Benarkah KH Hasyim Asy’ari dan Para Pendiri NU Melarang Tahlilan?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Keputusan hasil Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) I di Surabaya pada 13 Rabi’uts Tsani 1345 H/ 12 Oktober 1926 M sering dijadikan senjata makan tuan oleh sebagian pihak terhadap Nahdliyin untuk melarang Tahlilan. Dikatakan bahwa NU pada masa awal didirikannya dan pada masa kepemimpinan KH Hasyim Asy’ari memutuskan bahwa tahlilan itu bid’ah yang dilarang dalam Islam. Hal ini didasarkan atas keputusan Muktamar NU I yang juga termuat dalam kitab I’anah al-Thalibin.

Padahal kalau mereka mau menelusuri dengan seksama hasil keputusan Muktamar NU I maupun mendalami lebih jauh apa yang tertulis dalam kitab I’anah al-Thalibin yang menjadi dasar keputusan itu maka akan didapatkan jawaban yang berseberangan atas tuduhan golongan sepihak itu.

Alhasil tanpa mau mempelajari lebih detail tentang hasil keputusan Muktamar NU I ini, dengan serta merta dan membabi buta, golongan sepihak yang anti-tahlil membuat kesimpulan sendiri. Mereka menyatakan bahwa NU melarang tahlilan atau pendiri NU KH Hasyim Asy’ari melarang umat Islam untuk tahlilan. Alasannya tahlilan itu bid’ah yang tercela. Benarkah demikian…?

Mari kita simak tulisan singkat Ustadz Ma’ruf Khozin Wakil Katib Syuriah PCNU Surabaya yang mana beliau mengutip langsung tulisannya dari kitab Risalah Ahlissunnah wal Jama’ah karangan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari.

Ternyata apa yang dituduhkan golongan anti-tahli adalah tidak benar! Buktinya Rais Akbar Nahdlatul Ulama Hadlratusy Syaikh KH Hasyim Asy’ari tidak melarang tahlilan. KH Hasyim Asy’ari berkata:

فَإِذَا عَرَفْتَ مَا ذُكِرَ تَعْلَمُ أَنَّ مَا قِيْلَ أَنَّهُ بِدْعَةٌ كَاتِّخَاذِ السَّبْحَةِ وَالتَّلَفُّظِ بِالنِّيَةِ وَالتَّهْلِيْلِ عِنْدَ التَّصَدُّقِ عَنِ الْمَيِّتِ مَعَ عَدَمِ الْمَانِعِ عَنْهُ وَزِيَارَةِ الْقُبُوْرِ وَنَحْوِ ذَلِكَ لَيْسَ بِبِدْعَةٍ وَإِنَّ مَا أُحْدِثَ مِنْ أَخْذِ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْاَسْوَاقِ اللَّيْلِيَّةِ وَاللَّعْبِ بِالْكُوْرَةِ وَغَيْرِ ذَلِكَ مِنْ شَرِّ الْبِدَعِ رسالة أهل السنة والجماعة صـ 8

“Jika anda mengetahui apa yang telah disebutkan (tentang 5 macam Bid’ah), maka anda akan mengetahui tentang tuduhan “Ini adalah bid’ah”, seperti menggunakan tasbih, mengucapkan niat, tahlil ketika sedekah untuk mayit dengan menghindari hal-hal yang dilarang, ziarah kubur dan sebagainya, bukanlah bid’ah. Sedangkan memungut uang dari orang-orang di pasar malam dan permainan kerasukan adalah bid’ah yang paling buruk” (Risalah Ahlisunnah wal Jamaah hal. 8).

Tulisan di atas tentu sudah cukup jelas dan gamblang untuk menjawab tuduhan bahwa KH Hasyim Asy’ari atau NU melarang tahlilan adalah salah besar.

Tulisan berjudul Benarkah KH Hasyim Asy’ari dan Para Pendiri NU Melarang Tahlilan? terakhir diperbaharui pada Friday 7 March 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


2 thoughts on “Benarkah KH Hasyim Asy’ari dan Para Pendiri NU Melarang Tahlilan?

Post Comment