Surat Cinta Untuk Calon Pemimpin Negeri Ini

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Anda yang berada dalam sebuah persaingan menuju sebuah kedudukan. Apakah Anda sudah siap untuk mendapatkan kemenangan? Apakah Anda sudah siap untuk berkuasa dan mengatur? Apakah Anda sudah sadari bahwa disaat Anda berkuasa, itu artinya Anda berada pada suatu tempat yang Anda amat leluasa untuk berbuat baik atau berbuat jelek.

Satu keputusan yang Anda ambil jika Anda lintaskan kerinduan kepada Allah SWT dan rasa takut kepada siksa Allah SWT itu artinya Anda berada pada satu kejayaan di hadapan Allah SWT. Jika nyawa Anda dicabut saat itu Anda akan mati di jalan keridhaan Allah SWT dan jika Anda masih di beri kesempatan untuk hidup lebih lama lagi, maka Anda akan hidup dalam pengabdian kepada Allah SWT.

Begitu sebaliknya jika Anda lintaskan rencana-rencana busuk, itu artinya Anda menuju kehinaan dihadapan Allah SWT. Jika anda mati disaat itu, maka Anda mati dalam menuju murka Allah SWT. Dan jika Anda diberi umur panjang, maka umur Anda adalah bekal memperbesar amarah Allah SWT.

Oleh sebab itu, sebagai “tanda cinta” kami ingin mengajak Anda untuk senantiasa merenungi kekuasaan yang Anda cari. Jika di hari-hari yang lalu dan hari ini hati Anda diliputi kerakusan pangkat dan kebusukan niat, maka tidak ada kata terlambat untuk merubah rencana dan niat. Anda bisa menjadi kekasih Allah SWT dengan pangkat yang disertai ketulusan Anda kepada Allah SWT.

Ketauhilah bahwa kemenangan Anda belum tentu ridho Allah SWT. Akan tetapi ridha Allah SWT adalah keberuntungan biarpun Anda kalah. Langkah dan cara kotor adalah dosa sebelum Anda berhasil meraih kekuasaan. Ketulusan dan cara yang benar adalah kemuliaan dan keberhasilanl, biarpun Anda dalam kekalahan. Jika Anda adalah yang harus memimpin semoga Anda menjadi pemimpin yang senantiasa dibimbing oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam bissawab.

Oleh: Buya Yahya (Pengasuh LPD Al Bahjah Cirebon)

Tulisan berjudul Surat Cinta Untuk Calon Pemimpin Negeri Ini terakhir diperbaharui pada Thursday 6 March 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment