Teroris Asal Probolinggo Ternyata Berpaham Wahabi dan Bercelana Cingkrang

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Isnaini Ramdhoni atau Dhoni (31) ditangkap Densus 88 Antiteror bersama Abdul Majid di Kedung cowek, Surabaya, terkait dugaan aksi terorisme. Rumah orangtua Dhoni yang bangunannya sederhana di Kelurahan Kebonsari Kulon, Kanigaran, Kota Probolinggo, Jatim, pun mendapat penjagaan ketat.

Lebih 20 anggota polisi bersenjata dan berompi anti peluru dari Polresta Probolinggo terlihat jaga-jaga di kampung asal Dhoni sejak pukul 01.00 Wib, Selasa (21/1/2014). Rumah yang kini ditinggali ibunya, Siti Khalifah (55), terlihat sepi. Siti Khalifah sejak pagi sudah tidak terlihat.

“Bu Kholifah pergi ke rumah anak pertamanya di Jerebeng Probolinggo,” kata Darmaji, salah satu tetangganya.

Dhoni adalah anak ketiga dari empat bersaudara. Dhoni meninggalkan kampung halamannya setelah menikah. Kabar yang diperoleh warga, Dhoni pindah ke Wonoasih, masih di Probolinggo.

“Saya sudah tidak tahu lagi apa kerjanya. Mampir di sini hanya untuk menengok ibunya,” kata Satukam, Ketua RT 1, RW 15, Kelurahan Kebonsari Kulon

Dhoni di masa lalu menurutnya biasa saja, tidak ada yang aneh. Namun beberapa tahun setelah menikah ada perubahan dalam hal berpakaian dan berpemahaman yang sempit. “Celananya tigaperempat (cingkrang),” kata Satukam.

Bahkan Dhoni sempat bertengkar dengan orangtuanya terkait keikutsertaan ayahnya yang tahlilan di tetangga yang sedang berduka. Perubahan keyakinan tersebut diduga kuat karena pengaruh dari ajaran wahabi yang memang lebih menonjolkan celana cingkrang dibandingkan ilmu, dan ajaran wahabi pula yang sering mengharamkan tahlilan dan menganggap sesat orang yang melakukan tahlilan.

“Bapaknya tahlilan tapi gak boleh sama Dhoni,” tambahnya sembari menerangkan ayah Dhoni sudah meninggal setahun yang lalu.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Densus 88 menangkap Dhoni dan Abdul Majid di SPBU di kawasan Kedung Cowek Surabaya, Senin (20/1/2014) malam. Densus kemudian menggeledah rumah Majid di Jalan Tanah Merah Sayur I No 17 atau Tanah Merah IV Sayur 1 No 17, Surabaya dan menemukan bom.

(Muslimedianews)

Tulisan berjudul Teroris Asal Probolinggo Ternyata Berpaham Wahabi dan Bercelana Cingkrang terakhir diperbaharui pada Tuesday 28 January 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment