Ulama Timur Tengah Kampanye Deradikalisme dan Teguhkan Islam Moderat

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Sejumlah ulama dari Timur Tengah yang tergabung dalam “International Conference of Islamic Scholars” berkunjung ke Banyuwangi, Jawa Timur, untuk bertemu dan berdialog dengan ulama serta tokoh masyarakat setempat dalam mengkampanyekan deradikalisme.

Kehadiran para ulama Timur Tengah di Banyuwangi sejak Jumat (28/3/2014) hingga Sabtu pagi tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) KH Hasyim Muzadi.

Mereka antara lain Syeikh Ali Jumah (Mesir), Syeikh Ahmad Badrudin Hassoun (Suriah), Dr M Yisif (Maroko), Syeikh Abdul Karim Dibaghi (Aljazair), Syeikh Mahdi Bin Ahmad Assumaidi (Irak).

Selain itu, Prof Dr Wahbah Zuhaili (Damaskus) yang juga pengarang lebih dari 200 kitab, termasuk Tafsir Munir yang sangat terkenal di kalangan pesantren, intelektual Mesir Dr Moh Imaroh dan kolumnis Harian Al Ahrom Mesir Fahmi Huawaidi.

“Terus terang kami prihatin dengan masih maraknya radikalisme dalam satu dekade terakhir. Di sini kami bersama para ulama-ulama ahlusunnah wal jamaah terus menyebarkan nilai-nilai Islam moderat,” ujar KH Hasyim Muzadi.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama itu, mengatakan radikalisme dan terorisme harus dilawan, karena bertentangan dengan nilai-nilai Islam yang sejatinya adalah rahmat bagi seluruh alam.

“Kami ingin meneguhkan kembali pemikiran Islam moderat di kalangan umat Islam di Indonesia, khususnya kaum Nahdliyin,” tambahnya.

Selama ini, menurut Hasyim, pemerintah hanya menekan terorisme dengan solusi pada aspek hilir, yaitu penangkapan para pihak yang diduga terlibat jaringan teroris. Padahal, aspek hulu, yaitu pemahaman terhadap Islam yang ramah tidak kalah penting.

“Karena itulah, kami getol mengampanyekan Islam yang moderat, termasuk bersama para ulama Timur Tengah ini, kami akan ke beberapa daerah lagi untuk dialog dan meneguhkan paham Islam yang menebarkan rahmat bagi semua,” jelas Hasyim.

Setelah dari Banyuwangi, para ulama Timur Tengah tersebut kemudian melanjutkan perjalanan ke Situbondo untuk menggelar konferensi bertajuk “Konsolidasi Jaringan Ulama Internasional Meneguhkan Kembali Nilai-Nilai Islam Moderat” di Pondok Pesantren Salafiyyah Syafiiyah.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengemukakan deradikalisasi menjadi salah satu isu penting dalam kehidupan umat beragama di Tanah Air, karena aksi radikal dan terorisme tidak hanya berdampak pada timbulnya korban jiwa, tetapi juga berimbas pada retaknya keutuhan bangsa serta membuat citra Islam tercoreng.

“Terorisme bisa meretakkan bangunan kebangsaan kita. Dari Banyuwangi kami mendorong kampanye Islam yang sejuk dan menyejukkan bagi semua,” ujar Anas yang juga ketua umum Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (NU) Jatim tersebut.

Menurut Anas, upaya melakukan deradikalisasi harus dilakukan secara terintegrasi, tidak bisa asal menyalahkan pihak-pihak yang dinilai radikal dan terlibat aksi terorisme.

Upaya deradikalisasi juga harus dilakukan secara sejuk dan tidak tendensius dalam memojokkan pihak-pihak tertentu, sehingga upaya deradikalisasi tidak malah membuat konflik baru yang menghadap-hadapkan kelompok moderat versus kelompok radikal.

“Dari sisi hulu, mulai dari pemahaman agama sampai masalah-masalah keadilan sosial-ekonomi juga harus dituntaskan, sehingga bibit-bibit radikalisme bisa ditangkal,” jelas Anas. (Antaranews)

Tulisan berjudul Ulama Timur Tengah Kampanye Deradikalisme dan Teguhkan Islam Moderat terakhir diperbaharui pada Saturday 29 March 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment