Inilah Kemuliaan Seorang Sufi (Ahli Tasawuf) Menurut Pandangan Ulama Ahlussunnah

SHARE & LIKE:
  • 199
  •  
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  
    200
    Shares

Al-Imam Asy-Syafi’i

قال الإمام الشافعي رحمه الله تعالى : صحبت الصوفية فاستفدت منهم ثلاث كلمات :

قولهم : الوقت سيف إذا لم تقطعه قطعك
قولهم : نفسك إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل
قولهم : العدم عصمة
وقال أيضا : حبب الي من دنياكم ثلاث : ترك التكلف ،وعشرة الخلق بالتلطف ،والإقتداء بطريق أهل التصوف .(كشف الخفاء ومزيل الإلباس عمااشتهر من الأحاديث على السنة الناس)

Berkata Al-Imam As-Syafi’i : Aku hidup bersama dengan orang-orang Sufi, maka Aku bisa mengambil manfaat dari mereka dalam tiga Kalimat :

  1. Waktu adalah pedang, jika engkau tidak bisa memotongnya (menggunakanya), maka dia yang akan memotongmu (menjadikan engkau celaka dan rugi)
  2. Dirimu dan keinginan nafsumu, jika engkau tidak menyibukkanya dengan sesuatu yang benar, maka dia akan menyibukkanmu dengan urusan yang bathil
  3. K etidak beradan (kefaqiran) merupakan penjagaan dari Allah.

Dan Beliau berkata juga: Aku diberikan kesenangan terhadap permasalahan dunia kalian dalam tiga hal; meninggalkan usaha yang keras untuk mencari dunia, bergaul denga manusia menggunakan sifat lemah lembut, dan mengikuti jalan dan cara orang-orang ahli tasawuf.

Al-Imam Abu Hanifah

نقل الفقيه الحنفي الحصكفي صاحب الدر : أن ابا علي الدقاق رحمه الله تعالى قال :

انا أخذت هذه الطريقة (التصوف) من ابي القاسم النصري الأباذي ،وقال اب القاسم : انا أخذتها من الشبلي ، وهو من السري السقطي ، وهو من معروف الكرخي ،وهو من داود الطائي ،وهو اخذ العلم والطريقة من ابي حنيفة النعمان رضي الله عنه ،وكل منهم اثنى عليه واقرعليه . (الدر المختار)

Al-Faqih (seorang ahli Fiqih) Al-Hanafi Al-haskafi, penulis Kitab “Ad-Durr Al-Mukhtar”, mengatakan bahwa Abu Ali Ad-Daqqaq berkata: aku mempelajari Thariqah “ajaran” ini, yakni Ilmu Tasawuf dari Abi Qasim An-nashry Al-Abadziy, Abu Qasim berkata: Aku mempelajarinya dari Syibli, dan Dia dari As-Sirry As-Siqthiy, dan Dia dari Ma’ruf Al-Kurkhi, dan Dia dari Dawud At-Tha’iy, dan Dia mempelajari ilmu ini dari Abi Hanifah An-Nu’man, dan setiap orang dari mereka memuji dan menetapkan ilmu tasawuf sebagai ilmu yang mulia.

Al-Imam Malik

يقول الإمام مالك رحمه الله تعالى : (من تفقه ولم يتصوف فقد تفسق ،ومن تصوف ولم يتفقه فقد تزندق ،

ومن جمع بينهما فقد تحقق. (حاشية العلامة علي العدوي)

Al-Imam Malik r.a. berkata: Siapa yang belajar dan memperdalam ilmu Fiqih dan tidak mempelajari ilmu Tasawuf, maka Dia telah menjadi orang yang fasik, dan siapa yang mendalami Ilmu Tasawuf dan tidak mempelajari Ilmu Fiqih, maka Dia telah menjadi seorang Zindiq, dan seseorang yang menngabungkan antara keduanya (Ilmu Fiqih dan Tashowwuf) maka Dia telah menjadi orang benar-benar mendalami Ilmu.

Al-Imam Ahmad bin Hanbal

كان الإمام أحمد رحمه الله تعالى ،قبل مصاحبته للصوفية ،يقول لولده عبدالله :

(يا ولدي عليك بالحديث ! وإياك ومجالسة هؤلاء الذين سموا أنفسهم صوفية ،فربما كانوا احدهم جاهلا بأحكام دينه ،فلما صحب اباحمزة البغدادي الصوفي وعرف احوال القوم ،اصبح يقول لولده : يا ولدي عليك بمجالسة هؤلاء القوم ،فإنهم زادوا علينا بكثرة العلم والمراقبة والخشية والزهد وعلو الهمة)

وكان الإمام احمد بن حنبل مع جلالة قدره إذا توقف في مسألة يقول لأبي حمزة البغدادي رضي الله عنه : ما تقول في هذه المسألة يا صوفي ؟فمهما قال له اعتمده .

ونقل العلامة محمد السفاريني الحنبلي رحمه الله عن ابراهيم بن عبد الله العلاني رحمه الله تعالى أن الإمام احمد قال عن الصوفية : لا أعلم اقواما افضل منهم ،قيل إنهم يستحيون ويتواجدون ، قال : دعوهم يفرحون مع الله ساعة. (غذاء الألباب شرح منظومة الآداب)

Disebutkan bahwa Al-Imam Ahmad rahimahullah, sebelum beliau berteman dengan orang-orang Suf, beliau berkata kepada putranya yang bernama Abdullah: wahai putraku pelajarilah Ilmu Hadits! dan jauhkan dirimu dari berkumpul dengan mereka, orang-orang yang menamakan diri mereka dengan sebutan Kelompok Sufi, mungkin diantara mereka ada yang masih bodoh dan tidak mengetahui tentang masalah hukum-hukum agamanya.

Akan tetapi ketika beliau berteman dengan Abu Hamzah Al-Baghdadi seorang yang Sufi, dan mengetahui keadaan kelompok orang-orang Sufi yang sebenarnya, beliau pun berkata kepada putranya: wahai putraku, duduklah dan berkumpullah dengan mereka (orang-orang Sufi), sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang mempunyai Ilmu yang lebih banyak dari Kita, dan sifat Muroqobah (selalu merasa dalam pengawasan Allah), dan rasa takut kepada Allah serta sifat Zuhud terhadap dunia.

Dan disebutkan bahwa Imam Ahmad bin Hambal, dengan kemuliaan yang Beliau miliki, jika berhenti pada suatu permasalahan, belaiu berkata kepada Abi Hamzah Al-Baghdadi: Apa pendapat Anda wahai orang yang Sufi? Dan apapun yang dikatakan olehnya maka Imam Ahmad pasti meyakininya.

Dan Al-Imam Al-Allamah Muhammad As-Safaraini Alhambali menukil dari perkataan Ibrahim bin Abdullah ,bahwa Imam Ahmad berkata tentang orang-orang Sufi :Aku tidak pernah menemukan kelompok Kaum yang lebih Mulia dari mereka ,mereka adalah orang-orang yang malu terhadap Allah dan selalu berusaha untuk beramal ,Biarkanlah mereka bergembira dengan Allah sesaat !

Ibnu Taimiyyah

تحدث احمد ابن التيمية رحمه الله تعالى عن تمسك الصوفية بالكتاب والسنة في الجزء العاشر

من مجموع فتاويه، فقال : فأما المستقيمون من السالكين كجمهور مشايخ السلف ،مثل الفضيل بن عياض ، وابراهيم بن ادهم ،وابي سليمان الداراني ،ومعروف الكرخي ،والسري السقطي ،والجنيد بن محمد ،وغيرهم من المتقدمين ،مثل الشيخ عبد القادر الجيلاني والشيخ حماد ،والشيخ ابي البيان ، وغيرهم من المتأخرين ،فلا يسوغون للسالك ولو طار في الهواء هو مشى على الماء أن يخرج عن الأمر والنهي الشرعيين ،بل عليه أن يعمل المأمورويدع المحظور الى أن يموت وهذا الذيي د ل عليه الكتاب والسنة وإجماع السلف ،وهذا كثير في أفعالهم .(مجموع فتاويه احمد بن تيمية 1 ص516-517)

Syekh Ahmad Ibn Taimiyyah berbicara tentang aqidah orang-orang Sufi yang berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah di dalam Juz yang ke 10 dalam Kitab Majmu’ fatawanya, beliau berkata: Adapun orang-orang dari mereka yang ada di jalan yang lurus, seperti kebanyakan para Ulama Salaf, semisal Fudzail bin ‘Iyadh, Ibrahim bin Adham, Abi Sulaiman Ad-Darany, Ma’ruf Al-Kurkhi, Sirry As-Siqthi, Al-Juanaid bin Muhammad dan selain dari mereka yang terdahulu juga seperti Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, Syekh Hammad, Syekh Abi Al-Bayan, dan selain mereka dari Ulama-Ulama Muta’akhirin, maka orang yang lurus menjalankan ajaran ini, tidak akan tertipu dan berbelok walaupun mereka bias terbang di atas awan dan berjalan di atas air, untuk keluar dari perintah-perintah dan tidak akan melanggar larangan-larangan yang Syar’i, akann tetapi dia harus melakukan apa yang telah diperintahkan Allah dan menjauhi apa yang dilarangkan Allah, sampai mereka meninggal dunia, dan hal ini telah ditunjukkan oleh Al Qur’an, As-Sunnah dan Ijma’ Ulama Salaf, dan inilah yang banyak terjadi di dalam perbuatan mereka .

Al-Imam Tajuddin As-Subki

وقال تاج الدين السبكي رحمه الله تعالى في كتابه عن الصوفية : وقد تشعبت الأقوال فيهم

تشعبا ناشئا عن الجهل بحقيقتهم لكثرة المتلبسين بها الى أن قال ،وإنهم المعرضون عن الدنيا المشتغلون في أغلب الأوقات بالعبادة….

ثم تحدث عن تعاريف التصوف الى أن قال….والحاصل أنهم اهل الله وخاصته الذين ترتجي الرحمة بذكرهم ويستنزل الغيث بدعائهم ،فرضي الله عنهم وعنا بهم (معيد النعم ومبيد النقم)

Al-Imam Tajuddin As-subki berkata di dalam kitabnya tentang kelompok orang-orang Sufi: perkataan dan pendapat orang-orang tentang Sufi, telah bercabang dan bermacam-macam, dan kemunculan pendapat ini, disebabkan oleh kebodohan dan ketidaktahuan mereka tentang siapa sebenarnya orang-orang Sufi, kerana banyaknya orang-orang yang menyamai mereka, sesungguhnya mereka adalah kelompok orang yang berpaling dari Dunia, yang menyibukkan diri mereka di dalam kebanyakan waktunya dengan beribadah kepada Allah SWT.

Lalu Beliau juga berbicara tentang pengertian Tasawuf, sampai pada perkataanya …kesimpulanya mereka adalah orang-orang yang dekat dengan Allah, dan orang-orang khusus yang selalu mengharap rahmat Allah, dan akan datang pertolongan Allah dengan sebab doa mereka, semoga Allah meridloi mereka dan meredloi kita sebab berkah mereka.

Al-Imam Fakhruddin Ar-Roozy

قال الإمام العلامة الكبيروالمفسر الشهير الإمام فخر الدين الرازي رحمه الله تعالى ، في الباب الثامن عن احوال الصوفية : إعلم أن من حصر فرق الأمة لم يذكر الصوفية ،وذالك خطأ ،لأن حاصل قول الصوفية ،أن الطريق الى معرفة الله تعالى ،هو التصفية والتجرد من العلائق البدنية ،وهذا طريق حسن .

وقال ايضا : المتصوفة : قوم يشتغلون بالفكر وتجرد النفس عن العلأئق الجسمانية ،ويجتهدون ان لا يخلوا سرهم وبالهم عن ذكر الله تعالى في سائر تصرفاتهم واعمالهم ،منطبعون على كمال الأدب مع الله عز وجل ،وهؤلاء خير فرق الآدميين (إعتقادات فرق المسلمين والمشركين)

Al-Imam Al-Allamah seorang Mufassir yang terkenal Fakhruddin Ar-Roozy berkata didalam Bab yang kedelapan, tentang kehidupan orang-orang Sufi: ketahuilah sesungguhnya orang yang yang menghitung jumlah kelompok atau golongan agama ini, dan dia tidak menyebutkan kelompok Sufi termasuk dari bagian agama ini, maka itu merupakan kesalahan, karena maksud dan inti dari perkataan orang-orang Sufi adalah, bahwa jalan menuju Allah SWT yaitu membersihkan jiwa dan melepaskanya dari ketergantungan terhadap hal-hal yang berkaitan dengan jasad, dan ini merupakan jalan yang baik.

Dan Beliau berkata Juga, orang-orang Sufi adalah sekelompok orang yang menyibukkan diri dengan bertafakkur, dan berusaha melepaskan diri dari hal-hal yang berhubungan dengan jasad, dan selalu berusaha agar ruh dan hati mereka tidak kosong dari dzikir (ingat) kepada Allah dalam setiap pekerjaan dan gerakan mereka. Mmereka selalu mendasari semuanya dengan adab yang sempurna kepada Allah SWT, dan merekalah sebaik-baik kelompok manusia.

Al-Imam As-Syathiby

إن كثيرا من الجهال يعتقدون في الصوفية أنهم متساهلون في الإتباع والتزام مالم يأت في الشرع التزامه مما يقولون به ويعملون عليه وحاشاهم من ذالك أن يعتقدوه أو يقولوا به ،فأول شيئ بنوا عليه طريقهم ،اتباع السنة واجتناب ما خالفها .

Al-Imam As-Syathiby rahimahullah berkata: kebanyakan orang dari orang-orang yang bodoh berkata tentang orang-orang Sufi bahwa mereka adalah kelompok orang yang meremehkan di dalam mengikuti dan melakukan sesuatu yang tidak ada di dalam syariat perintah untuk menjalankanya, dari apa yang mereka katakan dan yang mereka ucapkan, maka tidaklah mungkin mereka meyakini atau mengatakan sesuatu yang tidak ada landasan dari syari’at, azas pondasi pertama yang mereka bangun did alam Thoriqah (jalan) mereka adalah mengikuti As-Sunnah dan menjauhi sesuatu yang menyimpang darinya.

Al-Imam Izzuddin bin Abdus Salam

قال سلطان العلماء عز الدين بن عبد السلام رحمه الله تعالى : قعد القوم من الصوفية على قواعد الشريعة التي لا تنهدم د نيا واخرى ،وقعد غيرهم على الرسوم ،ومما يدلك على ذالك ما يقع على يد القوم من الكرامات وخوارق العادات ،فإنه فرع عن قربات الحق لهم ،ورضاه عنهم ،ولو كان العلم من غيرعمل يرضي الحق تعالى كل الرضى لأجرى الكرامات على ايدي أصحابهم، ولو لم يعملوا بعلمهم ….هيهات هيهات (نور التحقيق للشيخ حامد صفر)

Al-Imam Izzuddin bin Abdus Salam Sultonul Ulama “Pemimpin Ulama” berkata: kelompok orang-orang Sufi membangun ajaran mereka dengan landasan dan qa’idah syari’at yang tidak akan hancur dalam kehidupan dunia hingga akhirat, adapun orang-orang selain mereka mendirikan ajaranya hanya berupa gambaran saja, dan sesuatu yang dapat meunjukkan kalian pada hal itu adalah Karomah dan kejadian luar biasa yang muncul dari tangan mereka, karena itu merupakan cabang dari bentuk dekatnya Allah kepada mereka, dan keridloanNya kepada mereka, seandainya Ilmu yang tanpa diamalkan bisa menyebabkan keridloan Allah sepenuhnya, maka Allah akan menampakkan Karomah pada setiap orang yang berilmu, walaupun mereka tidak mengamalkan ilmunya …..tapi itu mustahil dan tidak akan terjadi.

Kesimpulanya adalah, jika mereka bukan orang-orang yang mulia dan berada pada ajaran yang salah, maka tidak mungkin Allah memberikan kemulian kepada mereka dengan menampakkan Karomah dari tangan mereka, yang tidak diberikan kepada semua orang, kecuali orang-orang yang mempunyai kedekatan kepada Allah SWT.

Al-Imam An-Nawawi

الإمام الحجة ابو زكريا يحي بن شرف الدين النووي يقرر في رسالته “المقاصد” اصولا لطريق التصوف ،ويقول ،

إن أصولا لطريق التصوف خمسة :

تقوى اله في السر والعلا نية
إتباع السنة في الأقوال والأفعال
الإعراض عن الخلق في الإقبال والإدبار
الرضى عن الله في القليل والكثير
الرجوع الى الله في السراء والضراء (مقاصد الإمام النووي)

Al-Imam Al-Hujjah Abu Zakariya bin Syarofuddin An-Nawawi, menetapkan di dalam Kitabnya “Al-Maqosid”, Asas pondasi di dalam ajaran Tasawuf, Beliau berkata: sesunguhnya Asas dari ajaran Tasawuf ada lima hal:

  1. Bertaqwa kepada Allah dalam kesendirian ataupun di tempat ramai
  2. Mengikuti As-Sunnah dalam perkataan ataupun perbuatan
  3. Tidak memperhatikan penghormatan ataupun hinaan manusia
  4. Rela terhadap pemberian dari Allah banyak ataupun sedikit
  5. Selalu mengingat dan tawakkal pada Allah dalam senang ataupun susah.

Al-Imam Al-Ghazali

يقول الشيخ محمد الغزالي في بعض كتبه…..ما نصه : هناك تصوف نبت في أكناف الإيمان والإسلام والإحسان ، ونما على أغذية جيدة من العلم والعمل ،واستطاع أن يكون المشاعرالإنسانية بصدق العبودية ،ودفعها الى التفا ني في مرضات الله تعالى .

As-Syekh Al-Imam Muhammad Al-Ghazali berkata di dalam sebagian kitabnya: ada suatu ajaran tasawuf yang tumbuh dari dalam Iman, Islam dan Ihsan, dan tumbuh dengan “makanan yang baik” yang berupa Ilmu dan Amal dan kemampuan untuk memberikan perasaan yang harus dimiliki oleh seorang manusia (Hamba), dengan kejujuran dalam beribadah. dan mendorongnya hanya untuk melakukan segala sesuatu yang menyebabkan keridloan AllahSWT.

Al-Imam Jalaluddin As-Suyuthi

قال العلامة المشهور ،جلال الدين السيوطي رحمه الله تعالى : إن التصوف في نفسه علم شريف ،وإن مداره على اتباع السنة وترك البدع والتبري من النفس وعوائدها وحظوظها واغراظها ومراداتها واختياراتها والتسليم لله والرضى به وبقضائه ،وطلب محبته واحتقار ما سواه ….وعلمت أيضا أنه قد كثر فيه الدخيل من قوم تشبهوا بأهله وليسوا منهم ، فإدخلوا فيه ما ليس منه ، فأدّى ذالك الى إساءة الظن بالجميع ،فوجّه أهل العلم للتمييز بين الصنفين ليعلم أهل الحق من أهل الباطل ،وقد تأملت الأموراللتي أنكرها أئمة الشرع على الصوفية ،فلم ار صوفيا محققا يقول بشيئ منها ،وإنما يقول بها أهل البدع والغلاة الذين ادّعوا أنهم صوفية وليس منهم (معيد النعم ومبيد النقم).

Al-Imam Jalaluddin As-Syuthi rahimahullahu ta’ala berkata: sesungguhnya Ilmu Tasawuf adalah Ilmu yang mulia, dan sesungguhnya landasannya adalah mengikuti As-Sunnah dan meninggalkan Bid’ah, serta menjauhkan dari kepentingan hawa nafsu dan sesuatu yang berkaitan denganya, tujuan, keinginan dan ajakanya, hanya menyerahkan segalanya kepada Allah, rela dengan apa yang telah ditentukan Allah, mencari kecintaanNya dan tidak memperhatikan selain Allah…… dan Anda sudah mengetahui bahwa telah banyak orang yang masuk kedalam kelompok ini, mereka yang menyerupai kelompok Sufi, akan tetapi sebenarnya mereka bukanlah dari golongan orang-orang Sufi, mereka adalah orang-orang yang tidak memiliki sifat-sifat Ahli Tasawuf, maka hal itu menyebabkan prasangka yang buruk kepada seluruh kelompok orang Sufi, maka dari itu orang-orang ahli Ilmu memberikan arahan dan petunjuk, untuk membedakan diantara dua kelompok tersebut, agar dapat diketahui mana kelompok yang benar dan mana yang tidak bathil. Dan aku telah mempelajari perkara yang diingkari para ulama syari’at terhadap kelompok orang-orang Sufi, dan aku tidak menemukan seorang Sufi yang sebenarnya, berkata sedikitpun tentang perkara itu, akan tetapi yang mengatakan perkataan itu adalah mereka orang-orang Ahli Bid’ah dan orang-orang yang mengaku bahwa dirinya adalah kelompok orang-orang Sufi, dan sebenarnya mereka bukanlah orang-orang Sufi.

Al-Imam Al-Qusyairy

قال رضي الله عنه : جعل الله هذه الطائفة صفوة أوليئه وفضلهم على الكافة من عباده بعد رسله وأنبيائه ،صلوات الله عليهم وسلامه ،وجعل الله قلوبهم معادن اسراره واختصهم من بين الأمة بطوالع أنواره ،فهم الغياث للخلق والدائرون في عموم احوالهم مع الحق (معيد النعم ومبيد النقم)

Al-Imam Al-qusyairy berkata: Allah menjadikan kelompok ini “orang-orang Sufi” sebagai pilihan para awliyaNya (orang-orang yang dicintaiNya), dan memuliakan mereka diantara sekian banyak hamba-hambanya, setelah Rasul-Rasul dan Nabi-NabiNya, dan Allah menjadikan hati-hati mereka sebagai tempat menyimpan rahasia-rahasiaNya, dan mengkhususkan mereka diantara sekian banyak hamba-hambaNya dengan pancaran cahayaNya. Mereka adalah orang-orang yang menjadi perantara untuk memohon kepada Allah dan yang mengetahui keadaan hubungan manusia dengan Allah SWT.

Dari sini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa ajaran tasawuf adalah ajaran yang benar dan orang-orang yang mulia dalam pandangan Allah SWT, dengan banyaknya pernyataan yang dikatakan oleh para ulama yang membenarkan ajaran mereka dan keadaan hidup mereka yang tidak pernah jauh dan lupa dari Allah SWT.

(Ahlussunnah wal Jama’ah Research Group)

Tulisan berjudul Inilah Kemuliaan Seorang Sufi (Ahli Tasawuf) Menurut Pandangan Ulama Ahlussunnah terakhir diperbaharui pada Wednesday 19 March 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Inilah Kemuliaan Seorang Sufi (Ahli Tasawuf) Menurut Pandangan Ulama Ahlussunnah

  1. dari sekian banyak manusia banyak yang lupa masa lalu jaman kakeknya yang dijajah penjajah.
    maka mari kita syukuri nikmat ketentraman dan rasa aman saat ini lantaran para pejuang dan ulama dengan
    fadilah Allah..
    alhamdulillah… 🙂

    Reply

Post Comment