Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh Keluarkan Fatwa Sesat Kelompok Salafi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh atau MUI Aceh dalam fatwa terbarunya menyatakan bahwa aliran ajaran Salafi baik dibidang aqidah maupun ibadahnya adalah sesat dan menyesatkan.Fatwa para ulama Aceh ini tertuang dalam Putusan Fatwa MPU Aceh Nomor 09 Tahun 2014 Tentang Pemahaman, Pemikiran, Pengalaman, dan Penyiaran Agama Islam di Aceh.

Fatwa yang dikeluarkan pada 27 Sya’ban 1435 H/ 25 Juni 2014 menyebutkan bahwa pengajian Kelompok Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie dan ditempat lainnya adalah sesat menyesatkan. Untuk itu MPU Aceh meminta kepada pemerintah agar segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah serta melarang aktivitas kelompok Salafi. Masyarakat khususnya umat Islam di Aceh dihimbau untuk tidak mengikuti pengajian-pengajian yang digelar oleh kelompok Salafi.

Ketua MPU Aceh, Drs Tgk H Gazali Mohd Syam, menjelaskan fatwa ini keluar setelah melakukan pengkajian mendalam bersama puluhan ulama dari berbagai daerah di Aceh, dan juga setelah tabayun mengadakan pertemuan dengan pimpinan kelompok Salafi.

“Fatwa MPU Aceh dikeluarkan terhadap ajaran Salafi itu dilakukan setelah beberapa pengkajian bersama 47 ulama, yang berada di kabupaten/ kota, termasuk beberapa kali pertemuan dengan pimpinan Salafi,” kata Ketua MPU Aceh, Drs Tgk H Gazali Mohd Syam, Kamis (21/8/ 2014).

Disebutkan ajaran Salafi di Pulo Raya khususnya di Aceh, sangat jauh berbeda dengan ajaran Salafi yang berkembang di masa sahabat Nabi Muhammad, Salafi di Mesir dan Salafi di Arab Saudi.

Ada 4 poin penting keputusan fatwa MPU Aceh di bidang aqidah, dan 5 poin lain di bidang ibadah. Dalam fatwa badan MUI-nya Aceh dinyatakan aqidah Salafi adalah sesat dan menyesatkan. Diantaranya, aliran Salafi meyakini bahwa Allah SWT itu berada di atas langit atau bersemayam di Arsy bahkan dikatakan duduk di atas Kursi. Salafi pun berkeyakinan Allah itu terikat waktu, tempat, dan arah. Padahal yang namanya tempat, Arsy, waktu dan arah adalah makhluk ciptaan Allah dan mustahil Allah itu bergantung kepada makhluk-Nya. Mustahil Allah membutuhkan makhluk ciptaan-Nya sendiri. Itulah salah satu penyimpangan aqidah Salafi yang membedakan dengan aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah dimana dalam aqidah yang lurus yang dianut umat Islam yang benar adalah meyakini bahwa Allah itu ada tanpa tempat dan arah, Allah itu tidak membutuhkan makhluk.

Berikut adalah 4 poin aqidah Salafi yang difatwa sesat dan menyesatkan oleh MPU Aceh:

  1. Meyakini Allah di atas langit/ ‘arsy,
  2. Meyakini Allah terikat dengan waktu, tempat dan arah,
  3. Meyakini kalamullah itu berhuruf dan bersuara dan
  4. Meyakini nabi Adam AS dan Nabi Idris AS bukan Rasulullah.

Dan berikut adalah bunyi fatwa lengkap MPU Aceh tentang aliran Salafi:

Download Fatwa MPU Aceh Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pemahaman, Pemikiran, Pengamalan dan Penyiaran Agama Islam di Aceh dari situs resmi MPU Aceh Pemprov Aceh

.

FATWA MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH NOMOR 09 TAHUN 2014 TENTANG PEMAHAMAN, PEMIKIRAN, PENGAMALAN DAN PENYIARAN AGAMA ISLAM DI ACEH

DEWAN PARIPURNA ULAMA MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH MEMUTUSKAN :

Menetapkan : FATWA TENTANG PEMAHAMAN, PEMIKIRAN, PENGAMALAN DAN PENYIARAN AGAMA ISLAM DI ACEH.

PERTAMA : Bidang Aqidah

A. Mengimani bahwa zat Allah hanya di atas langit/’arasy adalah sesat dan menyesatkan;
B. Mengimani bahwa zat Allah terikat dengan waktu, tempat dan arah (berjihat) adalah sesat dan menyesatkan;
C. Mengimani bahwa kalamullah itu berhuruf dan bersuara adalah sesat dan menyesatkan;
D. Mengimani bahwa Nabi Adam AS dan Nabi Idris AS bukan Rasulullah adalah sesat dan menyesatkan.

KEDUA : Bidang Ibadah

A. Pemahaman yang membolehkan niat shalat diluar takbiratul ihram adalah salah;
B. Pemahaman yang mengharamkan qunut pada shalat shubuh adalah salah;
C. Pemahaman yang menyatakan bahwa haram memperingati maulid Nabi Muhammad SAW adalah salah;
D. Pemahaman yang menyatakan bahwa haram berzikir dan berdo’a secara berjama’ah adalah salah;
E. Pemahaman yang menyatakan bahwa wajib mengikuti hanya Al-Quran dan Hadits dalam bidang Aqidah, Syari’ah dan Akhlak adalah salah.

KETIGA : Taushiyah

A. Meminta pemerintah untuk segera menutup pengajian, penyiaran dan ceramah yang difatwakan sesat oleh Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh seperti pengajian Kelompok Salafi di Gampong Pulo Raya Kecamatan Titeu Kabupaten Pidie dan ditempat lainnya serta melarang aktivitasnya;
B. Meminta kepada masyarakat untuk tidak mengikuti pengajian, ceramah, penyiaran dan diskusi yang menyimpang dari ajaran Islam;
C. Meminta kepada orang tua (wali) untuk melarang anaknya mengikuti pendidikan dan kegiatan lainnya yang menyimpang dari Islam;
D. Meminta kepada semua pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban, kedamaian, dan ukhuwah;
E. Meminta kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu keagamaan dan tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan;
F. Meminta kepada orang-orang yang terlanjur mengikuti ajaran menyimpang untuk segera bertobat dan membekali diri dengan ajaran Islam yang benar;
G. Meminta kepada pihak terkait untuk menindaklanjuti Fatwa Majelis Permusya-waratan Ulama Aceh ini.

Ditetapkan di : Banda Aceh
Pada tanggal : 27 Sya’ ban 1435 H/ 25 Juni 2014 M

PIMPINAN MAJELIS PERMUSYAWARATAN ULAMA ACEH

K e t u a,
d.t.o.
Drs. Tgk. H. Gazali Mohd. Syam

Wakil Ketua,
d.t.o.
Prof. Dr. Tgk. H. Muslim Ibrahim, MA

Wakil Ketua,
d.t.o.
Tgk. H.M. Daud Zamzamy

Wakil Ketua,
d.t.o.
Tgk. H. Faisal Ali

Tulisan berjudul Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh Keluarkan Fatwa Sesat Kelompok Salafi terakhir diperbaharui pada Thursday 28 August 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


One thought on “Majelis Ulama Indonesia (MUI) Aceh Keluarkan Fatwa Sesat Kelompok Salafi

Post Comment