Kisah Nyata: Syaikh Ali Jum’ah dan Seorang Muridnya

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Saya bersumpah, bahwa cerita ini nyata.

Kejadiannya Jum’at lalu. Saya mempunyai seorang sahabat yang sholat di Masjid Fadlil, Hay Mutamayyaza, Daerah 6 Oktober, Kairo. Dia berada di shaf depan, sebab dia datang lebih awal.

Ringkas cerita, supaya tidak bertele-tele, saat ia menoleh ke kiri, matanya melihat Syekh Ali Jum’ah sedang sujud pada rakaat kedua shalat sunnah. Ia memperhatikan.

“Apakah Syekh Ali Jum’ah ini pendek sebagaimana yang saya lihat di TV ataukah berbadan tinggi?”, gumam sahabat saya itu.

Setelah rampung menunaikan sholat Jum’at, kawanku itu mendekati kursi tempat Syeikh Ali duduk (untuk berceramah). Ditengah ceramahnya, Syeikh Ali Jum’ah berkata:

“…..Seorang murid hatinya bertanya-tanya tentang fisik gurunya; apakah ia pendek, ataukah tinggi…..”

Beliau tersenyum sambil menoleh ke arah sahabatku itu, sambil melanjutkan, “Begitu, kan?”

Demikianlah para ‘arifiin’, setiap waktu Allah memancarkan cahaya mata hati padanya.

(Kisah ini diceritakan oleh seorang muhibin Syekh Ali Jumah, diterjemahkan oleh Alfan Humaydi/ Suara Al Azhar Mesir)

Tulisan berjudul Kisah Nyata: Syaikh Ali Jum’ah dan Seorang Muridnya terakhir diperbaharui pada Wednesday 12 February 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Kisah Nyata: Syaikh Ali Jum’ah dan Seorang Muridnya

Post Comment