Isra’ Mi’raj dan Membangun Kesadaran Kembali Dalam Beriman

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah sebuah mukjizat yang diabadikan di dalam al-Quran. Surat yang menerangkan hal itu dinamai dengan al-Isra, dan ayat pertamanya menjelaskan perihal perjalanan Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam yang sangat menakjubkan itu.

Ayat tersebut mengandung dalil-dalil keimanan yang harus diresapi oleh setiap mukmin yang membacanya, bahwasanya Allah yang Maha Agung telah memberikan mukjizat besar kepada Nabi-Nya.

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. Al-Isra: 1)

Dari ayat tersebut umat Islam bisa membangun kesadaran kembali dalam beriman, bahwa saat itu Rasulullah menjadi imam shalat di masjid al-Aqsha, mengimami para nabi dan para rasul. Hal itu bisa kita ambil kefahaman, bahwa umat Islam adalah umat yang mewarisi dakwah sampai hari kiamat dan harus bisa memimpin seluruh umat.

Untuk bisa seperti itu, umat Islam harus berusaha sekuat tenaga untuk melaksanakan perintah syariat dan menjauhi larangannya. Umat Islam harus bersatu seperti satu bangunan yang menguatkan satu sama lain. Umat Islam harus saling menyayangi dan mengasihi seperti halnya jasad yang satu.

Tapi apakah umat Islam sekarang sudah seperti itu? jawabannya sudah jelas terlihat. Pastinya, hubungan iman dan kemanusiaan harus bisa menjadi pemersatu umat ini, dan bisa menciptakan suasana aman dan tentram.

Oleh: Syaikh Dr. Thaha Abu Karisyah, Universitas Al-Azhar Al-Syarif Mesir/ Suara Al-Azhar.

Tulisan berjudul Isra’ Mi’raj dan Membangun Kesadaran Kembali Dalam Beriman terakhir diperbaharui pada Thursday 29 May 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment