Tauhid Radikalisme Bertentangan Dengan Ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Teori-teori tauhid yang dikemukakan kelompok Wahabi sangat bertentangan dengan ajaran Ahlussunnah Wal jamaah. Mereka membagi tauhid ke dalam tiga kategori, yakni Tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid al-Asma’ wash Shifat. Kalau mau jujur, inilah bid’ah paling sesat yang pernah terjadi dalam sejarah Islam. Betapa tidak, Rasulullah SAW sendiri, Sang Sumber segala ilmu, tidak pernah membagi-bagi ilmu tauhid seperti itu.

Kaum Wahabi membagi tauhid dalam tiga kategori ini, tidak lain hanyalah sebagai trik untuk mendapatkan ruang justifikasi guna mengkafirkan orang-orang Islam ahli tauhid yang mentradisikan tawassul kepada Nabi Muhammad SAW, atau kepada shalihin.

Orang yang mengakui akan eksistensi Allah di alam dan mereka meyakini bahwa Allah lah yang menciptakan, menguasai dan mengatur seluruh makhluknya maka dia bertauhid Rububiyah. Walaupun mereka juga beribadah kepada berhala dan tidak mengikuti ajaran Nabi Muhammad.

Dalil kaum wahabi sebagaimana perkataan orang-orang kafir yang diabadikan dalam al qur’an ketika ditanya,

ولئن سألتهم من خلق السموات والأرض ليقولن الله [لقمان : 25]

Arti ; “Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”.

Dengan ayat diatas mereka menyatakan Kaum Musyrikin itu bertauhid “rububiyah” tapi tidak bertauhid “uluhiyyah”.

Mereka mengklaim bahwa seorang yang melakukan tawassul tidak mentauhidkan Allah dari segi tauhid Uluhiyah. Karena mereka menganggap tawassul adalah bentuk ibadah kepada selain Allah. Dalam hal ini, menurut opini mereka, orang-orang yang bertawasul itu tidak lebih baik tauhidnya dari seorang Abu Jahal.

Demikian pula ketika mereka membagi tauhid ke dalam tauhid al-Asma’ wash Shifat.Tujuan mereka adalah untuk mengkafirkan orang-orang yang melakukan takwil terhadap ayat-ayat Mutasyabihat. Ulama yang mereka vonis kafir dengan teori al-Asma’ wash Shifat ini diantaranya adalah imam Nawawi dan Imam Ibnu Hajar (al-‘Utsaimin, Liqa al-Bab al-Maftuh hal. 42). Yang mengherankan, meski mengkafirkan mereka, Wahabi masih memakai kitab kedua tokoh besar itu sebagai bahan rujukan.

Oleh: Habib Muhammad bin Husein Al Habsyi.

Tulisan berjudul Tauhid Radikalisme Bertentangan Dengan Ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah terakhir diperbaharui pada Saturday 30 August 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment