Hukum Menerima Hadiah dari Non-Muslim

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Hadiah adalah sesuatu yang menjadikan manusia saling mencintai dan saling mengasihi. Karenanya, saling memberi hadiah sangat dianjurkan. Imam Baihaqi meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwasanya beliau bersabda: “Saling memberi hadiah lah kalian semua, maka kalian akan saling mencintai”.

Menerima hadiah adalah salah satu yang dilakukan oleh Nabi, bahkan sebagian ahli ilmu mengatakan bahwa menerima hadiah adalah wajib hukumnya. Adapun hukum seorang muslim menerima hadiah dari saudara non-muslim adalah boleh, karena bisa melunakkan hatinya.

Syarat-syarat menerima hadiah:

  • Ijab Kabul
  • Hadiah adalah barang yang diketahui wujudnya
  • Tidak dimaksudkan untuk suap, seperti hadiah dari karyawan atau seorang pelajar kepada gurunya untuk tujuan ‘dunia’

Disunahkan bagi seorang muslim untuk memberikan hadiah yang serupa atau lebih baik dari hadiah yang ia terima. Tetapi yang disyariatkan adalah mengharapkan pahala dari Allah, bukan menunggu balasan hadiah dari orang yang diberi.

Fatwa Dr. Said Amir, dari Koran al-Azhar Mesir Edisi 18 Jumadil Akhirah 1435 H/ Suara Al Azhar.

Tulisan berjudul Hukum Menerima Hadiah dari Non-Muslim terakhir diperbaharui pada Saturday 19 April 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment