Fatwa: Aliran dan Dakwah Wahabiyyah Bertentangan Dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Berikut adalah salah satu fatwa yang dikeluarkan oleh Mufti Negeri Perak Malaysia mengenai paham aliran Wahabi Salafi. Dengan dikeluarkannya fatwa ini diharapkan setiap muslim mengerti dan memahami hakikat sebenarnya dari dakwah Wahabi Salafi. Fatwa yang ditulis di sini sudah dialihbahasakan ke dalam Bahasa Indonesia.

Sekilas Tentang Wahabi Salafi

Pengertian lafadz As-Salafiyyah Al-Wahabiyyah berasal dari dua kata, Salaf dan Wahhab.

Menurut Lisanil Arab,lafadz As-Salaf berasal dari kata سلف يسلف سلفا yang artinya: Orang yang terdahulu (السلف), Sejenis urusan jual beli (السلف والقرض), Meratakan tanah untuk bercocok tanam (وسلف الارض), Memberi pinjaman atau hutang (اسلف-والفعل السلف).

Ketika lafadz “Salaf” ditambah dengan huruf “Ya” nisbiyah maka ia mempunyai arti generasi pertama yang terdiri dari golongan para sahabat, tabi’in, dan tabi’ tabi’in.

Aliaran ini didirikan oleh Muhammad bin Abdul Wahab bin Sulaiman bin Ali. Dia berasal dari negeri Najed yang terletak di sebelah timur Madinatul Munawwaroh. Aliran ini dinisbatkan kepada ayahnya yang merupakan ulama Madzhab Hanbali.

Namun, golongan ini tidak suka dipanggil dengan sebutan golongan Wahabi karena nama tersebut menimbulkan persepsi negatif di kalangan umat Islam. Oleh karena itu, mereka meggunakan berbagai istilah seperti Salafiyyah, golongan Ahlus Sunnah, dan lain sebagainya.

Ayah dari Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri tidak setuju dan begitu kecewa dengan anaknya dikarenakan mengambil pandangan yang keras karena begitu taasub (fanatik) kepada pandangan Ibnu Taimiyah Al-Harrani. Aliran dan dakwah Wahabiyyah didapatkan berlawanan dengan ahlus sunnah wal jama’ah yang mana bukan saja melibatkan masalah-masalah furu’ (fiqih) bahkan turut melibatkan masalah ushul (aqidah).

Adapun ciri-ciri aliran dakwahh Wahabi yang bertentangan dengan ahlus sunnah wal jama’ah antara lain:

  • menolak dan menyesatkan pengamal pendekatan tauhid sifat 20
  • menganggap syirik berbagai amalan ahlus sunnah seperti sholawat Syifa’ dan Sholawat Tafrijiyyah
  • menuduh pengikut aliran Asy’ariyyah dan Maturidiyah bukan sebagai ahlus sunnah wal jama’ah
  • menganggap pelaku berbagai amalan ahlus sunnah sebagai pelaku bid’ah dholalah dan akan menjadi penghuni neraka

Fatwa Tentang Penegahan Menyebarkan Aliran dan Dakwah Wahabiyah di Negeri Perak

Berdasarkan penyelidikan dan penelitian tersebut, Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak telah mendiskusikan dan menimbang perkara ini serta mengambil keputusan pada menjalankan kuasanya di bawah seksyen 37 Enakmen Pentadbiran Agama Islam (Perak) 2004 [Enakmen 4 Tahun 2004], dengan perkenaan Duli Yang Maha Mulia Sultan membuat dan menerbitkan fatwa bahwa:

ALIRAN DAN DAKWAH WAHABIYAH BERTENTANGAN DENGAN AQIDAH AHLUS SUNNAH WAL JAMA’AH YANG MENJADI PEGANGAN POKOK MASYARAKAT ISLAM DI PERAK

Oleh karena itu, Jawatankuasa Fatwa Negeri Perak mengambil keputusan bahwa:

  1. Setiap orang Islam baik secara individu atau kelompok yang menjadi penyebar Aliran dan Dakwah Wahabiyyah adalah dianggap mengamalkan Aliran dan Dakwah wahabiyyah yang berlawanan dan bertentangan dengan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
  2. Setiap orang Islam baik secara individu atau kelompok melalui organisasi atau asosiasi yang menjadi anggota jamaah atau pengikut Aliran dan Dakwah Wahabiyyah dengan dalih apapun baik melalui kegiatan ekonomi, perdagangan, pendidikan, kesenian, dan sebagainya yang mempunyai unsur-unsur persamaan dengan Aliran dan Dakwah Wahabiyyah, adalah dianggap mengamalkan ajaran, pegangan dan paham yang berlawanan dengan aqidah ahlus sunnah.
  3. Setiap orang Islam baik secara individu atau kelompok melalui organisasi atau asosiasi yang mencoba menyebarkan Aliran dan Dakwah Wahabiyyah baik melalui berbagai jaringan, atau setiap organisasi atau asosiasi yang memiliki unsur-unsur persamaan dengan Aliran dan Dakwah Wahabiyyah adalah dianggap mengamalkan ajaran, pegangan dan paham yang bertentangan dengan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
  4. Apapun variasi, versi, bentuk atau cabang dari setiap aliran wahabi atau apapun ajaran, pegangan atau paham baru yang mempunyai persamaan dengan unsur Aliran dan Dakwah Wahabiyyah adalah berlawanan dengan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah Asy’ariyah dan Maturidiyah.
  5. Apapun juga bahan publikasi dan selebaran yang menonjolkan Aliran dan Dakwah Wahabiyyah atau apapun ajaran, pegangan atau paham baru yang mempunyai persamaan dengan unsur-unsur Aliran dan Dakwah Wahabiyyah dalam bentuk apapun juga baik penerbitan dan percetakan adalah dilarang.
  6. Apapun bentuk tindakan seperti yang disebutkan di atas harus dibatasi dan diambil tindakan menurut hukum perundang-undangan.

Untuk informasi dan sumber aslinya dapat dilihat melalui situs resmi Jabatan Mufti Negeri Perak: Fatwa Penegahan Menyebarkan Aliran dan Dakyah Wahabiah.

Tulisan berjudul Fatwa: Aliran dan Dakwah Wahabiyyah Bertentangan Dengan Aqidah Ahlus Sunnah wal Jama’ah terakhir diperbaharui pada Thursday 13 February 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment