Fatwa Ulama Anti-Madzhab (Utsamain dan Al-Albani) Tentang Penggunaan Tasbih

SHARE & LIKE:
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •   
  •   
  •  

Jangan dikira kebiasaan mengklaim Bid’ah Sesat tidak ada konsekuwensinya. Ini buktinya; Tasbih menurut Syaikh Utsaimin bukan bid’ah alias boleh digunakan, meski sebaiknya tidak menggunakannya. Tapi bagi Syaikh al-Albani Tasbih adalah bid’ah.

Syaikh Utsamain mengatakan dalam fatwanya;

Bertasbih dengan alat Tasbih lebih baik meninggalkannya dan bukan bid’ah, sebab memiliki dasar, yaitu bertasbihnya sebagian sahabat dengan batu kecil,” (Lihat al-Liqa al-Maftuh no. 3 dan Durus wa Fatawa al-Haram al-Madani tahun 1416 H).

Sementara Syaikh al-Albani dalam kitabnya berkata yang berlawanan;

Tasbih adalah bid’ah karena tidak ada di masa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam,” (Lihat as-Silsilah adl-Dlaifah 1/110).

Lha ini sesama Wahabi beda pendapat. Ini artinya menurut Syaikh Albani, Syaikh Utsaimin berbuat bid’ah karena tidak membid’ahkan Tasbih. Sepeti ini perilaku ulama anti madzhab. Belum puluhan masalah lain yang saling membid’ahkan.

Itulah nikmatnya ikut madzhab 4 Ahlisunnah, meski beda pendapat tidak saling klaim bid’ah. Beda sama Wahabi.

Oleh: Ustadz Muhammad Ma’ruf Khozin (Wakil Katib Syuriah PCNU Surabaya).

Tulisan berjudul Fatwa Ulama Anti-Madzhab (Utsamain dan Al-Albani) Tentang Penggunaan Tasbih terakhir diperbaharui pada Thursday 4 September 2014 oleh Pejuang Ahlussunnah di Ngaji Yuk! - Kajian Ceramah Islam Ahlussunnah wal Jamaah.


Post Comment