Dalil Mencari Berkah dari Orang-Orang Shaleh

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pertanyaan:

Bolehkah mencari berkah dari orang shaleh? Benarkah bertentangan dengan Agama? Rudy, Surabaya.

Jawaban:

Berkah artinya adalah ‘bertambahnya nilai kebaikan.’ Selama berkah ditujukan meminta kepada Allah, maka diperbolehkan. Sementara orang shaleh hanya perantara saja. Berikut ini dalil-dalilnya.

Rasulullah mencari berkah air wudlu’ umat Islam:

“Diriwayatkan dari Ibnu Umar, bahwa ia bertanya kepada Nabi: Ya Rasulallah, apakah berwudlu dari wadah baru yang tertutup ataukah dari tempat-tempat berwudlu’ yang lebih engkau senangi? Rasulullah menjawab: Tidak. Tapi dari tempat-tempat berwudlu’. Agama Allah adalah yang condong dan mudah. Ibnu Umar berkata: Kemudian Rasulullah menyuruh seseorang ke tempat-tempat berwudlu’ dan beliau diberi air wudlu’, kemudian beliau meminumnya. Beliau mengharap berkah dari tangan-tangan umat Islam”.(Hadits Riwayat Imam Thabrani dalam Al-Kabir No. 235, Al-Ausath No. 806, Al-Baihaqi dalam Syu’ab al-Iman, dan Abu Nuaim 8/2013).

Derajat Hadis di atas adalah “Hasan”, berdasarkan penilaian mayoritas ulama. Al-Hafidz al-Haitsami berkata: “Diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam al-Ausath, para perawinya dinilai terpercaya. Dan Abdul Aziz bin Abi Rawad adalah terpercaya, dinisbatkan kepada golongan Murjiah” (Majma‟ az-Zawaid 1/133).

Syaikh Al-Albani (ulama wahabi) pun memasukan hadits di atas dalam kitabnya as-Silsilah ash-Shahihah 5/117. Al-Albani berkata: “Abdul Aziz bin Abi Rawad diperselisihkan oleh ulama, mayoritas menilainya terpercaya. Menurut saya, pendapat yang unggul adalah dia di level tengah hadits hasan, apalagi ia diriwayatkan oleh Bukhari dalam shahihnya. Al-hafidz (Ibnu Hajar) berkata: Sangat jujur, kadang salah. Al-Haitsatmi berkata: “Diriwayatkan oleh al-Thabrani dalam Al-Ausath, para perawinya dinilai terpercaya. Dan Abdul Aziz bin Abi Rawad adalah terpercaya, dinisbatkan kepada golongan Murjiah”. Saya berkata: Muslim berhujjah dengannya. Dan faktor dia Murjiah tidaklah berpengaruh, sebagaimana ditetapkan dalam Mushtalah al-Hadits”.

Dalil lainnya, diriwayatkan dari Aisyah, bahwa: “Ketika Rasululah SAW sakit beliau membaca surat al-Falaq dan an-Nas, beliau lalu meniupnya. Jika semakin parah, maka saya membacakannya dan saya usap tangan beliau untuk mengharap berkahnya” (Hadits Riwayat Imam Bukhari No. 5016).

Diriwayatkan dari Asma’ bin ti Abu Bakar berkata: “Jubah ini (pada mulanya) dipegang oleh Aisyah sampai ia wafat. Setelah wafat saya ambil jubah tersebut. Rasulullah SAW memakai jubah ini. Kami membasuhnya untuk orang-orang yang sakit, kami mengharap kesembuhan melalui jubah tersebut”. (Hadits Riwayat Imam Abu Dawud, Muslim dan al-Bukhari dalam al-Adab al-Mufrad).

Dari sebuah hadis sahih ketika Rasulullah SAW memamah kurma yang kemudian diberikan kepada anak yang baru lahir, Imam Nawawi berkata: “Para ulama sepakat disunahkannya memamah makanan. Dan dianjurkan yang memamah tadi adalah orang shaleh dan orang-orang yang diharapkan berkahnya, laki-laki atau wanita” (Syarah Sahih Muslim 14/122).

Ad-Dumairi dalam kitabnya Hayatul Hayawan al-Kubra (1/100-101) meriwayatkan bahwa Imam Syafi’i juga mengambil berkah dari air basuhan jubah Imam Ahmad bin Hanbal. Dan masih banyak dalil tabarruk lain dari para sahabat maupun para ulama.

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin (Wakil Katib Syuriah PCNU Surabaya) dalam buku Jawaban Amaliyah dan Ibadah yang Dianggap Bid’ah, Sesat, Syirik dan Kafir, Penerbit Al-Miftah Surabaya, 2013.

Tulisan berjudul Dalil Mencari Berkah dari Orang-Orang Shaleh terakhir diperbaharui pada Sunday 23 February 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment