Anggota Dewan Riset Islam Al Azhar Tolak Istilah ‘Timur Tengah atau The Middle East’

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Dr. Muhammad Imarah (Pemikir Muslim, Anggota Dewan Riset Islam Al-Azhar) menolak penggunaan istilah “Timur-Tengah” (as-Syarq al -Awsat, The Middle East) untuk menyebut daerah Jazirah Arab dan sekitarnya, pemikir ini menawarkan istilah lain: as-Syarq al-Arabi (Timur Arab), atau as-Syarq al-Islami (Timur-Islam).

Bukan tanpa dasar, pasalnya istilah dari Barat ini mengandung paling tidak dua misi kolonialisme. Pertama, pencerabutan identitas Arab dan Islam dari rakyat wilayah tersebut. Yaitu dengan menyebutnya sebagai sebuah wilayah yang berada di Timur bagian tengah, selesai. Hanya mengandung sebuah entitas geografis semata, mengaburkan entitas kebangsaan, agama, kebudayaan dan peradaban. Mereka ingin membuat bangsa tersebut lupa akan identitas Islam dan Arab mereka, sehingga bisa dengan mudah dikuasai.

Alasan yang kedua, istilah-istilah Timur Tengah dan Timur Jauh (as-Syarq al-Aqsha), itu cuma cocok buat Barat. Karena jauh dan dekat di sini diukur dari keberadaan negeri mereka. Bagi kita, jauh dan dekat kita (baik bangsa Arab maupun bangsa Asia pada umumnya) jelas berbeda dengan jauh dan dekat mereka. Jelas tidak relevan dengan kita.

Juga terdapat kesan seolah mereka ingin menampilkan pada masyarakat dunia, bahwa Barat adalah sentral peradaban, oleh karena itu jauh dan dekat harus dilihat dari kaca mata mereka.

Katakan dengan bangga, saya menuntut ilmu di Timur-Islam, bukan Timur-Tengah. Jangan serta merta membebek pada neo-kolonialisme Barat. (Muslimedianews).

Tulisan berjudul Anggota Dewan Riset Islam Al Azhar Tolak Istilah ‘Timur Tengah atau The Middle East’ terakhir diperbaharui pada Saturday 1 March 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment