Ketika Imam Besar FPI Habib Rizieq dan Imam Sholawat Habib Syech Bersatu Bersama Syekhermania

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pada 4 November 2013 digelar hajatan besar Tugu Pahlawan Surabaya Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan Habib Muhammad Rizieq Shihab dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1435 H dan memperingati Hari Pahlawan 2013. Hadir dalam acara itu sejumlah ulama dan umara, seperti KH. Agus Ali Masyhuri, Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan yang juga ketua Syekhermania Indonesia serta para ulama, habaib, dan masayikh dan juga warga kota Surabaya, masyarakat Jawa Timur, dan muslimin wal muslimat.

Dihadapan puluhan ribu umat Islam yang hadir saat itu, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Muhammad Rizieq bin Husein bin Muhammad Shihab atau Habib Rizieq menyampaikan pesan tausiah yang sangat menarik. Pesan beliau diawali dengan jawaban atas sebuah buku kecil yang berisi fitnah terhadap umat Islam yang banyak beredar tahun lalu, kemudian terkait hubungan antara Syekhermania dan FPI, dan terakhir berkaitan dengan komitmen pemerintah Jawa Timur terhadap umat Islam.

Jawaban Habib Rizieq Atas Fitnah Buku Kecil Terhadap Umat Islam

Dalam tausiahnya Habib Rizieq menyatakan adanya peredaran sebuah buku kecil yang dibagi-bagikan gratis yang berisi fitnah besar terhadap umat Islam. Isinya cukup berbahaya karena bisa merusak akidah umat Islam. Disebutkan dalam buku kecil tersebut bahwa juru selamat umat Islam adalah Nabi Muhammad SAW. Menurut pengarang buku itu, ini adalah hal aneh karena nabinya masih meminta sholawat kepada umatnya. Sholawat itu merupakan do’a, berarti Nabi Muhammad SAW masih meminta do’a, Nabi Muhammad SAW berarti tidak yakin kalau dirinya sendiri akan selamat di akhirat kelak karena masih meminta di do’akan umatnya. Lalu bagaiman bisa Nabi Muhammad SAW menjadi juru selamat umat Islam?

Terkait peredaran buku ini, FPI menyelidiki siapa dalang dibalik buku fitnah tersebut. FPI menemukan buku kecil itu adalah karangan salah satu tokoh agamawan tertentu yang sengaja menyebarkan fitnah untuk melemahkan dan menghancurkan umat Islam.

Habib Rizieq pun menjawab buku kecil itu kenapa umat Islam bersholawat. Apakah karena nabi membutuhkan sholawat kepada kita? Apakah karena nabi tidak akan selamat di akhirat? Jawabannya tentu saja TIDAK.

Puluhan Ribu Syekhermani Bersholawat di Tugu Pahlawan Surabaya 2013
Puluhan Ribu Syekhermani Bersholawat di Tugu Pahlawan Surabaya 2013, Foto: Arif Khunaifi

Pertama, dijelaskan oleh Habib Rizieq bahwa sholawat itu adalah perintah Allah SWT, sebuah perintah yang sangat istimewa. Allah memerintahkan umat Islam untuk sholat, zakat, puasa Ramadhan, ibadah haji, dll tetapi Allah sendiri tidakk melakukan atau tidak mengerjakannya. Berbeda dengan sholawat karena perintah sholawat itu istimewa. Allah memerintahkan umat Islam untuk bersholawat tetapi Allah yang pertama kali melakukan sholawat, sejak dulu, sekarang, dan seterusnya yang akan datang. Sebagaimana tercantum dalam Al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” (Qur’an Surat Al-Ahzab’ 33:56)

Dalam hal ini, pengertian Allah bersholawat kepada Nabi adalah melimpahkan rahmat dan barokahNya serta segala pertolongan kepada Nabi Muhammad SAW. Jadi, umat Islam bersholawat bukan karena nabi yang minta atau nabi yang menyuruh, atau bukan karena nabi tidak selamat, akan tetapi Allah yang menyuruh umat Islam untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Kedua, dalam hadits nabi, dari Abdullah bin Mas’ud bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang paling dekat denganku pada hari Qiyamat adalah yang paling banyak bershalawat kepadaku”. Sebagai umat Islam tentu ingin dekat dengan nabinya sehingga agar kita bisa dekat maka perbanyaklah sholawat. Kita umat Islam yang butuh dan perlu dekat dengan Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, umat Islam lah yang sebenarnya membutuhkan sholawat.

Ketiga, dalam hadits nabi yang lain disebutkan seperti yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa bershalawat kepadaku satu kali maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali”. Yang berarti Allah melimpahkan rahmat kepada orang yang bersholawat. Siapakah itu? Tentus saja yang bersholawat adalah umat Islam itu sendiri. Sekali lagi, yang membutuhkan sholawat adalah kita umat Islam.

Keempat, ini adalah yang terpenting. Sholawat itu merupakan benteng akidah umat Islam. Allah memerintahkan umat Islam untuk bersholawat kepada nabi, dan sholawat itu do’a, dan doa’ itu hanya diperuntukan bagi makhluk, dan makhluk berdoanya itu hanya kepada Allah SWT. Maka dari itu, ini berarti dengan bersholawat, Allah mendidik hambaNya untuk membaca sholawat nabi, mengirim do’a untuk nabi, berarti sesuci-sucinya nabi, semulia-mulianya nabi, dan seagung-agungnya nabi, beliau tetap manusia bukan Tuhan yang disembah. Makin banyak bersholawat berarti makin banyak mengingatkan kita tentang sifat kemanusian nabi. Jadi, mereka yang banyak bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW itu tidak ada yang mengatakan nabi itu Tuhan apalagi disembah. Dan pengikut ahlussunah wal jamaah adalah mayoritas yang paling banyak bersholawat dan tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan nabi itu Tuhan. Ini adalah bentuk perlindungan Allah.

Antara Syekhermania dan FPI

Dahlan Iskan, Habi Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan Habib Rizieq ShihabHabib Rizieq dalam sambutannyasempat kaget dan tidak menyangka kalau Ketua Umum Syekhermania Indonesia adalah Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan. Spontan Habib Rizieq berkomitmen mendukung dan mendo’akan Dahlan Iskan maju sebagai calon presiden Republik Indonesia. Diharapkan nanti kalau sudah menjadi Presiden maka sholawat akan masuk Istana, ya Istana Bersholawat insya Allah. FPI sendiri berjanji akan berhenti berdemo karena Presiden RI itu suka sholawatan. Ribuan umat Islam berseragam putih-putih datang ke Istana Negara, untuk bersholawat bukan untuk demonstasi. FPI akan berhenti berdemo. Habib Rizieq ingin mengatakan amar makruf nahi munkar dapat dilakukan melalui sholawatan. Bahkan Habib Rizieq penuh semangat dan berbicara lantang dihadapan ribuan hadirin bahwa FPI itu semuanya Syekhermania karena tidak anti sholawat tetapi cinta sholawat, bahkan semua anggota FPI saat itu didaftarkan sebagai anggota Syekhermania Indonesia dan berharap ada salah satu Syekhermania yang bakal jadi Presiden Indonesia kelak.

Ketua Panitia Habib Muhammad Al Jufri agak terkejut dengan aksi spontanitas Habib Rizieq. Menurutnya acara ini adalah forum untuk merayakan tahun baru Islam. Tapi ia mengakui bahwa Dahlan Iskan telah menunjukan kinerja dan prestasi luar biasa dalam membangun Indonesia yang lebih baik. Ratusan habaib dan kiai bersama puluhan ribu muslimin wal muslimat menjadi saksi pernyataan Habib Rizieq yang mengejutkan ini. Tidak heran sebagai bentuk penghormatan luar biasa, Habib Rizieq menjuluki Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf sebagai Imam Sholawat karena telah mengenalkan sholawat ke berbagai pelosok di tanah air.

Habib Rizieq juga meminta maaf kepada warga NU khususnya maupun komponen bangsa Indonesia yang selama ini merasa tersakiti oleh anggota FPI. Beliau mengatakan bahwa kesulitan terbesarnya mengendalikan tindakan anarki anggota yang kurang berpendidikan dan mengenal agama dengan baik. Dalam kesempatan itu, Habib Rizieq juga meminta pemberitaan tentang FPI di media terutama TV agar adil. Selama ini pemberitan tentang FPI di media hanya yang bersifat kekerasan seolah-olah FPI itu suka membuat onar. Banyak kegiatan kemanusiaan yang dilakukan oleh FPI namun tidak ada satu media pun yang meliput, giliran ada anggotanya yang berbuat anarki, hampir semua media memberitakannya.

Komitmen Pemerintah Jawa Timur Terhadap Umat Islam

Dalam tausiahnya Habib Rizieq juga menyatakan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur saat ini berkomitmen untuk terus mewujudkan cita-cita umat Islam. Salah satunya adalah dengan mengurangi angka kemaksiatan. Dan alhamdulillah saat ini sudah menunjukan penurunan diantaranya menurunnya tempat-tempat prostitusi di Jawa Timur. Selain itu Pemerintah Jawa Timur juga akan berkomitmen mendukung pendidikan Pondok Pesantren (Ponpes). Ponpes merupakan basis kekuatan umat Islam. Pergerakan dalam mengusir penjajah dari Nusantara tidak lepas dari peran Pondok Pesantren di Indonesia. Saat itu umat Islam dengan para kiai dan santri memimpin di garis terdepan dalam mengusir penjajahan. Untuk itulah Ponpes perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Pemerintah juga mesti berkomitmen dalam memajukan kesejahteraan warga khusunya di Jawa Timur.

Sebagai penutup habib rizieq berpesan agar umat Islam menjaga aqidah ahlussunnah wal jama’ah. Terus jalankan amaliah ahlussunnah wal jama’ah, seperti sholawatan, manakiban, tahlilan, dan lain sebagainya. Semua itu adalah amalan-amalan ahlussunnah wal jama’ah.

Seperti biasa di setiap gelaran acara sholawatan bersama Habi Syech bin Abdul Qadir Assegaf maka acara ditutup dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf yang memiliki jutaan fans di Asia Tenggara memimpin langsung dengan khidmat pembacaan lagu Indonesia Raya bersama puluhan ribu umat Islam Indonesia. Sungguh Ajiiiib.

Untuk selengkapnya, silahkan download dan dengarkan audio mp3 dan video Surabaya Bersholawat bersam Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf dan Habib Rizieq Shihab.

Tulisan berjudul Ketika Imam Besar FPI Habib Rizieq dan Imam Sholawat Habib Syech Bersatu Bersama Syekhermania terakhir diperbaharui pada Tuesday 4 February 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Ketika Imam Besar FPI Habib Rizieq dan Imam Sholawat Habib Syech Bersatu Bersama Syekhermania

Post Comment