Masjid Muhammad Ramadhan Diamankan Pemkot Bekasi dan Ormas Islam Karena Sebarkan Ajaran Ekstrimisme

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pemerintah Kota Bekasi bersama sejumlah ormas Islam seperti FPI, FBR, FPMM, Foswan, dan warga Bekasi Selatan berhasil mengamankan Masjid Muhammad Ramadhan yang terletak di Perumahan Galaxi, Pekayon, Bekasi Selatan. Pengurus DKM masjid yang lama diduga kuat menyebarkan ajaran sesat ekstrimisme JAT (jama’ah ansharut tauhid) di dalam masjid dan tidak memperbolehkan jamaah lain memasuki masjid.

Camat Bekasi Selatan, Abi Huraira menjelasan, awalnya pengurus DKM dicurigai menganut aliran garis keras. Banyak warga yang merasa resah dengan hal itu dan meminta pihak Pemkot Bekasi untuk mengambil alih kepemilikan masjid serta pengurusannya.

“Atas dasar keinginan warga yang menginginkan masjid Ramadhan bisa digunakan untuk seluruh umat islam, tidak ada lagi aliran yang keras yang kerap memboikot jama’at,” jelasnya, Rabu (23/4/2014).

Lebih jauh, Abi mengatakan, ada tiga alasan kuat Pemkot Bekasi mengambil alihnya. Salah satunya keberadaan masjid Muhammad Ramadhan berdiri diatas tanah fasos fasum (fasilitas social-fasilitas umum-red), yang mana tanah tersebut merupakan milik Pemkot Bekasi.

“Saat ini pihak kecamatan Bekasi Selatan menunggu SK Walikota terkait peresmian masjid Muhammad Ramadhan, dialikan menjadi Masjid Raya,” ujarnya.

Dengan terbentuknya kepengurusan DKM Masjid Muhammad Ramadhan yang baru, dan berdasarkan rapat pengurus, semua kegiatan yang biasanya diadakan di MMR diliburkan hingga Mei mendatang. Tidak benar pemberitaan beberapa media yang menyatakan jama’ah ibu-ibu tidak diperbolehkan menggelar pengajian. Pengajian rutin mingguan yang dihadiri oleh ibu-ibu majlis taklim RT 08, RW 13, Kelurahan Pekayon Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan tidak diadakan karena menunggu kepengurusan DKM MMR yang resmi terbentuk.

“Ini hasil rapat pengurus DKM sementara kemarin. Pengajian rutin akan diadakan kembali menunggu suasana lebih konfusif,” ujar Dahlan, salah satu pengurus MMR.

Dahlan mengatakan, ibu-ibu majlis taklim yang tidak bisa mengadakan pengajian di dalam MMR hari ini, terpaksa menggelar pengajian di halaman masjid. Mereka dikatakan oleh Dahlan merasa kecewa karena harus menghentikan kegiatan rutin mereka untuk sementara waktu.

“Mereka merasa terusir dengan pengumuman yang tertempel di depan masjid yang menerangkan jika semua kegiatan diliburkan hingga Mei,” ujar Dahlan menjelaskan.

Sementara itu menanggapi isu kepengurusan DKM MR lama yang ricuh karena mereka diduga merupakan aliran keras Islam yang mendukung terorisme, Walikota Bekasi, Rahmat Effendi mengatakan tidak ada hal semacam itu. Ia mengatakan, kepengurusan DKM MR lama diganti hanya untuk pembaharuan pengurus karena dinilai sudah terlalu lama tidak digantikan.

“Ini untuk penyegaran pengurus saja, tidak ada hal semacam itu (terorisme, aliran keras),” pungkasnya.

Hal senada diungkapkan oleh Kepala Kesbangpolimas Kota Bekasi, Rudi Sabarudin, yang mengatakan tidak pernah ada pengambilalihan masjid MMR.

“Sebenarnya bukan pengambil alihan sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, hal yang sebenarnya adalah mengenai adanya surat permohonan ajuan penyerahan pengelolaan masjid tersebut oleh Yayasan Al Anshor kepada Pemkot Bekasi sebagai pemilik lahan,” jelasnya.

Kunjungi www.facebook.com/muslimedianews Sumber MMN: http://www.muslimedianews.com/2014/04/diduga-sebarkan-aliran-sesat-masjid.html#ixzz2zxcccHGB

Tulisan berjudul Masjid Muhammad Ramadhan Diamankan Pemkot Bekasi dan Ormas Islam Karena Sebarkan Ajaran Ekstrimisme terakhir diperbaharui pada Saturday 26 April 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment