Khutbah Jum’at: Durhaka Kepada Allah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Khutbah Jum’at Pertama:

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ
الْحَمْدُ ِللهِ الْحَمْدُ ِللهِ الَّذِيْ حــذرعـبــاده مـن الـمـعــاصي والـمـنـكر والأغــتـرار * ورغــبــهــم فى الأســتـعــداد لــدار الـقــرار * أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الـذي يخــلـق مــا يــشــاء ويــخــتــار * وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ســيــد الـخــلائــق والـبــشــر * اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَِيّدِناَ محَُمَّدِ نــَور اْلأُنــوار* َ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الـمــهــاجــريــن والأنــصــار * وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ دار الـقــرار * أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا اْلحَاضِرُونَ اْلكِرَامُ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِى بِتَقْوَى اللهُ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ * قَالَ اللهُ تَعَالىَ: أَعُوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ : يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ *

Bapak bapak, jama’ah jum’ah rahimakumullah…….

Sebagai pembuka kata perkenankanlah kami mengajak diri saya sendiri dan saudara sekalian, marilah kita tingkatkan taqwa dan keta’atan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan menjalankan semua perintah Nya, dan menjauhi apapun yang menjadi larangan Nya.

Karena hanya dengan bertaqwa kepada Allah kita akan mendapatkan rahmat dan kebahagiaan hidup dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, sejak hidup di duni ini sampai kelak di alam akhirat. Amiin.

Hanya dengan bertaqwa ini kita akan mendapatkan keselamatan , Allah telah berfirman :

وَنَجَّيْنَا الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ

“Dan Kami selamatkan orang-orang yang beriman dan mereka adalah orang-orang yang bertakwa “ . (QS : Fushshilat : 18).

Saudara saudara, jama’ah jum’ah rahimakumullah ,

Harap diketahui bahwa perbuatan maksiat, durhaka kepada Allah itu merupakan perkara yang menyebabkan jatuhnya beberapa siksa dunia dan akhirat. Dan juga akan membawa pengaruh jelek, bagi masyarakat dan Negara. Allah menggambarkan di dalam Al Qur’an berapa banyak ummat dan bangsa yang sirna ditimpa mala petaka. Tak kan pernah ada bala’ dan musibah, penyakit menular dan wabah, dan lain sebagainya segala macam bencana kecuali oleh karena dosa dan ma’shiyat masyarakatnya.

Adapun maksiat adalah pebuatan durhaka, artinya pembangkangan terhadap Allah, baik yang shifat pembangkangan itu karena tidak ta’at kepada perintah Allah, ataupun karena pelanggaran terhadap larangan Allah. Contohnya seperti Iblis laknatullah, yang dikutuk oleh Allah karena pembangkangannya terhadap perintah Allah tak mau sujud kepada Nabi Adam ‘Alaihis salam karena kesombongan dan takabburnya.

Qarun yang kaya raya bergelimang harta, ditelan umi bersama hrta kekayaannya lantaran pembangkangan dan pelanggarannya tak mau membayar zakat, ikar terhadap kwajiban zakat. Bahkan telah membuat fitnah terhadap Nabi Musa ‘Alaihis salam. Mereka disambar halilintar karena mereka mendustakan Nabi shalih.

Demkian juga suku Tsamud bangsa Nabi Shalih Alaihis salam, ditumpas dengan angin puting beliung , angin bertiup menghempas kencang sekali dan menyebarkan hawa yang sangat dingin serta suwara gemuruh sangat menakutkan yang disebut angin Shor shor.

Azab dan siksa dunia yang demikian itu semua tak lain olh sebab ma’shiyat dan duraka mereka kepada Allah serta takabur dan mendustakan Nabinya. Sebagaimana firman Allah didalam Al Qur’an :

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيحاً صَرْصَراً فِي أَيَّامٍ نَحِسَاتٍ لِنُذِيقَهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَعَذَابُ الْآخِرَةِ أَخْزَى وَهُمْ لا يُنْصَرُونَ

“Maka Kami meniupkan angin yang amat gemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang sial, karena Kami hendak merasakan kepada mereka itu siksaan yang menghinakan dalam kehidupan dunia. Dan Sesungguhnya siksa akhirat lebih menghinakan sedang mereka tidak diberi pertolongan”. (QS. Fushshilat : 16).

Saudaraku Kaum Muslimin yang saya banggakan,

Melihat kenyataan sa’at sekarang ini kita angat prihtin, karena begitu banyaknya bencana dan mushibah yang terjadi. Rasanya sangat sulit untuk merasakan suasana tenteram penuh rasa kekhawatiran. Oleh sebab itu dengan teladan dan kisah kisah ummat masa lalu, di dalam Al Qur’an yang dapat kita rasakan, tentu kita akan sama sama mendapat pengetahuan, selanjutnya kita tentu akan lebih berhati hati, dengan meningkatkan tha’at ibadah kita kepada Allah. Dan juga mengurangi bahkan berhenti sama sekali dari perbuatan ma’shiyat dan durhaka, agar Allah tidak menimpakan mala petaka dan kutukan kepada bangsa kita. Sesuai dengan firman Allah pada permulaan tadi tak kan ada jalan keselamatan kecuali dengan meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Ta’ala. Dengan peningkatan ini, memenuhi perintah, serta meninggalkan dan menjauhi segala sesuatu yang dilarang oleh Allah. Jangan sampai berani melanggar larangan Allah. Semoga kita sekalian senantiasa tetap Iman Islam. Semakin tambah ta’at dan selamat dari malapetaka dan mendapatkan ridla dari Allah Ta’ala.

جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلفَائِزِيــْنَ اْلآمِنِــيْنَ * وَأَدْخَلَـنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ * فقـد قَالَ تَعَالَى وَهُوَ أَصْدَقُ اْلقائِلِيْنَ: أَعُوْذُبِاللهِ مِنَ الشًّيْطَانِ الرَّجِيْمِ * بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ * قل لـن يـصـيــبـنــا الا مـا كتـب اللـه لــنـا هــو مــولانــا وعـلى اللـه فـلـيــتــوكـل الــمــؤ مـنـون * وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ

Khutbah Jum’at Kedua:

الْحَمْدُ ِللهِ ، الْحَمْدُ ِللهِ حَقَّ حَمْدِهِ * أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ شَهَادَةَ عَبْدِهِ * وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْوَفِيُّ بِعَهْدِهِ * صَلَّـى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلهِ وَأَصْحَابِهِ مِنْ بَعْدِهِ * وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا * أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا اللهَ تَعَالَى * وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ تَعَالَى أَمَرَكُمْ أَمْرًا عَمِيْمًا * فَقَالَ جَلَّ جَلاَلُهُ: إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ. يَآأَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا * اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ * وَتَابِعِ التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنَ * وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ *

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ * وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ * إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُّجِيْبُ الدَّعَوَاتِ * اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَتَنَا وَأُمَّتَنَا وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا وَاجْعَلْنَا هُدَاةَ مُهْتَدِيْنَ * اَللَّهُمَّ اْنصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ * وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْمُسْلِمِيْنَ * أَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ * وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ * وَفُكَّ أَسْرَ الْمَأْسُوْرِيْنَ * وَفَرِّجْ عَنِ الْمَكْرُوْبِيْنَ * وَاقْـضِ الدَّيْنَ عَلَى الْمَدْيُوْنِيـْنَ * وَاكْتُبِ اللَّهُمَّ السَّلاَمَةَ عَلَيْنَا * وَعَلَى الْغُزَّاةِ وَالْمُجَاهِدِيْنَ وَالْمُسَافِرِيْنَ * إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ * اَللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ * وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ* وَاْلفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَة * وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ * مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ * مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً * وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً * إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ * رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بالإِيـْمَانِ* وَلاَ تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلاًّ لِّلَّذِيْنَ آمَنُوْا رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَّحِيْم *

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ * وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ*

Tulisan berjudul Khutbah Jum’at: Durhaka Kepada Allah terakhir diperbaharui pada Thursday 27 February 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Khutbah Jum’at: Durhaka Kepada Allah

Post Comment