Kisah Nyata: Satu Keluarga Selamat Dari Tragedi Situ Gintung Berkat Memuliakan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Kisah nyata ini terjadi beberapa tahun silam, yang mengisahkan satu keluarga yang berhasil lolos dari maut berkat memuliakan Nabi Muhammad Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam. Kisah yang mengutarakan tragedi Situ Gintung ini diceritakan oleh Al-Habib Umar bin Muhsin Alatas dalam tausiahnya saat acara peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam pada 24 Juli 2011 di Cidadas, Bogor.

Diceritakan bahwa sebelum terjadi tragedi bencana Situ Gintung, ada satu keluarga di daerah tersebut yang pada malam hari sebelum peristiwa naas itu, mereka menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam. Keluarga dan para tetangganya diundang untuk menghadiri maulid nabi di rumahnya karena memang saat itu bertepatan dengan bulan Rabi’ul Awwal. Seperti biasanya acara makan-makan bersama pun diadakan setelah acara maulid nabi, kemudian masing-masing membubarkan diri pulang ke rumah mereka.

Setelah acara maulid usai dan setelah beres-beres rumah, ibu dan anak dari keluarga yang mengadakan maulid nabi ini pergi beranjak tidur, sementara bapak dan anaknya yang lain istirahat di balai rumahnya (tempat duduk kecil di depan rumahnya) karena memang belum mengantuk.

Pada dini hari tiba-tiba terdengar suara gemuruh seperti petasan di sekitar rumahnya dan tak lama kemudian sudah ada genangan air masuk setinggi telapak kakinya yang terus naik dengan cepat. Terjadi banjir mendadak. Mereka lalu berinisiatif membangunkan keluarganya yang sudah tertidur dan langsung naik ke atas genteng rumahnya untuk menyelamatkan diri dari banjir. Terlihat oleh mereka ternyata Situ Gintung jebol dan banyak rumah hancur diterjang derasnya air yang datang sekonyong-konyong. Mereka menyaksikan terpaan air yang begitu dahysat yang menimpa daerahnya.

Akibat musibah ini, kondisi di dalam rumah keluarga itu tampak hancur total. Hanya saja pondasi rumahnya tetap berdiri kokoh seperti ada yang menahannya. Setelah banjir dirasakan surut, satu keluarga ini pun turun dari loteng rumahnya sehingga mereka akhirnya selamat dari tragedi bencana Situ Gintung yang mengerikan itu. Anehnya setelah semua turun dari loteng, seketika itu pulalah rumah yang mereka naiki untuk menyelamatkan diri tiba-tiba roboh semuanya.

Melihat peristiwa ini, bapak dari keluarga tersebut berkata,

“Subhanalloh, Allah subhanahu wa ta’ala telah menyelamatkan kita semua. Dan ini berkah pembacaan maulid tadi malam dan di bulan Sayyidina Muhammad  shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam, sampai kami sekeluarga melihat air yang begitu besar tetapi tidak menghancurkan rumah kami”.

Tragedi jebolnya Situ Gintung terjadi pada Maret 2009 di Kelurahan Cirendeu, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Banten. Bencana mengerikan ini mengakibatkan ratusan jiwa meninggal dunia, ratusan orang hilang, puluhan korban luka-luka, dan hancurnya ratusan rumah penduduk serta hilangnya harta benda.

(Muhammad Hafidz Maqmun Full)

Tulisan berjudul Kisah Nyata: Satu Keluarga Selamat Dari Tragedi Situ Gintung Berkat Memuliakan Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa âlihi wa shahbihi wa sallam terakhir diperbaharui pada Monday 13 January 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment