Dinilai Picu Kesyirikan, Arab Saudi Berencana Bongkar Makam Rasulullah SAW

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Pemerintah Arab Saudi berencana akan membongkar dan menghancurkan situs paling suci dan bersejarah bagi umat Islam yaitu makam Rasulullah Muhammad SAW, dan memindahkan sisa jenazahnya ke pemakaman lain. Hal ini tercantum dalam sebuah proposal dokumen yang dikeluarkan lembaga pendidikan terkemuka di Arab Saudi. Usulan itu beredar di kalangan pengawas Masjid Nabawi di Madinah, tempat makam Rasulullah berada.

Dalam proposal setebal 61 halaman itu tertulis rencana pembongkaran sisa jenazah Rasulullah yang akan dipindahkan ke pemakaman Al Baqi dengan batu nisan tak bernama. Hingga saat ini belum ada penjelasan pembongkaran telah diputuskan, dan apakah pemerintah Arab Saudi akan menjalankan rencana itu. Raja Arab Saudi, Abdullah dan pengawas Masjid al-Nabawi, belum memberikan keputusan apakah setuju dengan rencana itu atau tidak.

Yang jelas, pada masa lalu, pemerintah Arab Saudi memang bersikeras ingin membongkar dan menghancurkan makam Nabi Muhammad Rasulullah SAW karena dinilai menimbulkan kesyirikan. Namun, hal ini berhasil dicegah oleh umat Islam dunia yang melawan arogansi Arab Saudi itu sehingga rencana tersebut diurungkan hingga sekarang.

Tempat-tempat suci dan bersejarah umat Islam telah lama mulai dihancur leburkan oleh Arab Saudi sejak ia berkuasa. Rumah tempat Nabi Muhammad SAW dulu dilahirkan, rumah Nabi SAW saat tinggal bersama Sayyidah Khadijah, Rumah Nabi Muhammad SAW di Madinah, Darul Arqam sebagai tempat pertama di mana Nabi Muhammad SAW mengajarkan Islam, dan lain sebagainya telah hilang lenyap dihancurkan rezim Arab Saudi. (Baca: Inilah Fakta Terkini Peninggalan Sejarah Islam dan Tempat Kelahiran Nabi Muhammad SAW).

Di sisi lain, Arab Saudi terus melakukan pembangunan komplek modern yang bernilai miliyaran dollar Amerika Serikat. Salah satunya adalah pembangunan jalan mewah yang memudahkan Imam dan istana kerajaan menuju Masjidil Haram. Sebuah stasiun kereta juga akan dibangun di tempat itu untuk mengangkut para jamaah haji atau sebuah perpustakaan baru untuk menghormati Raja Abdul Aziz pendiri Rezim Saudi. Tidak ketinggalan, gedung-gedung pencakar langit, hotel-hotel dan pusat perbelanjaan mewah sudah dibangun dan masih akan terus menghiasi kota suci Makkah dan Madinah. Jam raksasa Abraj al-Bait sudah lama kokoh berdiri menjulang ke langit mengalahkan Masjidil Haram dan gedung-gedung pencakar langit lainnya.

Arab Saudi, satu-satunya penganut paham Wahabi sebagai madzhab resmi mereka begitu getol membongkar dan melenyapkan sejarah peninggalan Islam. Ini terjadi karena ajaran Wahabi menuntut pengikutnya melakukan hal tersebut berbeda dengan ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah yang dianut mayoritas muslimin dunia. Anehnya, di saat mereka melenyapkan situs bersejarah umat Islam yang penting, mereka justru membangun dan merawat peninggalan yang tidak penting dan tidak berharga sama sekali seperti penginggalan Muhammad bin Abdul Wahhab, sang pendiri Wahabi, rumah Muhammad bin Abdul Wahhab, benteng Muhammad bin Abdul Wahhab, dan bahkan peninggalan sejarah Muhammad bin Abdul Wahhab dijaga dengan baik serta diperbaiki lebih bagus lagi dengan alasan menjaga sejarah monumental syaikh mereka tersebut. Begitu pula dengan peninggalan syaikh-syaikh Wahabi lainnya yang dibangunkan sebuah monumen yang begitu megah yang didalamnya menyimpan pernak-pernik yang pernah dipakai oleh syaikh mereka seperti kacamata, arloji, pena, jubah, buku-buku yang pernah digunakannya. Peninggalan turunan Muhammad bin Abdul Wahab yang tidak punya nilai sama sekali dan tidak berharga bagi umat Islam justru diagungkan. Sementara peninggalan Rasulullah dan umat Islam malah dihancurkan dengan dalil kesyirikan termasuk makam Nabi Muhammad SAW yang direncakan akan dihancurkan Arab Saudi.

Irfan al-Alawai, direktur Islamic Heritage Research Foundation, memperingatkan penghancuran makam Rasulullah SAW dipastikan memicu kerusuhan hebat dan bukan tidak mungkin memicu konflik sektarian.

“Orang-orang ingin mengunjungi ruang tempat keluarga Rasulullah pernah tinggal,” ujar Al-Alawi. “Kini ruang itu akan dihancurkan karena pemerintah Arab Saudi menganggap semua itu syirik dan digunakan sebagai praktek penyembahan berhala”, lanjutnya. Menurut Al-Alawi, satu-satunya cara menghentikan jutaan orang mengunjungi makam itu adalah dengan membongkar dan memindahkan sisa jenazahnya ke pemakaman lain.

Ziarah ke Makam Nabi Muhammad SAW

Selama berabad-abad, jutaan Muslim yang menunaikan ibadah haji tidak sekadar mengunjungi Ka’bah tapi juga Masjid Nabawi dan berziarah ke makam Rasulullah SAW. Ritual terakhir ini tidak akan ada lagi jika pemerintah Arab Saudi menjalankan niatnya; membongkar makam Rasulullah SAW.

Pada tahun 1924, setelah Saudi mengambil alih kekuasaan, semua penanda kuburan telah dihapus dan diratakan. Sekitar 95 % bangunan bersejarah Mekah telah dihancurkan sebagai dampak pembangunan Masjidil Haram, menurut Gulf Institute. Kritik pun berdatangan dari negara-negara Islam atas tindakan yang dilakukan Arab Saudi.

Pangeran Khaled Al–Faisal membela diri dengan mengatakan “Dari semua negara yang telah memerintah Makkah, Arab Saudi telah melakukan reformasi terbesar di kota. Proyek-proyek ekspansi dilakukan dengan cara modern dan canggih”.

Dr Ilyas Muhammad dalam website 5Pillarz mengkritik kelambanan Muslim atas penghancuran bangunan bersejarah di Arab Saudi. Beliau mengatakan;

“Saat kontroversi The Satanic ayat pada tahun 1988, kartun Jyllands-Posten pada tahun 2006, dan film Innocence of Muslim pada tahun 2012, para pemimpin Muslim berebut untuk mengutuk apa yang mereka anggap sebagai degradasi iman. Tapi di saat penghancuran situs warisan Islam justru umat Islam hanya diam menjadi tidak bersuara,”.

Sungguh aneh jika situs suci dan warisan bersejarah milik umat Islam sendiri terus dihancurkan berlanjut tanpa perlawanan, sementara di sisi lain mereka sibuk mengutuk Islamofobia atas penyerangan masjid di Inggris. (The Independent/ Middle East Eye/ Berita Jatim)

Fatwa Wahabi Salafi:

Wajib membongkar dan memindahkan makam Nabi Muhammad SAW keluar masjid karena membiarkan makam di dalam Masjid Nabawi adalah perbuatan bid’ah (lihat Manasik al-Hajji wal ‘Umrah oleh Syaikh Nashiruddin Al-Albani, hal. 57).

Wajib menghancurkan kubah makam Nabi Muhammad SAW (lihat Riyadlul Jannah oleh Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i).

Tulisan berjudul Dinilai Picu Kesyirikan, Arab Saudi Berencana Bongkar Makam Rasulullah SAW terakhir diperbaharui pada Friday 5 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


3 thoughts on “Dinilai Picu Kesyirikan, Arab Saudi Berencana Bongkar Makam Rasulullah SAW

  1. ahh…penulis bisa aja..njelek-njelekin negri saudi arabia.lihat aja buktinya rakyat dan semua pagawainya ..subur makmur bahkan disebut negri paling kaya didunia. jangan-jangan penulis ngirii,hatimu hasad penuh dgn hasud..? klo memang penulis pengikut nabi Muhammad saw,dan mengikuti cara beribadahnya para sahabat dan tabi’in, buktikan dong…ibadah anda sdh mengikuti Rasulullah belum. anda beribadah jgn cuma ikut2an ustadz anda atau kyai anda, coba cari riwayat Yg shohih ..APAKAH SETIAP IBADAH YG ANDA AMALKAN ADA RIWAYATNYA ….DARI RASULULLAH DAN PARA SAHABAT..? atau anda ibadah hanya ikut2an……he..he….? mikiir… sampeyan mass..

    Reply
    1. Sepertinya anda keluar dari topik masbroh… mau dia(negara saudi) kaya dia miskin, faktanya mereka punya niatan merusak peninggalan islam bersejarah… apalagi apa yang berhubungan dengan Rasulullah, situs2 nya seakan akan dianggap memicu syirik, padahal ummat tidak menyembah maqam atau pun rumah Nabi

      Reply
  2. kursiy adalah tempat kedua telapak kaki Allah .untuk memahami ini janganlah menakwilkan maksudnya sehingga menyebabkan perbedaan penafsiran .maka semua harus didudukkan sesuai proporsi yang sesungguhnya,jadi penetapan kedua telapak kaki Allah memanglah demikian adanya akan tetapi perlu diberikan garis bawah disini yakni tentang sifat sifat Allah yang berbeda dengan makhluk sebab jika ditakwilkan dengan arti yang berbeda maka akan terjebak dengan peniadaan sifat sifat Allah.jadi yang benar adalah telapak kaki Allah berbeda dengan telapak kaki makhluk,Allah melihat berbeda dengan penglihatan makhluk.sedangkan arsy merupakan makhluk Alllah

    Reply

Post Comment