Andai Saja Bahasa Arab Musnah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Banyak orang mengatakan bahasa Arab kalah populer dengan bahasa Inggris. Menurut kami klaim ini tidak bisa dipandang sebelah secara mutlak. Justru salah besar. Kita harus menengok lebih jauh sesuai kebutuhan kita. Mungkin saja kiprah bahasa Arab dalam dunia luar (global) masa kini kurang begitu mendapat apresiasif  penuh utamanya di kalangan para modernis. Namun, jika kita arahkan pada dunia sosial keagamaan dan dakwah, bahasa Arab menduduki posisi teratas. Misalnya untuk menafsirkan al-Qur’an dibutuhkan pemahaman bahasa Arab yang luar biasa, jika tidak justru akan memaknai salah.

Bahasa Arab mempunyai keistimewaan tersendiri dibandingkan dengan bahasa lainnya. Dalam tinjauan kebahasaan, bahasa Arab istimewa karena mengantongi keunikan gaya bahasa (balaghah atau grammar), susunan kalimat (tarkibul kalimat) yang kaya, terkadung nahwu-sharraf (kaidah kebahasaan), talitas (uslub)al-haqiqah wal majaz (makna pertama dan kedua) dan lain sebagainya. Oleh karena bahasa Arab adalah kaya dengan makna maupun pemahaman yang harus ditekuni serius oleh kita di pesantren, tanpa memandang remeh.

Dalam hadist juga ditegaskan tentang keistimewan bahasa Arab. Antara lain khabar yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani dari Ibnu Abbas, Rasulullah bersabda, “Cintailah bahasa Arab karena tiga hal. Pertama, karena saya orang Arab. Kedua, al-Qur’an berbahasa Arab. Dan ketiga, bahasa ahli surga adalah bahasa Arab”.—kaulaupun hadits ini dhaif, tapi harus kita pegang dan tetap perjuangkan demi memasyarakatkan bahasa Arab sebagai bahasa Rasul (lil fadhail) atau mengambil barokah dalam berbuat kebajikan.

Hadist di atas seirama dengan riwayat yang dilontarkan Sahabat Umar bin Khattab, yang berbunyi: “bersemangatlah kalian dalam mempelajari bahasa Arab, karena ia sesungguhnya adalah sebagian dari agamamu”.—Dari sini, amat benar secara fakta. Semangat adalah anjuran untuk menguasai semua bidang ilmu, namun tidak seserius seperti mempelajari bahasa Arab harfan wa maknan (huruf dan maknanya). Untuk itu, marilah pelajari bahasa Arab tanpa ragu atau bosan. Apakah kita tidak berpikir, bahwa bahasa kitab suci kita (al-qur’an) adalah bahasa Arab, tentunya untuk menghayati maknanya bukan bahasa lain khan?

Bahasa Arab bagi seorang Da’i amat penting dipahami. Sebab jika tidak, akan berakibat pada penafsiran serta pemahaman teks yang keliru. Sehingga teks-teks yang ada tidak menjadi sakral lagi disebabkan interpretasi yang bukan sesungguhnya. Bahkan bisa jadi jauh dari keotentikan maknanya sebagai pedoman hidup manusia yang benar. Dimana terkadang makna yang ada pada teks tersebut terkadang harus dikaitkan maknanya dengan teks lain sehingga timbullah relasi teks yang koheren tidak terjadi ta’arud (kontrofersi). Hal ini lumrah terjadi juga pada seorang mujtahid fiqh saat menggali sebuah hukum baru. Ternyata bahasa Arab multi-fungsi, dengan melihat subyek yang menggunakannya.

Walhasil, bahasa Arab adalah bahasa kehidupan manusia yang amat penting dipelajari. Andaikata bahasa Arab musnah, siapakah yang akan memaknai nusus (teks al-qur’an dan al-hadist) dalam kontek kehiduapan sosial. Jelas dunia akan kering. Bisakah kita mempertahankan bahasa Arab sebagai bahasa teristemewa dari bahasa-bahasa lainnya?.

Oleh : Ahmad Mu’takif Billah/ Cyber Dakwah.

Tulisan berjudul Andai Saja Bahasa Arab Musnah terakhir diperbaharui pada Thursday 29 May 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment