Alhamdulillah, Kemenag Putuskan Penarikan Semua Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 yang Berbau Wahabi

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Alhamdulillah, kabar gembira berhembus dari Kementerian Agama (Kemenag) terkait polemik buku pedoman guru mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII MTs Kurikulum 2013. Direktorat Pendidikan Madrasah Kementerian Agama akhirnya memutuskan untuk menarik kembali peredaran buku yang menyimpang tersebut. Dalam waktu dekat buku itu akan diganti dengan edisi revisi. Demikian disampaikan Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan dalam jumpa pers di kantor Kemenag, Rabu (17/09/2014).

“Direktorat Pendidikan Madrasah telah mengintruksikan aparatur di daerah untuk menarik kembali buku yang menjadi pegangan guru itu,” kata Nur Kholis.

Ia menambahkan, diperlukan proses cetak ulang selama tiga hari untuk mengganti halaman 14 dalam buku tersebut sehingga dalam waktu dua minggu buku baru edisi revisi sudah sampai ke tangan para guru. Edisi yang ditarik tersebut berjumlah 15 ribu, sesuai dengan jumlah guru SKI. Didampingi Kasubdit Evaluasi dan Kurikulum Direktorat Pendidikan Madrasah Kidup Supriadi, M. Nur Kholis menyatakan, Ditpenma tidak pernah sedikitpun terbersit untuk menyakiti organisasi massa dan umat Islam atau agama lain di Indonesia.

Atas masukan dan kritikan terhadap buku SKI untuk Kelas VII MTs Kurikulum 2013, kata M. Nur Kholis, pihaknya mengucapkan terima kasih dan meminta maaf atas keteledoran yang dilakukan.

“Secara lapang dada, kami memohon maaf secara tulus atas kekurangcermatan pada proses proof-reading yang terdapat pada buku di halaman 14,” ujarnya.

M. Nur Kholis juga mengatakan, buku SKI sebagai salah satu buku kurikulum 2013 dokumen hidup yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika perubahan zaman. Oleh sebab itu, kritik dan masukan yang kontruktif akan meningkatkan kualitas buku tersebut.

Ia menegaskan bahwa Tim Kemenag telah bekerja keras melakukan revisi selama berulang kali atas buku tersebut, tapi ternyata masih ada satu halaman yang terlewatkan. Di draft awal buku tersebut, terdapat materi khilafah Islamiyah, tidak ada opsi untuk doa qunut ketika shalat subuh, pembid’ahan kepada amalan tertentu dan lainnya, dan semuanya sudah dilakukan revisi dengan melibatkan para akademisi yang kompeten.

“Masa ada materi khilafah Islamiyah, ini kan kontraproduktif dengan sistem NKRI,” katanya memberi contoh.

Sebelumnya, protes keras datang atas beredarnya buku SKI Kelas VII Kurikulum 2013 yang terindikasi disusupi paham Wahabi Salafi. Disebutkan dalam buku tersebut makam Wali Allah adalah contoh berhala masa kini. Sontak, Umat Islam dari berbagai kalangan seperti guru sekolah/ madrasah, ormas Islam, lembaga pendidikan Islam, dan para ulama ahlussunnah wal jama’ah mengecam hal ini.

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) selaku ormas Islam terbesar yang membentengi aqidah ahlussunnah wal jama’ah (aswaja) telah meminta Kemenag untuk mencabut peredaran buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) untuk Kelas VII MTs Kurikulum 2013.

“Yang paling mendesak buku itu harus dicabut dari peredaran dulu,” kata Wasekjen PBNU H Abdul Mun’im DZ di kantor PBNU Jakarta Pusat, Selasa (16/9/2014).

Desakan penarikan buku tersebut juga datang dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). MUI menilai makam wali disebut sebagai berhala adalah anggapan yang salah. Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) MUI Amirsyah Tambunan mengatakan, Buku Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Kelas VII Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kurikulum 2013 yang menyebut makam wali sebagai berhala, sama saja menghina para nabi yang telah menyebarkan dan mengajarkan Islam di muka bumi.

“Nggak boleh itu soal makam wali disebut berhala dan tidak boleh diberhalakan juga,” ujar Amirsyah di Jakarta, Selasa (16/9/2014).

Dia pun mengimbau agar Kemenag ikut tanggap atas buku MTs yang sudah beredar luas ke masyarakat. Jika sudah menyebarkan informasi yang tidak benar, buku itu harus segera ditarik.

“Saya kira perlu dikaji lebih lanjut, dan Menteri Agama juga harus meluruskan. Saya minta itu kroscek atau kalau perlu ditarik,” tegasnya.

Menanggapi hal ini, Kemenag langsung menindaklanjuti aduan umat Islam atas buku SKI yang dianggap menyimpang tersebut. Kemenag melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengeluarkan Surat Edaran No. SE./Dj. I/HK.00.7/133/2014 tertanggal 15 September 2014 tentang Perbaikan Redaksi Buku Pedoman Guru Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Madrasah Tsanawiyah (MTs) Kelas VII.

Sayangnya surat edaran dari Dirjen Pendis ini ternyata belum memuaskan semua pihak karena tidak menyentuh penyelesaian substansi masalah. Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Ma’aarif Nahdlatul Ulama (PP LP Ma’arif NU) menilai surat edaran itu secara substansi masih tidak berbeda dengan redaksi sebelumnya.

“Surat Edaran tersebut adalah gerakan elit yang tidak menyentuh pada penyelesaian substansi persoalan,” kata Ketua PP LP Ma’arif NU HZ Arifin Junaidi, Rabu (17/9).

HZ Arifin Junaidi juga mendesak pemerintah untuk merevisi dan menarik peredaran buku sejarah Islam ini, serta meminta pemerintah, dalam hal ini Kemenag, untuk meninjau ulang seluruh buku ajar keagamaan lainnya. Lembaga yang menangani urusan pengajaran formal di lingkungan NU itu juga menginstruksikan kepada seluruh madrasah yang ada di lingkungan Nahdlatul Ulama untuk tidak menggunakan Buku Ajar SKI Kelas VII MTs yang diterbitkan Kementerian Agama RI hingga mengalami revisi.

Tulisan berjudul Alhamdulillah, Kemenag Putuskan Penarikan Semua Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 yang Berbau Wahabi terakhir diperbaharui pada Wednesday 17 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


6 thoughts on “Alhamdulillah, Kemenag Putuskan Penarikan Semua Buku SKI Kelas VII MTs Kurikulum 2013 yang Berbau Wahabi

  1. uci ahmad sanusi alhakiem · Edit

    alhmdllh… smoga smkin jaya NU…. kang brapa klo ana beli lnsung plas dic smla nu ini nympe lampung..? soalny klo dwnld lama… dan klo bisa tuk android jga…

    Reply
  2. Hadits tentang wali AllahAda hadits Qudsi) adalah dari Nabi saw akan tetapi maknanya dari Allah swt.Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra bahwa Rasulullah saw bersabda :“Allah swt berfirman :“Barangsiapa yang menunjukkan permusuhan dengan Wali-Ku maka Aku menyatakan perang dengannya.”‘AL WALI’ADALAH INDIVIDU YANG DICINTAI OLEH ALLAH SWT.

    Reply
  3. Asy Syaikh Abdul Aziz bin Nashir Ar Rasyid rahimahullah memberi kesimpulan bahwa sesuatu yang di luar kebiasaan itu ada tiga macam:
    1. Mu’jizat yang terjadi pada para rasul dan nabi
    2. Karamah yang terjadi pada para wali Allah
    3. Tipuan setan yang terjadi pada wali-wali setan
    (Disarikan dari At Tanbihaatus Saniyyah hal. 312-313).

    Sedangkan untuk mengetahui apakah itu karamah atau tipu daya setan tentu saja dengan kita mengenal sejauh mana keimanan dan ketakwaan pada masing-masing orang yang mendapatkannya (wali) tersebut.

    Al Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata: “Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana dia dalam mengikuti sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam.” (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193)

    Reply
  4. Bagi yang membaca postingan blog tentang Muhammad bin Abdul Wahab ini mening cari referensi dan sumber lain ajalah. Apa yang ditulis disini belum tentu semuanya benar. Apalagi mengenai sifat2nya yang ditulis dengan tidak enak. Kepada penulis sebaiknya anda menulis dengan tidak menjelekkan siapapun dan atau mendoktrin pembaca dgn menilai jelek orang yang mereka tidak pernah temui. Sejarah tidak pernah salah. Tapi orang yang menyampaikan sejarah terkadang salah, atau kadang sengaja untuk salah.

    Reply

Post Comment