Buku Islam: Sesama Wahabi Saling Hujat

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Buku Islam Terbaru: Sesama Wahabi Saling Hujat

Judul Buku : Sesama Wahabi Saling Hujat
Cover : Soft Cover
Jenis Kertas : HVS 70 gram
Penulis : Nurhidayat Muhammad
Tebal : 128 Halaman
Ukuran : 13 x 20 cm
Penerbit : Bina Aswaja
Harga : Rp. 25.000,-
Order : SMS 082225486522
Pin BB : 2B5EB085

Keterangan Buku:

Pola fikir Salafi-Wahabi, atau kebanyakan dari mereka, yang cenderung militan dan fanatik, telah memposisikan Ibnu Taimiyah dengah wah dan seakan-akan layak ditahbiskan sebagai orang yang ma’shum dan simbol kebenaran yang absolut; menyelisihnya adalah menyelisihi sunnah dan haq, dan mengikutinya adalah sunnah & haq. Fakta ini tak mungkin bisa dibantah meski mereka berusaha membela diri dengan dalih-dalih yang tampak elegan dikulitnya. Lihatlah, bagaimana mereka mencela dan mengkritik pelaku taqlid, tetapi mereka sendiri justru terjebak dan terbelenggu fanatisme berlebihan dengan terpasung dengan segala pemikiran Ibnu Taimiyah, kendati pendapat beliau menyelisihi ijmak dan ketetapan mayoritas Ulama.

Namun, sebenarnya ada perbedaan yang fundamental yang terjadi antara Ibnu Taimiyah dengan beberapa buah pikirannya dengan para pengikutnya di tingkat bawah. Dan perbedaan ini sepertinya sengaja ditutup-tutupi oleh mereka. Karena mungkin, betapa malunya mereka jika ternyata mereka telah jauh menyelisihi imam-imam panutannya sendiri. Dan fakta-fakta ilmiah ini yang hendak dibongkar di buku ini. Bahkan tidak hanya Ibnu Taimiyah saja, mereka juga menyelesihi Ibnu Qayyim al-Jauziyah, Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab, dan lain-lain. Dan agar kita tahu bahwa fakta jika Salafi-Wahabi secara tidak sadar juga telah menistaka imam ideolog mereka.

Tulisan berjudul Buku Islam: Sesama Wahabi Saling Hujat terakhir diperbaharui pada Wednesday 16 April 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


4 thoughts on “Buku Islam: Sesama Wahabi Saling Hujat

  1. ASTAGHFIRULLAH, yang menggolong-golongkan ada wahabi, salafi, ahlussunnah wal jama’ah, lalu merasa benar sendiri, mudah-mudahan Allah membuka hatimu untuk selalu belajar, mudah-mudahan Allah mengampuni kita semua.
    Mohon maaf, mengenai pemahaman kaum awam terhadap agamanya, Nurkholis Majid pernah bilang, Muhammadiyah berada di depan terowongan gelap, sedangkan Nahdhatul Ulama masih berada di tengah-tengahnya. Keduanya menyebut diri Ahlussunnah, walaupun yg satu menyebut Muhammadiyah Wahabi.
    Allah YME dan Mahakuasa menentukan Ka,bah dan ibadah haji harus dilaksanakan hanya di Makkah Almukarramah, di negara Saudi Arabia, negara penganut Wahabi, Mahasuci Allah Yang Mahatahu.
    Tentu saja saya ngeri membayangkan kalau ibadah yang mulia itu harus dilaksanakan di Indonesia yang masyarakatnya ngeyel nyembah kuburan dan mengeramatkannya, sementara mereka seumur hidupnya tidak merasa perlu membaca makna/tafsir Qur’an, yang jekas-jelas diperintahkan.
    Bahkan ulama besar NU KH Hasyim ‘Asysyari membuatkan perintah amalan yang sama sekali tidak dianggap penting itu dalam syair Ilir-ilir yang terkenal itu.
    “…………
    Kaping siji maca Qur’an lan maknane
    Kaping pindo sholat wengi lakonono
    Kaping telu dzikir wengi ingkang suwe
    Kaping papat wong kang sholeh kumpulono
    dst.”
    Coba, siapa ahli agama yang berani bilang atau bisa membuktikan berdasar Qur’an dan Sunnah Nabi SAW, bahwa urutan amalan Sunnah tersebut bukan menurut keutamaannya? Itu kata Pak Kyai kalau mau jadi orang yang selamat.Wallahu a’lam.

    Reply
  2. UMMU,….Coba peratikan fatwa dibalik hujatan kuburiyyun,….sebentar lagi makam rasulpun akan di bongkar,apa Ummu setuju dgn Fatwa ulama wahabi???
    fatwa-fatwa ulama Wahabi yang berkaitan dengan pribadi dan haq Nabi Muhammad SAW:
    Fatwa: Wajib dibakar dan dihacurleburkan kamar Nabi Muhammad SAW begitu juga dengan kubah makam Nabi (lihat Mughni Al-Murid oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab, hal. 1601).
    Fatwa: Nabi Muhammad SAW adalah sesat sebelum menjadi Nabi (lihat Fatawa oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, hal. 432).
    Fatwa: Nabi Muhammad SAW bukanlah makhluk yang termulia (lihat At-Tawassul ‘Anwa’uhu wa Ahkamuhu oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, hal. 149).
    Fatwa: Mengharamkan safar (perjalanan) untuk ziarah ke makam Nabi Muhammad SAW (lihat Fatawa Al-Albani fil Madinah wal Imarat oleh Syaikh Amr Abdul Mun’im Salim, hal. 12).
    Fatwa: Wajib menghancurkan kubah makam Nabi Muhammad SAW (lihat Riyadlul Jannah oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i).
    Fatwa: Wajib membongkar dan memindahkan makam Nabi Muhammad SAW keluar masjid karena membiarkan makam di dalam Masjid Nabawi adalah perbuatan bid’ah (lihat Manasik al-Hajji wal ‘Umrah oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, hal. 57).
    Fatwa: Berdo’a menghadap makam Nabi Muhammad SAW adalah bid’ah dan syirik (lihat Fatwa Ibnu Utsamain min Durus wa Fatawa al-Harami al-Madani).
    Dan masih banyak lagi fatwa ulama-ulama Wahabi yang melecehkan Nabi Muhammad SAW, keluarga dan para sahabatnya.

    Reply

Post Comment