Berperang Atau Menerima Perjanjian Damai?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Bagi di luar NU, untuk negara Indonesia dirubah dengan sistem Syariat Islam akan berani membela mati-matian, meski setelah itu akan berlanjut perang dan disintegrasi bangsa, bahkan mungkin perang saudara seperti yang terjadi di Timur Tengah. Namun bagi NU akan memilih opsi perjanjian damai, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah Saw, meski diprotes oleh Sayidina Umar bin Khattab:

عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ كُنَّا بِصِفِّينَ فَقَالَ رَجُلٌ أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يُدْعَوْنَ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ . فَقَالَ عَلِىٌّ نَعَمْ . فَقَالَ سَهْلُ بْنُ حُنَيْفٍ اتَّهِمُوا أَنْفُسَكُمْ فَلَقَدْ رَأَيْتُنَا يَوْمَ الْحُدَيْبِيَةِ – يَعْنِى الصُّلْحَ الَّذِى كَانَ بَيْنَ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – وَالْمُشْرِكِينَ – وَلَوْ نَرَى قِتَالاً لَقَاتَلْنَا ، فَجَاءَ عُمَرُ فَقَالَ أَلَسْنَا عَلَى الْحَقِّ وَهُمْ عَلَى الْبَاطِلِ أَلَيْسَ قَتْلاَنَا فِى الْجَنَّةِ وَقَتْلاَهُمْ فِى النَّارِ قَالَ « بَلَى » . قَالَ فَفِيمَ أُعْطِى الدَّنِيَّةَ فِى دِينِنَا ، وَنَرْجِعُ وَلَمَّا يَحْكُمِ اللَّهُ بَيْنَنَا . فَقَالَ « يَا ابْنَ الْخَطَّابِ إِنِّى رَسُولُ اللَّهِ وَلَنْ يُضَيِّعَنِى اللَّهُ أَبَدًا » . فَرَجَعَ مُتَغَيِّظًا ، فَلَمْ يَصْبِرْ حَتَّى جَاءَ أَبَا بَكْرٍ فَقَالَ يَا أَبَا بَكْرٍ أَلَسْنَا عَلَى الْحَقِّ وَهُمْ عَلَى الْبَاطِلِ قَالَ يَا ابْنَ الْخَطَّابِ إِنَّهُ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – وَلَنْ يُضَيِّعَهُ اللَّهُ أَبَدًا . فَنَزَلَتْ سُورَةُ الْفَتْحِ (رواه البخارى)

Diriwayatkan dari Abu Wail, ia berkata: “Kami berada dalam Shiffin, ada seseorang berkata: Apakah kamu melihat orang-orang yang diajak kembali ke al-Quran. Lalu Ali menjawab: Ya”. Sahal bin Hunaif berkata: “Berprasangkalah pada diri kalian. Sungguh saya melihat diri kami dalam perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan oleh Nabi Saw dan orang musyrikin. Jika kami berpendapat perang maka kami akan berperang. Kemudian Umar berkata: Bukankah kita berada diatas kebenaran dan mereka di jalan yang salah? Bukankah orang yang terbunuh diantara kami ada di surga dan yang terbunuh dari mereka ada di neraka? Nabi menjawab: “Ya”. Umar berkata: “Dimanakah saya meletakkan kehinaan dalam agama kita? Dan kita kembali sebelum Allah memberi keputusan diantara kita”. Nabi Saw bersabda: “Wahai putra Khattab. Saya adalah utusan Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan saya selamanya”. Umar lalu kembali dengan amarah dan tidak bisa sabar hingga ia datang kepada Abu Bakar, Umar berkata: “Wahai Abu Bakar, Bukankah kita berada diatas kebenaran dan mereka di jalan yang salah?” Abu Bakar berkata: “Wahai putra Khattab. Muhammad adalah utusan Allah. Allah tidak akan menyia-nyiakan Muhammad selamanya”. Maka turunlah surat al-Fath” (HR al-Bukhari)

Maslahat atau nilai plus yang dipilih oleh Rasulullah dalam perjanjian damai ini adalah sebagai berikut, seperti yang disampaikan oleh Imam an-Nawawi:

قَالَ الْعُلَمَاء : وَالْمَصْلَحَة الْمُتَرَتِّبَة عَلَى إِتْمَام هَذَا الصُّلْح مَا ظَهَرَ مِنْ ثَمَرَاته الْبَاهِرَة ، وَفَوَائِده الْمُتَظَاهِرَة ، الَّتِي كَانَتْ عَاقِبَتهَا فَتْح مَكَّة ، وَإِسْلَام أَهْلهَا كُلّهَا ، وَدُخُول النَّاس فِي دِين اللَّه أَفْوَاجًا ؛ وَذَلِكَ أَنَّهُمْ قَبْل الصُّلْح لَمْ يَكُونُوا يَخْتَلِطُونَ بِالْمُسْلِمِينَ ، وَلَا تَتَظَاهَر عِنْدهمْ أُمُور النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَمَا هِيَ ، وَلَا يَحِلُّونَ بِمَنْ يُعْلِمهُمْ بِهَا مُفَصَّلَة ، فَلَمَّا حَصَلَ صُلْح الْحُدَيْبِيَة اِخْتَلَطُوا بِالْمُسْلِمِينَ ، وَجَاءُوا إِلَى الْمَدِينَة ، وَذَهَبَ الْمُسْلِمُونَ إِلَى مَكَّة ، وَحَلُّوا بِأَهْلِهِمْ وَأَصْدِقَائِهِمْ وَغَيْرهمْ مِمَّنْ يَسْتَنْصِحُونَهُ ، وَسَمِعُوا مِنْهُمْ أَحْوَال النَّبِيّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُفَصَّله بِجُزْئِيَّاتِهَا ، وَمُعْجِزَاته الظَّاهِرَة ، وَأَعْلَام نُبُوَّته الْمُتَظَاهِرَة ، وَحُسْن سِيرَته ، وَجَمِيل طَرِيقَته ، وَعَايَنُوا بِأَنْفُسِهِمْ كَثِيرًا مِنْ ذَلِكَ ، فَمَا زَلَّتْ نُفُوسهمْ إِلَى الْإِيمَان حَتَّى بَادَرَ خَلْق مِنْهُمْ إِلَى الْإِسْلَام قَبْل فَتْح مَكَّة فَأَسْلَمُوا بَيْن صُلْح الْحُدَيْبِيَة وَفَتْح مَكَّة ، وَازْدَادَ الْآخَرُونَ مَيْلًا إِلَى الْإِسْلَام ، فَلَمَّا كَانَ يَوْم الْفَتْح أَسْلَمُوا كُلّهمْ لِمَا كَانَ قَدْ تَمَهَّدَ لَهُمْ مِنْ الْمَيْل ، وَكَانَتْ الْعَرَب مِنْ غَيْر قُرَيْش فِي الْبَوَادِي يَنْتَظِرُونَ بِإِسْلَامِهِمْ إِسْلَام قُرَيْش ، فَلَمَّا أَسْلَمَتْ قُرَيْش أَسْلَمَتْ الْعَرَب فِي الْبَوَادِي . قَالَ تَعَالَى : إِذَا جَاءَ نَصْر اللَّه وَالْفَتْح وَرَأَيْت النَّاس يَدْخُلُونَ فِي دِين اللَّه أَفْوَاجًا (شرح النووي على مسلم – ج 6 / ص 241)

“Ulama berkata: Maslahat yang timbul atas perjanjian damai ini adalah sesuatu yang tampak dari buahnya yang indah dan manfaat yang nyata, yang berujung pada penaklukan kota Makkah, dan semua penduduknya memeluk Islam dan orang-orang masuk ke dalam Islam secara berbondong-bondong. Sebab sebelum terjadinya perjanjian damai para penduduk Makkah tidak pernah berkumpul dengan umat Islam dan tidak tampak kepada mereka perilaku-perilaku Nabi Saw yang nyata, serta tidak ada yang menjelaskan kepada mereka secara terperinci. Ketika terjadi perjanjian Hudaibiyah, mereka berbaur dengan umat Islam, mereka datang ke Madinah dan umat Islam berkunjung ke Makkah. Mereka berkumpul bersama keluarga, kawan dan lainnya. Mereka mendengar dari para sahabat tentang perilaku Nabi secara mendetail, mukjizat yang nyata, tanda kenabian yang jelas, kepribadian yang bagus, perilaku yang indah dan mereka sering menyaksikan secara langsung. Maka hati mereka mulai condong pada iman hingga banyak dari mereka bergegas dalam Islam sebelum penaklukan kota Makkah. Maka mereka telah masuk Islam antara perjanjian damai Hudaibiyah dan penaklukan Makkah. Orang yang lain pun bertambah condong ke dalam Islam. Ketika hari penaklukan kota Makkah, maka mereka telah masuk Islam semua, sebab mereka telah memiliki bekal terhadap Islam. Sementara orang Arab yang di pedalaman selain Quraisy, mereka masih menunggu orang Quraisy masuk Islam. Dan ketika orang Quraisy masuk Islam maka orang-orang Arab pedalaman masuk Islam. Allah berfirman: “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong” (Syarah Muslim, Imam Nawawi 6/241)

Dengan demikian, 4 Pilar kebangsaan yang telah dinyatakan final oleh NU sebagai langkah wujudnya perdamaian di Indonesia baik antar pulau, suku dan agama, telah sesuai dengan jalan yang ditempuh oleh Rasulullah Saw. Namun bagi aliran yang berseberangan dengan NU, yang sebenarnya mereka belum merasakan derita jika suatu negara telah terjadi perang agama atau perang saudara tidak akan bisa pulih dalam waktu cepat, dan mereka belum tahu mahalnya sebuah kedamaian, maka mereka pun akan tetap maju menyuarakan harapannya. Disinilah mereka akan berhadapan dengan NU.

(Bersambung)

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin (Wakil Katib Syuriah PCNU Surabaya/ Mantan Ketua LBM NU Surabaya)

Tulisan berjudul Berperang Atau Menerima Perjanjian Damai? terakhir diperbaharui pada Wednesday 16 April 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Berperang Atau Menerima Perjanjian Damai?

  1. “Diriwayatkan dari al-Barra’, ia berkata: Ketika Nabi Saw melakukan umrah di bulan Dzulhijjah, maka penduduk Makkah menolak jika Nabi Masuk ke Makkah, hingga Nabi memberi keputusan kepada mereka untuk menetap di Makkah selama 3 hari….
    Bagi ulama di kalangan NU, hadis ini memberi pemahaman bahwa gelar formal dalam agama bukan segala-galanya yang harus dibela mati-matian.

    berarrti nabi tu namanya gak ada gelar RASULULLAH dalam perjanjian itu selama cuma 3 hari ya?
    terus nabi dalam 3 hari kan bisa berdakwah menyebarkan islam juga ya??
    terus kalo kita orng islam mencontoh nabi dlm 3 hari berdakwah apakah bisa merubah banyak orng kafir bisa msuk islam ya..??
    trs apa sih bedanya nabi dengan kita ya..??
    kan nabi katanya terpelihara dari dosa…sgla ssuatu yg dilakuka’nya hanya pahala ya…??
    berarti beliau mengetahui sgla sesuatu yg orngbiasa tidk bisa mengetahui dlam dakwahnya 3 hari itu ya??
    trs apa bisa kalo kita berdakwah dengan pancasila dalam 3 hari dpt merubah orng kafir indonesia mnjdi islam ya..??
    kalo kita berdakwah melebihi 3 hari seperti apa yg di contohkan nabi berarti kita gak meniru nabi ya..??
    trs sudah berapa hari ya orng islam berdakwah dengan pancasila ya..??
    trs indonesia saat ini banyak orang islam gak ya..??
    kalo banyak kok negaranya jadi rusak itu krna orng islamnya ato krna islam ya..??
    ato orng islamnya tidak mau menerima islam secara keseluruhan ap ya…??
    ini bikin aq jd bingung ya..??

    terus kenapa ya pada zaman rasullullah SAW beberapa kali terjadi perang melawan orng kafir..?? terus Rasulullah SAW berperang itu demi membela apa ya..??
    kok sampai Rasulullah SAw dan umatnya mati-matian untuk berperang itu demi apa ya??
    demi islam ato hanya perasaanya pengen berperang ya??
    trs Nabi itu pembuat hukum mewakili tuhan’nya ato menjalankan hukum dari tuhan’nya ya..??
    terus hukum yg di pake nabi hukum apa ya..??
    hukum agama islam atau hukum seseorangnya yg beragama islam aj ya..??
    terus apa indonesia itu hukumnya dari orang yang beragama islam aja atau dari islam ya..??
    terus yang benar kita mntaati hukum orng’nya yg islam atau hukum islam ya..??
    terus apa nabi pernah memimpin dan mengatur umat seluruh bumi dengan aturan islam gak ya..??
    kalo tidak pernah mengatur dengan islam kok kenapa ada aturan islam ya dan knpa nabi menyebarkan islam ya..??
    trs kalo misalkan nabi pernah memimpin dgn aturan islam aturan islam itu ap ya namanya..??
    trs kita mesti memilih apa ya..??
    orang islam dengan kelakuan tidak islami..atau orng islam dgn kelakuan islami ya..??

    mohon pencerahannya ya…?? 🙂
    saya tunggu balazan’nya

    Reply
  2. baca sejarah ya mas zam-zam n banyak ngaji. tapi ngaji ke ustadz/kiyai yg bener. ati2 loh.

    yg ngasi gelar rasul/nabi kan Alloh, klo org kafir kan kagak ngakuin nabi muhammad itu nabi/rosul.

    yg bisa ngasi hidayah kan Alloh mas, kita berdakwah 1menit klo Alloh menghendaki ada yg masuk islam/ ada yg dikasi hidayah ya masuk islam. masak kalah ama komputer yg barusan di instal ulang.

    air dingin ama air panas beda kagak? kan sama2 air. klo air mo dingin terus ditaruh di mana? klo mau panas terus mesti ditaruh dimana?
    mas zam-zam ama dahlan iskan beda kaga? pan sama-sama manusia

    Reply
  3. baca sejarah ya mas zam-zam n banyak ngaji. tapi ngaji ke ustadz/kiyai yg bener. ati2 loh.

    yg ngasi gelar rasul/nabi kan Alloh, klo org kafir kan kagak ngakuin nabi muhammad itu nabi/rosul.

    yg bisa ngasi hidayah kan Alloh mas, kita berdakwah 1menit klo Alloh menghendaki ada yg masuk islam/ ada yg dikasi hidayah ya masuk islam. masak kalah ama komputer yg barusan di instal ulang.

    air dingin ama air panas beda kagak? kan sama2 air. klo air mo dingin terus ditaruh di mana? klo mau panas terus mesti ditaruh dimana?
    mas zam-zam ama dahlan iskan beda kaga? pan sama-sama manusia.
    intan klo masuk got berubah kaga?

    pan Alloh yg ngasih wahyu ke nabi, jadinya nabi bisa tau segala sst. komputer pan di kasih software bisa pinter. ya gak?

    virus komputer ntu klo udah ngerusak program komputer gimana cara ngilanginnya, apa komputernya yg di bakar?

    klo sodara mas zam, mecahin gelas/piring, tu salah sodara mas, ato salah ortu mas ? yg ngerusak islam cuman seorang muslim, tu salah orangnya ato islam?

    mas kalo ditampol/dipukul sodara mas ngebales kagak? indahnya islam ajaran nabi, klo di sakitin sabar dulu, klo emang udah ngebahayain bener baru kita bertahan, jadi ajaran nabi perang tu buah bertahan atas serangan.gitu mas.

    nabi kan mengajarkan musyawarah demi kemaslahan umat. para pendiri bangsa kita ada yg islam, ada yg non-islam bermusyawarah merumuskan pancasila.

    “taatilah alloh, taatilah rosul, dan ulil amri” (qur’an) ulil amri ini ya pemerintah. krn negara kita bukan negara islam.dalam bersosialisasi dari pemerintah yg kita pake dg syarat kagak menentang alloh n rosul

    pan nabi hidup di makkah/madinah. pake hukum islam dung. lebih lengkapnya mas banyak ngaji banyak baca sejarah nabi, sejarah sahabat, biar makin pinter deh.

    tugas rosul kan menyampaikan wahyu dari Alloh mas.

    pastinya orang islam dengan kelakuan islami dung mas.

    Reply

Post Comment