Kisah Nyata: Inilah Cara Hizbut Tahrir Dalam Menyebarkan Buletin Al-Islam

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Ini adalah kisah nyata yang menceritakan bagaimana cara ngaji di Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam menyebarkan dakwahnya lewat buletin. Kisah ini diceritakan oleh salah seorang pengurus masjid di daerah Ciputat yang berhadapan dengan pengikut HTI penyebar buletin Al-Islam.

Berikut kisahnya:

Minggu-minggu ini masjid kecil yang saya kelola di Ciputat kedatangan dua kelompok tamu yang agak menjengkelkan. Tamu pertama dari HTI yang tanpa minta ijin mengedarkan buletin Al-Islam. Mereka dengan tanpa beban membagi buletin itu di dalam masjid. Saya tanya kepada mereka: “Kamu mengedarkan ini sudah minta ijin belum?”. Dia gelagapan karena memang tidak minta ijin.

Dia balik tanya: “Kalau minta ijin sama siapa pak?”.

“Ya, sama saya”, jawab saya.

“Kalau gitu kami minta ijin pak”, orang HTI ini menimpali.

“Saya tidak ijinkan”.

Dia agak gusar dan bertanya: “Kenapa tidak diijinkan pak?”.

“Karena saya tahu HTI itu apa”. Petugas itu (orang HTI) agak ngeyel dan saya ancam jangan salahkan saya kalau saya bersikap keras kalau kamu ngeyel. Si petugas rupanya tidak terima dan lapor pada pimpinan HTI.

Pada Jum’at berikutnya, si pimpinan datang ke masjid yang saya kelola itu. Kebetulan waktu itu saya Jum’atan di luar, jadi tidak ketemu. Dia bicara dengan salah seorang pengurus masjid dan Ustadz yang sudsh saya beri pesan soal ini. Akhirnya, si pimpinan minta nomor HP saya. Beberapa saat kemudian pimpinan HTI itu menelpon saya dan minta ijin mengedarkan bulletin itu. Saya tetap bilang tidak boleh dan itu hak saya, karena saya tahu HTI itu organisasi apa. Dia masih bilang: “Kalau diedarin di jalan bagaimana pak?”. Saya bilang: “Kalau dijalan itu urusan Ketua RT”. Saya sudah bilang ke Ketua RT, HTI jangan boleh mengedarkannya karena HTI organisasi yang akan mengganti Pancasila. Saya katakan begitu dan Ketua RT baru paham.

Cerita kecil di atas, semakin menyadarkan saya betapa pentingnya mengawal tempat ibadah agar kelompok seperti yang saya ceritakan tidak seenaknya memasarkan ideologinya. Hanya satu kata: LAWAN!!!

Diceritakan oleh Ustadz Rumaidi Ahmad dengan sedikit perubahan ejaan.

Tulisan berjudul Kisah Nyata: Inilah Cara Hizbut Tahrir Dalam Menyebarkan Buletin Al-Islam terakhir diperbaharui pada Wednesday 26 February 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment