Hati-Hati dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang Liberal

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Dialog antara Hizbut Tahrir Indonesia yang Libera dengan Hizbut Tahlil Indonesia yang Ahlussunnah Wal-Jama’ah.

Tahrir: “Akhi mengapa antum tidak mau ikut Hizbut Tahrir yang memperjuangkan tegaknya syari’ah dan khilafah?”

Tahlil: “Siapa pendiri Hizbut Tahrir?”

Tahrir: “Syaikh Taqiyuddin al-Nabhani, seorang mujtahid muthlaq.”

Tahlil: “Kalau menurut saya sih, Taqiyuddin al-Nabhani bukan mujtahid muthlaq dalam artian seperti Imam al-Syafi’i dan selevel beliau rahimahullah.”

Tahrir: “Terus mujtahid muthlaq dalam artian bagaimana?.”

Tahlil: “Muthlaq dalam artian kebebasan dan liberal.”

Tahrir: “Kok bisa begitu?”

Tahlil: “Ya di antara cici khas liberal kan membolehkan hukum yang dilarang syari’at.”

Tahrir: “Mana buktinya beliau membolehkan hukum yang dilarang syari’at?”

Tahlil: “Beliau membolehkan meraba dan menggerayangi tubuh wanita asal tidak syahwat. Juga membolehkan menjabat tangan wanita asal tidak syahwat.”

Tahrir: “Di mana itu?”

Tahlil: “Dalam kitab al-Nizham al-Ijtima’i fil al-Islam, yang dikutip oleh salah seorang pengagumnya, yang berinisial RAW, dalam buku liberalnya. Taqiyuddin al-Nabhani berkata:

أَنَّ لَمْسَهُنَّ (النِّسَاءِ) بِغَيْرِ شَهْوَةٍ لَيْسَ حَرَامًا

“Sesungguhnya menyentuh (meraba atau menggerayangi) tubuh kaum wanita, dengan tanpa syahwat, adalah tidak haram.”

Tahrir: “Kok liberal sekali ya, pendiri Hizbut Tahrir. Tapi kok tidak merasa kalau itu ajaran liberal. Malah dia berteriak liberal pada orang lain yang memerangi liberal?”

Tahlil: “Ya begitulah para ustadz pengikut Hizbut Tahrir. Semoga Allah memberikan hidayah dan membuka hati mereka untuk keluar dari Hizbut Tahrir yang menyebarkan ajaran liberal dan kembali ke Ahlussunnah Wal-Jama’ah. Amin.”

Oleh : Ustadz Muhammad Idrus Ramli

Tulisan berjudul Hati-Hati dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang Liberal terakhir diperbaharui pada Tuesday 13 May 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


3 thoughts on “Hati-Hati dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang Liberal

  1. pengurus masjid ciputat itu dikasih apa sih sama negara indonesia kok sampai cinta bgt sama pancasila sampai2 cintanya kpda pancasila mengalahkan cintanya kpda Allah & islam?? klo cinta Allah & cinta islam itu hrs cinta Al-quran, sdgkan dlm Qur’an ada firman mengenai wajibnya khilafah, ada cerita tentang negara islam yg didirikan Rosul & para sahabat. Si pengurus masjid bilang bahwa tamu tsb menjengkelkan. Tp sy yg baca cerita diatas mlh beranggapan bahwa yg menjengkelkan itu justru si pengurus masjidnya sampai2 jawabnya harus ngomong ketus bgtu.Org mau berdakwah kok gak boleh. Yg namanya berdakwah itu hak asasi pak,,klo anda gak suka ya silakan tdk usah ikut ajarannya,,tp sikap anda salah kalau melarang org muslim utk berdakwah. Sy bkn anggota HTI tp sy bs menilai siapa yg salah dari cerita diatas.

    Reply

Post Comment