawatan dan perbedaan pandangan/ pemahaman dalam masalah khilafiyah.
  • PT. Radio Media Hang Batam ( 106.00 FM ) membuka diri terhadap ustadz atau Da`i yang di rekomendasikan oleh Kementerian Agama dan Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) Kota Batam untuk berceramah di PT Radio Media Hang Batam ( 106.00 FM).
  • PT. Radio Media Hang Batam ( 106.00 FM) wajib melakukan proses editing terhadap materi program siaran dakwah sebelum disiarkan.
  • Di dalam pengawasan terhadap isi kesepakatan bersama ini akan dibentuk kelompok literasi media yang akan melakukan pemantauan dan melaporkan setiap adanya pelanggaran kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah ( KPID ) Kepri secara tertulis dengan menyebutkan waktu dan persoalan yang di keluhkan.
  • Di dalam kelompok Literasi Media terdiri dari berbagai ormas Islam yang dikoordinasikan oleh MUI dan Kemenag Kota Batam.
  • Semua pihak berkewajiban untuk mematuhi isi kesepakatan bersama ini dalam rangka menjaga iklim kondusif di Kota Batam, dengan mengedepankan Musyawarah dan menghindari tindakan yang bersifat anarkis.
  • Apabila terjadi pelanggaran terhadap kesepakatan ini, maka KPID akan Memberikan sangsi sesuai dengan ketentuan Undang – Undang no 32 th 2002 tentang Penyiaran pasal 55 ayat 2.
  • Kesepakatan ini berlaku sejak ditanda tangani sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Demikian kesepakatan ini dibuat dalam keadaan sadar dan tidak ada paksaaan dari pihak manapun agar dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Yang Membuat Kesepakatan:

1. PT Radio Media Hang Batam ( 106.00 FM ) selaku pihak pertama (I)

  • (Zein Alatas) __________________

2. Organisasi Masyarakat Islam Kota Batam selaku pihak ke-dua (II)

  • Front Pembela ASWAJA Kota Batam : KH. Ya’qub Hasbullah, LC __________________
  • FAHMI TAMAMI Kota Batam : M. Basyir Daeng Pasabbi ___________________
  • Forum Habaib Kota Batam : Said Abdul Razak, A.Md ___________________
  • LPI Kepri : Edwin Rahmadsyah Nst ___________________
  • GP Anshor Kepri : KH. Baru Rohim, SE _____________________
  • IPIM Kota Batam : Ust. Ahmad Jamzuri, S.Pdi ________________
  • Banser NU Kota Batam : Ust. Khoirul Anam _______________________
  • PMII Kota Batam : Rizky Firmanda ______________________
  • FPI Kota Batam : Zaini Dahlan, ______________________

3. Saksi-saksi

  • Pemerintah Kota Batam : Raja Supri, S.Sos, M.Si ______________________
  • MUI Kota Batam : KH. Usman Ahmad ________________________
  • Kemenag Kota Batam :H. Sarbaini, S.Ag, M.Si ______________________
  • Polresta Barelang : Kompol H. Firdaus __________________________
Itulah isi surat kesepakatan dan perjanjian antara Wahabi Hang FM dengan Ormas Islam di Batam yang telah ditandatangani oleh semua nama yang tercantum dalam surat itu. Mudah-mudahan kedua belah pihak menjaga dan melaksanakan hasil kesepakatan bersama yang telah diputuskan itu.
Tulisan berjudul Inilah Surat Kesepakatan Bersama Antara Radio Hang FM Batam Dengan Ormas Islam Kota Batam terakhir diperbaharui pada Thursday 23 January 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Inilah Surat Kesepakatan Bersama Antara Radio Hang FM Batam Dengan Ormas Islam Kota Batam

  1. Mhn maaf saya punya pendapat berbeda atas dialognya.Menurut saya apa yg disampaikan ustd.zaenal maupun firanda sesuai dgn dalil yg ada.Bahkan saya mengfaris bawahi pernyataah kyai fakih dan sunan untuk kembali kpd tuntunan Rosul

    Reply

Post Comment