Pengikut Ahlussunnah Wal Jama’ah NU Akan Berkumpul Bersama Para Pendiri NU

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Bagi umat Islam, berkumpul dengan Rasulullah Sw di akhirat adalah dambaan dan cita-cita, sebagaimana doa Abdullah bin Mas’ud:

اللَّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ إِيمَاناً لاَ يَرْتَدُّ وَنَعِيماً لاَ يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فِى أَعْلَى غُرَفِ الْجَنَّةِ جَنَّةِ الْخُلْدِ

“Ya Allah, aku minta kepada-Mu iman yang tak goyah, nikmat yang tak pernah musnah, dan menemani Nabi Shalla Allahu alaihi wa sallama, di tempat surga tertinggi, surga keabadian” (HR Ahmad, doa ini juga dibaca oleh Sayidina Umar. Ahli hadis al-Hafidz al-Iraqi menilai sanadnya jayid).

Namun, ada harapan ‘baru’ yang disampaikan oleh Rais Syuriah PCNU Kota Surabaya, KH Ahmad Dzulhilmi Ghazali (Imam Besar Masjid Ampel dan Juri Nasional MTQ), bahwa pengikut Ahlisunnah wal Jamaah dalam Jam’iyah Nahdlatul Ulama juga bisa berkumpul bersama para Muassis NU (pendiri).

Ceramah ini beliau sampaikan dua kali, yakni saat haul KH Ridlwan Abdullah (pencipta lambang NU) saat tanggal 10 Ramadlan 1435 H lalu, dan beliau sampaikan semalam dalam acara Halal Bi Halal PCNU Surabaya (30 Syawal). Beliau menegaskan bahwa harapan bisa bertemu dan berkumpul dengan para ulama NU berdasarkan firman Allah:

وَالَّذِينَ آَمَنُوا وَاتَّبَعَتْهُمْ ذُرِّيَّتُهُمْ بِإِيمَانٍ أَلْحَقْنَا بِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ كُلُّ امْرِئٍ بِمَا كَسَبَ رَهِينٌ [الطور/21]

“Dan orang-orang yang beriman, dan yang anak cucu mereka mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan anak cucu mereka dengan mereka, dan Kami tiada mengurangi sedikitpun dari pahala amal mereka. Tiap-tiap manusia terikat dengan apa yang dikerjakannya.” (al-Thur: 21).

Kata ‘dzurriyah’ tidak selalu berarti keturunan secara biologis (dzuriyah bi nasab), namun memasukkan pula para pengikut ideologis (dzuriyah bi sabab), sebagaimana disampaikan beberapa ahli Tafsir, diantaranya Syaikh al-Biqa’i, Syaikh al-Syirbini dan Syaikh Nawawi al-Bantani:

وَيُلْحَقُ بِالذُّرِّيَةِ مِنَ النَسَبِ الذُّرِّيَةُ بِالسَّبَبِ وَهُوَ الْمَحَبَّةُ ، فَإِنْ كَانَ مَعَهَا آخِذٌ لِعِلْمٍ أَوْ عَمَلٍ كَانَتْ أَجْدَرَ ، فَتَكُوْنُ ذُرِّيَةُ الْإِفَادَةِ كَذُرِّيَّةِ الْوِلَادَةِ ، وَذَلِكَ لِقَوْلِ النَّبِي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ فِي جَوَابِ مَنْ سَأَلَ عَمَّنْ يُحِبُّ الْقَوْمَ وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ . (نظم الدرر فى تناسب الآيات والسور – 7 / 298 تفسير السراج المنير – (4 / 74 مراح لبيد لكشف معنى القرآن مجييد – (2 / 459)

“Keturunan karena faktor nasab disamakan pula ‘keturunan karena sebab/ faktor lain’, yaitu kecintaan. Jika rasa cinta tersebut disertai dengan berguru ilmu atau amal, maka lebih tepat. Maka keturunan karena ilmu seperti keturunan secara biologis. Hal ini berdasarkan sabda Nabi Saw: “Seseorang akan bersama orang yang ia cintai” (HR al-Bukhari dan Muslim), sebagai jawaban dari pertanyaan seseorang yang bertanya tentang seorang yang mencintai suatu kaum namun tak pernah berjumpa” (Tafsir Nadzmu al-Durar 7/298, Tafsir al-Siraj al-Munir 4/74 dan Murah Labid 2/459).

Semoga Allah mempertemukan kami dengan Rasulullah, para sahabat, para ulama Ahlisunnah wal Jamaah terdahulu, para auliya’, para Mursyid Thariqah, para guru, khususnya para pendiri NU dan masuk ke surga Allah bersama rombongan mereka:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ [الزمر/73]

“Dan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: “Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu, berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya” (al-Zumar: 73).

Dan andaikata merubah syair diperbolehkan, maka saya sedikit merubah syair berikut:

رَبِّ فَانْفَعْنَا بِبَرْكَتِهِمْ Ѻ وَاهْدِنَا الْحُسْنَى بِحُرْمَتِهِمْ
وَاَمِتْنَا فِي طَرِيْقَتِهِمْ Ѻ رَبِّ فَاجْمَعْنَا فِي جَنَّةْ بِهِمْ

“Ya Allah, berilah manfaat kepada kami dengan berkah para Muassis NU. Tunjukkan kami kepada kebaikan dengan kemulian mereka. Matikan kami di jalan mereka. Ya Allah, kumpulkan kami di surga bersama mereka” Amin….

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin, Mantan Ketua LBM NU Surabaya.

Tulisan berjudul Pengikut Ahlussunnah Wal Jama’ah NU Akan Berkumpul Bersama Para Pendiri NU terakhir diperbaharui pada Thursday 28 August 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment