Benarkah Pembongkaran Makam Nabi Hoax dan Fitnah Syiah Atau Media Asing?

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Saat ini umat Islam dunia dikejutkan dengan kabar isu pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW. Disebutkan dalam sebuah dokumen proposal hasil penelitian akademis Arab Saudi menyatakan usulan makam Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang akan dipindahkan ke pemakaman lain. Pro dan kontra pun bermunculan, ada yang mengecam keras atas usulan itu dan ada yang menyatakan ini hanyalah hoax dan fitnah.

Kedubes Arab Saudi di Indonesia telah menyatakan bahwa isu pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW adalah tidak benar. Tidak ada niatan melakukan pemindahan makam Nabi SAW, yang ada justru perluasan Masjid Nabawi. Kita patut bersyukur karena untuk saat ini tidak akan ada pembongkaran makam Nabi SAW.

Menanggapi isu ini, ada sebagian menyatakan bahwa itu fitnah yang dihembuskan oleh kalangan Syiah seperti yang diyakini mayoritas kalangan Wahabi Salafi. Dan sebagian lagi ada yang berpendapat ini adalah bentuk kebohongan yang sengaja dilontarkan media asing atau media non-muslim yang membenci Islam, seperti yang diyakini sebagian kecil kalangan Aswaja.

Pernyataan-pernyataan atas isu pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW adalah hoax atau fitnah Syiah atau fitnah media yang membenci Islam boleh dan sah-sah saja, hanya saja  tampak tidak ada dasar dan bukti yang kuat. Mereka menuduhkan hal ini hanya sebatas pendapat tanpa ada fakta yang mendukungnya. Bahkan dikatakan isu ini bisa cepat tersebar di Indonesia karena mayoritas media berita Indonesia adalah media non-muslim alias kafir. Padahal fakta di lapangan mayoritas media Indonesia adalah dimiliki orang Islam bukan non-muslim. Menuduh fitnah dengan jawaban fitnah bukanlah solusi yang bijak, apalagi ini menyangkut tuduhan kafir kepada saudara sendiri.

Ketahuilah wahai saudaraku, sejak munculnya paham Wahabi dan mulai berkuasanya dinasti Saudi, isu pembongkaran makam Nabi Muhammad Rasulullah SAW telah ada. Berbagai usaha pembongkaran dan penghancuran makam Nabi telah dilakukan. Hal ini dilakukan mereka karena mengikuti fatwa-fatwa ulama mereka ulama Wahabi. Tapi Allah berkehendak lain, Allah yang melindungi dan menjaga makam Nabi SAW. Komite Hijaz yang dibentuk para ulama Nahdlatul Ulama adalah satu bukti nyata bahwa pembongkaran makam Nabi SAW bukanlah hoax atau fitnah. Sejarah dunia Islam mencatat peristiwa ini dan tidak akan pernah dilupakan ketika saat era 1920-an pemerintah Arab Saudi hendak menghancurkan makam Nabi SAW. Bahkan sampai sekarang pun, Dinasti Saudi dengan ulama Wahabi dan para pengikutnya bisa kapanpun dan akan senantiasa berusaha membongkar makam Nabi SAW jika ada kesempatan agar sesuai dengan ajaran yang dianutnya.

Salah seorang penulis yang aktif memperingatkan akan bahaya fitnah Wahabi Salafi dan Syiah, Ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy menyatakan pembongkaran makam Nabi Muhammad SAW bukanlah isapan jempol. Isu tersebut bukanlah fitnah belaka atau mengada-ada tapi fakta dan benar adanya dengan melihat fatwa-fatwa ulama Wahabi itu sendiri seperti fatwa Syaikh Nashiruddin al-Albani yang mewajibkan pembongkaran makam Nabi SAW. Bagi kalangan Wahabi, al-Albani dipuja sebagai muhadits abad ini meski tidak ada satupun ulama ahlussunnah yang menyebutkannya.

Berikut keterangan lengkap Ustadz Ibnu Abdillah Al-Katibiy tentang isu pembongkaran makam Nabi SAW:

Di tengah penulisan buku ini (Dzul Hijjah 1433 H / November 2012 M dan sekarang 2014 M), penulis mendapat informasi dari beberapa media seperti situs internet, majalah dan Koran baik dari luar maupun dalam negeri, menginformasikan bahwa Makam Nabi di kota Madinah yang berada di dalam masjid Nabawi, akan segera dibongkar dan dipindahkan dengan alasan menghindari kesyirikan dan pengkultusan kepada makam Nabi Muhammad Shallahu ‘alaihi wa sallam serta agar sah sholat di dalam masjid, karena dalam ajaran mereka sholat di dalam masjid yang terdapat kuburan tidaklah sah. Naudzu billahi minal ‘iqaab bijahlihim (kami berlindung dari adzab Allah sebab kebodohan mereka).

Isu tersebut dibantah oleh sebagian wahabi-salafi dan mengatakan bahwa isu tersebut hoax yang telah dihembuskan oleh kelompok Syi’ah untuk memprofokasi umat Islam.

Boleh-boleh saja mereka mengelak dan mengatakan informasi tersebut adalah kedustaan syi’ah, akan tetapi fakta dari banyak fatwa ulama wahabi sungguh benar-benar telah mendukung dan menyatakan hal tersebut bahkan mendesak kaumnya agar melakukan pembongkaran makam Nabi Shallahu ‘alaihi wa salam.

Berikut di antara fatwa ulama wahabi terkait makam Nabi. Albani mengatakan dalam kitab Manasiknya:

Kitab Albani Gusur Makam Nabi

Di antara Bid’ah yang dilakukan saat ziarah di Madinah: “137: Membiarkan Makam Nabi tetap berada di dalam masjid Nabawi “.

Artinya, makam Nabi Shallahu ‘alaihi wa sallam harus di keluarkan dari masjid agar terhindar dari bid’ah karena pada awalnya makam Nabi tidak berada di dalam masjid.

Sejak masa sahabat sampai sekarang, umat Islam senantiasa berziarah ke masjid Nabawi, melakukan sholat di dalamnya dan berziarah ke makam Nabi. Tidak ada satu pun ulama di seluruh penjuru dunia dari kalangan sahabat, tabi’in dan ulama madzhab yang melarang mereka sholat di dalam masjid tersebut yang di dalamnya terdapat makam Nabi Saw dan makam kedua sahabatnya, Abu Bakar ash-Shiddiq dan Umar bin Khoththob radhiallahu ‘anhuma apalagi menganggap bid’ah membiarkan makam beliau berada dalam masjid. Naudzu billahi min dzaalik. (Sumber: Buku Rekam Jejak Radikalisme Salafi Wahabi : 26/ Ibnu Abdillah Al-Katibiy ).

Untuk itulah, kita sebagai umat Islam ahlussunnah wal jama’ah harus senantiasa waspada karena bisa jadi kelompok Wahabi Salafi benar-benar akan membongkar makam Nabi Muhammad SAW. Jangan biarkan hal ini sampai terjadi. Sungguh pembongkaran makam Nabi SAW adalah bentuk penghinaan terbesar bagi umat Islam dan Rasulullah SAW. Kita memohon kepada Allah SWT agar makam Nabi SAW tetap terjaga dan terbebas dari aksi tangan-tangan jahil.

Fatwa Wahabi Salafi:

Wajib membongkar dan memindahkan makam Nabi Muhammad SAW keluar masjid karena membiarkan makam di dalam Masjid Nabawi adalah perbuatan bid’ah (lihat Manasik al-Hajji wal ‘Umrah oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, hal. 57).

Wajib menghancurkan kubah makam Nabi Muhammad SAW (lihat Riyadlul Jannah oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i).

Tulisan berjudul Benarkah Pembongkaran Makam Nabi Hoax dan Fitnah Syiah Atau Media Asing? terakhir diperbaharui pada Friday 5 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment