Ta’wil Hadits: Dimanakah Tuhan Sebelum Terjadinya Langit dan Bumi?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

I. MASALAH

Apa arti hadis dalam Bada-iz Zuhur dan bagaimana ta’wilnya? Imam Ahmad menceritakan dalam kitab Musnadnya dari ‘Amir al-‘Uqaili berkata:

“Saya berkata begini, ya Rasulullah, dimana Tuhan sebelum terjadinya bumi dan langit?”

Rasulullah Saw. menjawab: “Tuhan berada di awan, di atasnya angin dan bawahnya angin pula.” (Surakarta)

II. PUTUSAN

Sesungguhnya hadis dalam Bada-iz Zuhur itu ada ucapan yang tersirat, yaitu Arasy; lengkapnya pertanyaan begini: “Di mana ‘Arsy Tuhan?”

III. REFERENSI

وَأَخْرَجَ التِّرْمِذِيّ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيْنَ كَانَ رُبُّنَا قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ خَلْقَهُ. قَالَ: كَانَ فِي عَمَاءٍ مَا تَحْتَهُ هَوَاءٌ وَمَا فَوْقَهُ هَوَاءٌ وَخَلَقَ عَرْشَهُ عَلَى الْمَاءِ.
وَلاَبُدَّ فِي الْحَدِيْثِ مِنْ حَذْفِ مُضَافٍ تَقْدِيْرُهُ أَيْنَ كَانَ عَرْشُ رَبِّنَا فَحُذِفَ.

Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi: (Seorang shahabat mengemukakan) “Aku bertanya, wahai Rasulullah, di manakah Tuhan kita sebelum menciptakan makhluk-Nya?” Rasulullah menjawab: “Dia berada di awan, di bawahnya angin dan di atasnya angin, Dia menciptakan ‘Arsy-Nya di atas air.”

Dalam hadits tersebut tentu ada kalimat mudlaf (kata majemuk) yang dihilangkan, sehingga pengertiannya: di manakah ‘Arsy Tuhan kita (bukan pertanyaan di mana Tuhan)

– Ibnu Hajar al-Haitami, Al-Fatawal Haditsiyah, (Mesir: Musthafa al-Halabi, 1390 H/1970 M), Cet. ke-2, h. 191.

Lihat: Lembaga Bahsul Masa`il – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LBM-PBNU)

Tulisan berjudul Ta’wil Hadits: Dimanakah Tuhan Sebelum Terjadinya Langit dan Bumi? terakhir diperbaharui pada Wednesday 5 March 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Ta’wil Hadits: Dimanakah Tuhan Sebelum Terjadinya Langit dan Bumi?

  1. Alloh swt tidak butuh tempat, buktinya ketika ruang/tempat belum ada Dia sudah ada….tapi ketika tercipta ruang/tempat (dengan terciptanya Arsy) maka dengan sendirinya Dia swt memiliki posisi berkaitan ruang/tempat itu, yaitu Dia swt diluar ruang/tempat itu…dan posisi itu di atas Arsy….sebab dengan Dia swt berada di luar ruang maka dengan sendirinya Dia swt tidak menempati ruang/tempat, jadi tetap masih bisa dikatakan Dia swt tidak butuh ruang/tempat…..nah kalau sekarang ada pertanyaan “dimana Alloh swt ketika Arsy (ruang/tempat) belum ada?”….ada jawabannya di dalam al-hadits yakni ” fi amaa’, laisa fauqohu hawaa’ wa laisa tahtahu hawaa’ ” artinya ” di amaa’, tidak ada ruang di atas-Nya maupun di bawah-Nya “…..jadi amaa’ adalah kondisi tidak ada ruang…..

    Reply

Post Comment